Tidur Telentang Sebabkan Obstructive Sleep Apnea

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tidur Telentang Sebabkan Obstructive Sleep Apnea

Halodoc, Jakarta – Kalau kamu merasa lelah padahal sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup, boleh jadi kamu alami obstructive sleep apnea. Selain mudah lelah, tanda jika kamu benar-benar mengalami OSA adalah rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari. Hal ini tentu dapat mengganggu aktivitas pengidapnya sehari-hari.

Baca Juga: Begini Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang Tepat

Tidur terlentang diduga bisa sebabkan terjadinya obstructive sleep apnea. Oleh karena itu, disarankan agar tidur dalam posisi miring untuk menghindari terjadinya kondisi ini. Lantas, sebenarnya apa sih alasan tidur terlentang bisa sebabkan OSA? Berikut penjelasannya.

Alasan Tidur Terlentang Bisa Sebabkan Obstructive Sleep Apnea

Sebagian besar orang yang mengalami OSA ternyata sering tidur dalam posisi terlentang. Tidur terlentang ternyata menyebabkan ukuran jalur pernapasan di area tenggorokan menyempit, menurunkan volume paru-paru, dan mengganggu kerja otot dilator yang ada di jalur pernapasan. Karena alasan tersebut, kita disarankan untuk tidur dalam posisi miring agar tidak mengubah ukuran jalur pernapasan maupun volume paru-paru.

Obstructive sleep apnea sendiri didefinisikan sebagai kondisi di mana pernapasan berhenti secara tidak sadar dalam periode waktu singkat selama tidur. Normalnya, udara mengalir dengan lancar dari mulut dan hidung ke paru-paru setiap saat. Ketika episode apnea terjadi, aliran udara ini bisa terhenti dalam beberapa detik. Terhentinya aliran udara bahkan bisa terjadi berulang kali sepanjang aktivitas tidur. 

Kondisi OSA sebenarnya mudah diidentifikasi melalui gejala-gejala yang dirasakan. Mudah kelelahan dan mengantuk di siang hari adalah gejala umumnya. Kalau kamu mengalami gejala tersebut, sebaiknya tanya dokter Halodoc untuk memastikan apakah kamu benar-benar mengalami OSA. Sebelum bertanya lewat Talk A Doctor Halodoc, yuk download aplikasinya dulu. Berikut ini gejala dan tanda-tanda lain dari OSA.

Baca Juga: Ini Alasan Obstructive Sleep Apnea (OSA) Sebabkan Depresi

Gejala Obstructive Sleep Apnea

Selain gejala umum yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi obstructive sleep apnea juga ditandai dengan gejala seperti ini:

  • Mendengkur keras saat tidur;

  • Terbangun dari tidur akibat napas terhenti sesaat;

  • Mulut menjadi kering dan sakit tenggorokan saat bangun tidur;

  • Mengalami sakit kepala di pagi hari;

  • Sulit berkonsentrasi di siang hari;

  • Menjadi emosional;

  • Mudah stres;

  • Tekanan darah tinggi;

  • Berkeringat malam hari; dan

  • Penurunan libido

Lantas, sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi obstructive sleep apnea? Simak penjelasan dibawah ini.

Penyebab Terjadinya Obstructive Sleep Apnea

Obstructive sleep apnea adalah kondisi yang bisa diidap oleh siapa saja. Namun, ada berbagai faktor yang berpeluang tinggi mengalami kondisi ini, diantaranya:

  • Pengidap obesitas. Meski tidak semua pengidap obesitas pasti mengalami OSA, tetapi penumpukan lemak di sekitar jalan napas bagian atas berisiko menghalangi pernapasan. 

  • Mengidap amandel atau gondok. Ketika seseorang mempunyai amandel atau gondok, jalur napas mereka cenderung menyempit dan menghalangi aliran udara. 

  • Hidung tersumbat kronis. Apnea tidur obstruktif terjadi dua kali lebih sering pada mereka yang memiliki hidung tersumbat di malam hari, apapun penyebabnya. Ini mungkin karena saluran udara yang menyempit.

  • Merokok. Orang yang merokok lebih cenderung mengalami apnea tidur obstruktif.

  • Kondisi medis. Sebagian besar pengidap tekanan darah tinggi, diabetes, dan asma sering mengalami OSA

Baca Juga: Ketahui 3 Penanganan Obstructive Sleep Apnea