Sulli Bunuh Diri, Hati-Hati Cyberbullying Bisa Bikin Depresi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
sulli-bunuh-diri-hati-hati-cyberbullying-bisa-bikin-depresi-halodoc

Halodoc, Jakarta- Kasus bunuh diri public figure seringkali terjadi dan umumnya disebabkan oleh depresi. Seperti kasus meninggalnya Sulli, aktris dan penyanyi asal Korea Selatan baru-baru ini. Berdasarkan penyelidikan, Sulli seringkali mendapat komentar negatif di media sosial. Komentar negatif yang muncul tersebut berkaitan dengan gaya busana, bentuk badan, hingga kehidupan pribadinya. 

Hal ini memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan mentalnya hingga ia mengalami depresi berat. Mengapa cyberbullying dapat menyebabkan depresi pada korbannya? Simak penjelasannya, di sini!

Baca juga: Sulli Meninggal, Ini Alasan Depresi Bisa Picu Bunuh Diri

Mengapa Cyberbullying Memicu Depresi?

Dampak dari tindakan cyberbullying akan berbeda bagi setiap korbannya. Ada korban yang bersikap tidak acuh, ada juga korban yang merasakan depresi setelahnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang akan dilewati korban terlebih dahulu. Bagi mereka yang depresi,  awalnya korban akan merasakan kesendirian, marah, rasa takut, merasa tidak puas dengan diri sendiri, hingga pada akhirnya kepercayaan dirinya menurun akibat komentar negatif tentang dirinya. Akibatnya, korban cyberbullying akan mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur. Setelahnya, korban akan mengisolasi dirinya dan menghindari lingkungan sosial, hal ini sudah termasuk sebagai gejala depresi. 

Gejala depresi muncul akibat korban merasa dirinya tidak berguna dan tidak diinginkan di masyarakat. Pikiran tersebut akhirnya menyebabkan kesedihan yang berkepanjangan. Setiap orang memiliki kekuatan mentalnya masing-masing, ada yang kuat, ada juga yang kurang kuat. Sebagian orang yang mentalnya kurang kuat umumnya lebih mudah merasakan kesedihan akibat sering diejek. Rasa tidak diinginkan tersebut dapat memicu keinginan untuk bunuh diri, jika tidak segera ditangani. Jika kamu menerima perlakuan yang tidak menyenangkan, atau komentar negatif yang membuat suasana hatimu buruk, kamu dapat menceritakan masalah tersebut ke psikolog di Halodoc. Psikolog terbaik akan memberikan solusi yang tepat agar kesehatan mental kamu tetap terjaga. 

Baca juga: Pengangguran Bisa Picu Depresi Hingga Bunuh Diri

Tips Menghadapi Cyberbullying 

Tindakan cyberbullying memberikan dampak negatif bagi setiap korbannya. Bagi kamu yang pernah atau sering menjadi korban cyberbullying, kamu dapat melakukan beberapa tips untuk mengatasinya, antara lain: 

  • Tidak Menanggapi Pelaku 

Jika kamu diejek atau menerima komentar negatif di dunia maya, alangkah baiknya kamu tidak usah menanggapi ejekan tersebut. Meskipun menahan amarah adalah hal yang sulit, tetapi jika kamu menanggapi komentar negatif tersebut, kamu sama saja dengan pelaku cyberbullying. Terlebih lagi, pelaku cyberbullying umumnya senang jika kamu balik membalasnya, karena ini menandakan bahwa dirinya telah berhasil membuat kamu marah. Jika kamu muak dengan banyaknya komentar buruk, kamu juga dapat memblokir mereka yang memberikan komentar negatif tentang kamu. 

  • Melaporkan Pelaku 

Kamu dapat melaporkan pelaku cyberbullying kepada pihak yang berwajib jika komentarnya sudah melewati batas dan menebarkan kebencian. Kumpulkan bukti dari sosial media atau forum yang menunjukan pelaku melakukan intimidasi. Selain pada pihak berwajib, beberapa layanan sosial media tertentu seperti Twitter dan Instagram menyediakan layanan pengaduan bagi pengguna yang sering menebarkan kebencian.  

  • Kuatkan Rasa Percaya Diri

Menerima hujatan atau ejekan di dunia maya memang hal yang menyakitkan, terutama jika kamu dipermalukan depan orang banyak. Jika kamu tidak membangun kembali rasa percaya dirimu, kamu dapat merasakan kesedihan berkepanjangan hingga depresi. Maka, anggap saja komentar negatif tersebut sebuah masukan untuk dirimu berubah ke arah yang lebih baik. Membangun rasa percaya diri dapat kamu lakukan dengan menjaga kebersihan, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat. Jangan lupakan bahwa tubuh yang sehat juga menyebabkan mental yang sehat. 

Baca juga: Mahasiswa Punya Hasrat Bunuh Diri Tinggi, Mengapa?

Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dari diri sendiri. Sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri, meski hal ini bukan hal yang mudah dilakukan. Apalagi bagi yang cenderung mudah depresi. Oleh karena itu, kamu mesti pandai memilih hal-hal yang bisa menjauhkan kamu dari depresi. Misalnya, langsung memblokir orang-orang yang berpotensi mengutarakan komentar negatif, puasa dari sosial media, hingga membatasi diri menulis unggahan yang dapat memancing komentar negatif. 

Referensi: 
Psychologytoday.com. Diakses pada 2019. Cyberbullying
Psychologytoday.com. Diakses pada 2019. Depression