Sulit Sembuh, Asam Urat Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sulit Sembuh, Asam Urat Bisa Dicegah?

Halodoc, Jakarta – jika asam urat hadir secara genetik, maka pria khususnya harus membatasi asupan alkohol, lemak, dan makanan yang lebih mungkin meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.

Konsumsi alkohol, terutama bir, juga dapat menyebabkan serangan asam urat. Pria dengan kondisi genetik asam urat harus memperhatikan berat badan ekstra hati-hati. Minum banyak cairan dapat membantu meminimalkan risiko batu ginjal. Tes darah dan urine dapat digunakan untuk menentukan risiko potensial serangan asam urat.

Pengobatan Asam Urat

Konsumsi obat-obatan juga dapat membantu mencegah serangan asam urat. Obat-obatan dapat menurunkan produksi asam urat dalam tubuh atau meningkatkan ekskresi asam urat dalam urine. 

Kalau kamu perlu saran profesional mengenai jenis obat yang dikonsumsi untuk kondisi asam urat tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Asam urat terjadi ketika kamu memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah dan itu membentuk kristal tajam di salah satu sendi. Jempol kaki adalah tempat paling umum untuk terjadinya hal ini. Ketika serangan asam urat terjadi biasanya dapat bertahan hingga 10 hari. 

Baca juga: Jangan Dilakukan, Ini 10 Pantangan Asam Urat

36 jam pertama adalah masa yang paling menyakitkan. Biasanya memengaruhi hanya satu sendi pada satu waktu, tetapi jika tidak diobati, mungkin berakhir di lutut, pergelangan kaki, kaki, tangan, pergelangan tangan, ataupun siku.

Kabar baiknya, asam urat bisa dikendalikan melalui konsumsi obat dan diet yang tepat. Ketika asam urat menumpuk di tubuh, itu bisa membentuk kristal yang mengiritasi sendi. Suatu serangan dapat terjadi setelah suatu penyakit atau cedera. 

Tanda pertama adalah sering sakit di jempol kaki. Biasanya mempengaruhi satu sendi pada satu waktu, tetapi asam urat dapat menyebar ke sendi lain dan membuat mereka tampak merah dan bengkak.

Untuk menghindari serangannya, kamu bisa mempraktikkan hal-hal di bawah ini:

  1. Olahraga dan makan diet seimbang untuk mengontrol berat badan. 
  2. Minum banyak air
  3. Jauhi minuman manis
  4. Hindari penggunaan alkohol berlebihan, terutama bir. 
  5. Makan lebih sedikit daging, terutama hati dan roti manis, dan makanan laut. Dapatkan protein dari makanan seperti produk susu rendah lemak. Produk-produknya, misalnya yogurt, keju, dan susu.

Sejatinya obat dan perubahan gaya hidup ini dapat membantu seseorang melewati serangan dan mencegah serangan lain. Tanpa perawatan, serangan asam urat selama bertahun-tahun dapat merusak sendi yang terkena, menyebabkan kelainan bentuk, nyeri kronis, dan imobilitas. Tingkat asam urat yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan batu ginjal dan memengaruhi fungsi ginjal.

Baca juga: Jangan Didiamkan, Ini Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

Seseorang yang mengidap asam urat tidak akan dapat disembuhkan. Ini adalah penyakit jangka panjang yang dapat dikontrol dengan kombinasi obat-obatan untuk mengendalikan kadar asam urat dan obat antiinflamasi untuk mengobati serangan. 

Menurunkan kadar asam urat adalah kunci untuk mengobati asam urat, dan pasien harus memahami hal ini. Dalam jangka panjang, jika kamu tidak menggunakan obat penurun asam urat, maka akan kambuh. 

Mengikuti diet rendah purin dapat membantu kamu membatasi produksi asam urat tubuh. Purin adalah jenis protein yang ada di berbagai jenis makanan. Ketika protein ini dipecah, asam urat adalah produk akhir. Pengidap asam urat harus mengikuti diet seimbang sambil membatasi asupan purinnya.

Hindari makanan yang kaya purin, seperti hati, ginjal, otak, jantung, dan daging organ lainnya. Untuk jenis ikan adalah ikan kecil, misalnya ikan teri, ikan bilis dan sarden, ikan kembung, kerang dan ekstrak daging.

Referensi:
Arthritis Foundation. Diakses pada 2019. Gout Causes.
WebMD. Diakses pada 2019. Which Medicines Treat Gout?
Health Xchange. Diakses pada 2019. ​​​Gout: Is There A Cure?