• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tahapan Perubahan Bentuk Payudara Saat Hamil

Tahapan Perubahan Bentuk Payudara Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Kondisi kehamilan yang dijalani tentu membuat beberapa wanita lebih berhati-hati terhadap kegiatan yang akan dilakukan. Tidak hanya itu, perubahan yang terjadi pada wanita yang menjalani kehamilan terkadang membuat kondisi tidak nyaman, apalagi jika kehamilan yang dijalani merupakan kehamilan yang pertama.

Baca juga: Banyak Perubahan Psikologis, Ini Sifat Bumil yang Mesti Diketahui Suami

Menurut Cardiovascular Journal of Africa, saat hamil tubuh ibu mengalami banyak perubahan. Perubahan yang terjadi pada tubuh ibu merupakan kondisi alami untuk memelihara dan membantu perkembangan janin yang bertumbuh pada kandungan.

Inilah Tahap Perubahan Payudara pada Ibu Hamil  

Selain perut yang membesar, ukuran payudara ibu hamil juga ikut membesar dan bagian areolanya akan melebar sebagai persiapan untuk menyusui bayi. Terkadang perubahan bentuk payudara ini bisa bikin ibu merasa tidak nyaman. Namun, jangan khawatir, karena kondisi tersebut masih termasuk normal. Jangan cuma memerhatikan perubahan pada perut saja, yuk ketahui perubahan pada payudara yang ibu alami saat hamil berikut.

Perubahan bentuk payudara pada ibu hamil terjadi karena tubuh melepas hormon estrogen dan progesteron. Selain tubuh, ada juga hormon prolaktin yang memicu produksi ASI. Perubahan ini menandakan bahwa tubuh ibu hamil mempersiapkan diri untuk proses menyusui. Bentuk payudara ibu hamil akan berubah secara bertahap seiring bertambahnya usia kehamilan. Berikut tahapannya:

1. Trimester Pertama: Minggu Ke-1 Sampai 12

Menurut Obstetrics and Gynecology Science, payudara ibu hamil mengalami perubahan pada awal kehamilan, artinya saat kehamilan memasuki trimester pertama. Hal ini terjadi akibat adanya pengaruh perubahan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin pada tubuh ibu hamil.

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil biasanya mengalami rasa nyeri, geli, dan bengkak pada payudara. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aliran darah dan jaringan payudara yang mulai berubah akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh ibu. Selain itu, pembuluh darah kecil di sekitar payudara yang bertambah banyak juga membuat payudara ibu menjadi lebih sensitif bila disentuh.

Rasa tidak nyaman pada payudara ini mirip seperti gejala yang dialami oleh beberapa wanita sebelum menstruasi. Biasanya kondisi ini mulai terasa sekitar 4-6 minggu usia kehamilan dan menghilang setelah trimester pertama.

Selain itu, ukuran payudara ibu hamil pun juga akan terlihat membesar. Ibu dapat menyadari perubahan ini dengan melihat berubahnya ukuran bra yang harus dipakai. Umumnya, ukuran payudara membesar satu hingga dua cup, terutama pada ibu yang baru pertama kali hamil. Membesarnya payudara bisa menimbulkan rasa gatal di area tersebut. Beberapa ibu juga mengalami garis-garis stretch mark di sekitar payudara, akibat kulit yang melebar untuk mengakomodasi ukuran payudara. Biasanya, ibu hamil akan merasakan kondisi ini di sekitar 6-8 minggu usia kehamilan.

Baca juga: Cari Tahu Masalah Kulit Pada Masa Kehamilan

2. Trimester Kedua: Minggu Ke-13 Sampai 16

Selain bertambah besar, payudara ibu hamil juga semakin berat di trimester kedua kehamilan. Perubahan ini membuat pembuluh darah yang ada di bawah kulit menjadi terlihat lebih jelas. Menurut American Pregnancy Association, ibu hamil pada trimester kedua mengalami beberapa perubahan pada area puting, seperti warna puting dan areola yang menjadi lebih gelap.

Tidak hanya itu, areola juga mengalami perubahan dengan semakin melebar. Ibu mungkin juga menemukan benjolan-benjolan kecil di sekitar puting. Jangan khawatir, kondisi tersebut merupakan hal yang normal terjadi pada ibu hamil.

Namun, untuk menghilangkan rasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi, ibu bisa berdiskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc atau lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat, agar ibu lebih tenang menghadapi perubahan yang terjadi selama kehamilan.

3. Trimester Ketiga (minggu ke-27 sampai hari persalinan)

Memasuki usia kehamilan di trimester ketiga, terutama di minggu-minggu menjelang persalinan, puting dan payudara ibu akan terus membesar karena produksi ASI yang meningkat. Dilansir dari Obstetrics and Gynecology Science, adanya pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin yang disekresikan dari kelenjar hipofisis posterior, selama akhir kehamilan, sel-sel alveolar dapat menghasilkan ASI dini yang dikenal sebagai kolostrum.

American Pregnancy Association mengatakan bahwa kolostrum memiliki banyak manfaat untuk bayi yang baru dilahirkan. Beberapa di antaranya adalah untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh pada bayi, mencukupi kebutuhan nutrisi serta gizi yang dibutuhkan oleh bayi, dan meningkatkan kesehatan mata, otak serta hati.

Baca juga: ASI Keluar Meski Masih Hamil, Jangan Panik!

Namun, nyatanya tidak semua ibu mengalami munculnya kolostrum pada akhir kehamilan. Ada beberapa ibu yang mengeluarkan kolostrum sesaat setelah melakukan persalinan.

Itulah beberapa tahapan perubahan bentuk payudara ibu saat hamil. Ibu disarankan untuk mengganti bra dengan ukuran yang lebih besar untuk menyesuaikan dengan bentuk payudara ibu yang sudah membesar.

Selain itu, pilihlah bra yang terbuat dari bahan katun karena lebih terasa adem dan nyaman, serta memungkinkan sirkulasi udara mengalir dengan lancar, sehingga kulit payudara bisa bernapas.

Referensi:
Cardiovascular Journal of Africa. Diakses pada 2019. Physiological Changes in Pregnancy
Obstetrics and Gynecology Science. Diakses pada 2019. Breast Disease During Pregnancy and lactation
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Colostrum, The Superfood For Your Newborn
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019. Breast Changes During Pregnancy