07 May 2019

Pengangguran Bisa Picu Depresi Hingga Bunuh Diri

Pengangguran Bisa Picu Depresi Hingga Bunuh Diri

Halodoc, Jakarta – Seorang wanita nekat lompat dari lantai empat di Mall Emporium Pluit, Jumat (3/5). Aksinya bunuh dirinya ini diduga dipicu stres karena belum kunjung dapat kerja, padahal almarhumah adalah lulusan perguruan tinggi luar negeri. Apakah belum mendapat pekerjaan bisa memicu orang menjadi stres?

Menurut jurnal penelitian dari South African Journal of Economic and Management Sciences, menyebutkan pengangguran merupakan masalah serius karena tidak hanya bisa memengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi saja, tapi juga pengucilan sosial.

Baca juga: Mahasiswa Punya Hasrat Bunuh Diri Tinggi, Mengapa?

Konsekuensi negatif dari pengangguran bisa berdampak jamak secara personal dan kepada lingkungan sekitar orang tersebut. Efek individu termasuk efek fisik dan psikologis. Efek fisik, termasuk peningkatan sakit kepala, sakit perut, masalah tidur, kekurangan energi, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Efek psikologis, termasuk peningkatan permusuhan, depresi, kecemasan, stres, kemarahan, ketakutan, keputusasaan, kesepian dan isolasi sosial, penurunan harga diri, kepuasan hidup, tingkat aspirasi, serta konsentrasi dan identitas pribadi.

Efek keluarga termasuk peningkatan pelecehan pasangan, gesekan perkawinan, depresi pasangan, konflik keluarga, pelecehan anak dan penurunan kohesi keluarga, serta kesejahteraan anak-anak.

Penelitian yang membandingkan pengangguran dengan orang-orang yang punya pekerjaan secara konsisten menemukan tingkat tekanan psikologis dan depresi yang lebih tinggi, serta tingkat harga diri yang lebih rendah pada penganggur.  

Baca juga: Bencana Alam Bisa Timbulkan Gangguan Jiwa

Lebih lanjut lagi mengenai dampak depresi pada pengangguran dijelaskan oleh psikolog Arthur Goldsmith, PhD yang mengatakan orang-orang yang belum mendapat pekerjaan rentan mengalami gangguan psikososial.

Mereka yang menganggur merasa tidak bisa berkontribusi pada keluarga dan komunitasnya. Harga diri dikompromikan selama pengangguran yang mengarah ke kecemasan dan keraguan diri. Perasaan "tidak berdaya" muncul ketika seseorang percaya mereka memiliki sedikit pengaruh atas peristiwa-peristiwa penting dalam hidupnya, seperti memiliki pekerjaan.

Membangkitkan Motivasi

Sangat penting untuk membangkitkan motivasi positif di dalam diri buat kamu yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Caranya bisa dengan bergabung dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya sukarelawan, amal, dan membantu secara sosial. Dengan aktif dalam aktivitas positif, sejatinya rasa percaya diri kamu akan semakin terbangun dan terhindar dari pikiran-pikiran negatif.

Selain aktif di kegiatan yang sifatnya membantu orang lain, kamu juga bisa meningkatkan kapasitas melalui kursus pengembangan diri. Ada banyak kursus online yang sifatnya gratis, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan uang.

Bukalah diri untuk menerima kesempatan-kesempatan yang selama ini kamu abaikan. Misalnya, mengembangkan hobi yang bisa menghasilkan uang, seperti menjahit atau menjual barang-barang milik pribadi yang masih bagus, tapi tidak digunakan lagi.

Baca juga: Utang Bisa Sebabkan Gangguan Emosi dan Mental

Memberikan Motivasi

Buat kamu yang memiliki orang terdekat yang berstatus pengangguran, ada baiknya kamu memberikan semangat dengan tidak mengatakan hal-hal yang membuatnya semakin down, seperti:

  1. “Kamu pilih-pilih pekerjaan, makanya belum dapat kerja…”

  2. “Kok sampai sekarang belum dapat kerja sih?”

  3. “Kamu minta gajinya ketinggian ya?”

Baca juga: Ketahui Obsesi Seksual yang Dialami Pengidap OCD

Alangkah lebih baik kalau kamu mengganti kalimat-kalimat yang sifatnya menghakimi dengan sesuatu yang positif dan ceria. Memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan ataupun acara-acara yang sifatnya mengembangkan diri jauh lebih bermanfaat.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai bagaimana pengangguran bisa picu depresi hingga bunuh diri, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.