10 August 2018

Sperma Masuk ke Dalam Kandungan, Bahayakah?

sperma

Halodoc, Jakarta – Berhubungan intim saat hamil tidaklah dilarang. Malah berhubungan intim dapat memberi banyak manfaat bagi ibu hamil. Namun, tetap saja masih banyak pasangan yang ragu-ragu melakukan hubungan intim saat hamil. Apalagi sempat beredar kabar bahwa sperma yang masuk ke dalam kandungan bisa membahayakan janin. Benarkah demikian?

Berhubungan intim sebenarnya merupakan salah satu aktivitas yang aman dilakukan saat hamil dan tidak memberi dampak buruk bagi janin, selama dilakukan dengan mengikuti aturan-aturan amannya. Namun katanya, ejakulasi di dalam Miss V bisa membahayakan janin lantaran sperma mengandung suatu zat tertentu yang bisa memicu reaksi sensitif pada mulut rahim. Karena itu, para suami disarankan untuk mengeluarkan sperma di luar Miss V atau menggunakan kondom ketika ingin berhubungan intim dengan istri yang sedang hamil.

Baca juga: 5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar. Ejakulasi di dalam Miss V merupakan hal yang aman karena janin dilindungi oleh selaput dan cairan ketuban. Sperma yang masuk ke dalam rahim juga tidak berbahaya untuk janin, kecuali bila suami mengidap infeksi alat kelamin atau AIDS. Namun, bagi ibu yang sedang hamil muda atau memiliki kondisi kehamilan yang lemah, sebaiknya tidak menumpahkan sperma dalam jumlah yang banyak di dalam Miss V, karena sperma mengandung zat prostaglandin yang dapat memicu reaksi kontraksi pada rahim dan kram perut. Sehingga bisa menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran bila usia kehamilan masih muda. Namun, bila kehamilan ibu sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari ejakulasi di dalam Miss V.

Walaupun tergolong aman, namun berhubungan intim saat hamil memiliki risiko berikut:

  • Keguguran akibat adanya kromosom yang tidak normal atau kondisi lainnya. Baca juga: 6 Penyebab Hamil Muda Rentan Keguguran
  • Kontraksi uterus. Namun, jenis kontraksi ini berbeda dengan kontraksi menjelang kelahiran bayi.

Karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak berhubungan intim dulu untuk sementara bila mengalami kondisi berikut:

  • Mengalami pendarahan yang tidak jelas penyebabnya.
  • Saat air ketuban bocor.
  • Memiliki riwayat persalinan prematur.
  • Memiliki kondisi kehamilan yang berisiko. Pada beberapa kehamilan yang kondisinya lemah atau berisiko, berhubungan intim sekalipun menggunakan kondom akan tetap menimbulkan risiko seperti flek atau rasa mulas. Flek merupakan tanda adanya masalah dengan janin ibu, sedangkan rasa mulas bisa menandakan adanya kontraksi rahim dini yang bisa menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.
  • Mengalami plasenta previa, yaitu saat plasenta menempel di bawah rahim sehingga menutup jalan lahir bagi janin yang akan lahir.
  • Leher rahim terbuka terlalu awal.

Bagi ibu yang memiliki kondisi kehamilan yang sehat, berhubungan intim pada awal kehamilan justru dapat mengurangi ketegangan dan stres akibat perubahan hormon. Sedangkan pada trimester ketiga, berhubungan intim sangat disarankan untuk membantu merangsang kontraksi. Namun, di akhir semester kehamilan, perut ibu sudah sangat besar sehingga mungkin akan lebih sulit untuk berhubungan intim dan berisiko menekan perut sehingga berbahaya bagi janin.

Baca juga: Posisi Hubungan Intim saat Hamil Sesuai Trimester

Bila ibu hamil masih ingin bertanya seputar seks saat hamil, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter dan minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.