09 October 2018

Sulit Menelan? Kenali Gejala Disfagia

Disfagia, gejala disfagia

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah disfagia? Disfagia merupakan sebuah istilah medis yang berarti sulit menelan. Ini merupakan kondisi ketika tubuh kamu memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke dalam lambung.

Kerongkongan adalah saluran berotot yang menyambungkan tenggorokan (faring) dengan lambung. Kerongkongan memiliki panjang sekitar 20 sentimeter dan dilapisi dengan jaringan yang lembap berwarna merah muda (mukosa). Kerongkongan terletak di belakang trakea dan jantung, dan di depan tulang belakang.

Disfagia biasanya pertanda dari masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, saat kamu makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan cukup halus. Namun, disfagia yang berkepanjangan dapat mengindikasi kondisi medis serius yang memerlukan perawatan.

Gejala utama pada pengidap disfagia adalah kesulitan menelan makanan dan minuman. Disfagia juga dapat terjadi pada anak-anak dengan gejala seperti:

  1. Kehilangan berat badan secara tiba-tiba.
  2. Makanan atau minuman sering tidak tertelan (muntah).
  3. Sulit bernapas saat sedang makan.
  4. Tidak mau memakan makanan tertentu.

Selain kesulitan menelan, beberapa gejala atau tanda-tanda lain yang dapat menyertai pengidap penyakit ini adalah:

  1. Rasa nyeri saat menelan.
  2. Makanan terasa tersangkut di dalam tenggorokan atau dada.
  3. Mengeluarkan air liur terus-menerus.
  4. Tersedak atau batuk ketika makan dan minum.
  5. Suara menjadi serak.
  6. Sering nyeri dada dan ulu hati.
  7. Rasa asam lambung yang naik ke tenggorokan.
  8. Pengidap kerap memotong makanannya menjadi kecil-kecil akibat sulit menelan atau bahkan menghindari makanan tertentu.
  9. Otot saraf yang bertugas membantu memindahkan makanan melalui tenggorokan dan kerongkongan tidak berfungsi dengan benar. Hal ini dapat terjadi apabila kamu memiliki riwayat penyakit berikut ini:
  • Masalah tertentu pada sistem saraf, seperti post-polio syndrome, multiple sclerosis, atau penyakit parkinson.
  • Stroke, cedera pada otak atau saraf tulang belakang.
  • Kejang pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena otot pada kerongkongan yang tiba-tiba berkontraksi. Hal ini dapat mencegah makanan sampai ke lambung.
  • Masalah dengan sistem imun yang menyebabkan pembengkakan (atau peradangan) dan kelemahan pada tenggorokan atau kerongkongan. Hal ini dikarenakan karena asam lambung, infeksi, atau adanya pil yang tersangkut pada kerongkongan. Ini juga bisa dikarenakan oleh reaksi alergi terhadap suatu makanan.
  • Jaringan di kerongkongan menjadi keras dan sempit.

Jika tidak ditangani dengan baik, akibat disfagia dapat menimbulkan komplikasi yang tidak diinginkan. Pengidap penyakit ini dapat mengalami malnutrisi, dehidrasi, dan penurunan berat badan, karena kurangnya asupan dan nutrisi yang diperlukan untuk tubuh.

Selain itu, pengidap disfagia juga dapat mengalami gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pneumonia. Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh disfagia ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang masuk ke dalam saluran pernapasan pada saat kamu menelan makanan.

Penyakit sulit menelan ini umum terjadi. Walau siapa saja dapat mengidap penyakit ini, disfagia paling sering ditemukan pada lansia, bayi, dan orang yang memiliki gangguan pada otak dan sistem saraf.

Kamu dapat berdiskusi dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala disfagia pada diri kamu. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa berdiskusi langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call di mana pun dan kapan pun. Kamu tidak hanya dapat berdiskusi langsung, kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya segera di App Store atau Google play!

Baca juga: