• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanda Jika Terkena Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanda Jika Terkena Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti

Tanda Jika Terkena Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 Agustus 2022

“Aedes aegypti adalah penyebar virus dengue yang menjadi penyebab demam berdarah. Salah satu tanda yang muncul setelah gigitan nyamuk aedes aegypti adalah bintik merah di kulit.”

Tanda Jika Terkena Gigitan Nyamuk Aedes AegyptiTanda Jika Terkena Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti

Halodoc, Jakarta – Aedes aegypti adalah nyamuk pembawa virus dengue yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah. Namun, hanya jenis nyamuk betina saja bisa menyebarkan virus.

Setelah menggigit kulit, virus yang dibawa oleh nyamuk akan berpindah ke dalam tubuh manusia. Beberapa hari kemudian, akan muncul gejala berupa bintik merah di area dada, sekitar ketiak dan tungkai bagian bawah.

Guna menurunkan risiko gigitan aedes aegypti, kamu disarankan untuk melakukan 3M. Caranya dengan menutup rapat tempat penyimpanan air, menguras bak penampungan air dan mengubur barang bekas.

Yang Terjadi pada Tubuh Setelah Digigit Aedes Aegypti

Virus akan hidup dalam tubuh nyamuk setelah mereka menggigit tubuh. Perpindahan virus dari pengidap ke manusia lain diperantarai oleh nyamuk ketika menggigit tubuh atau mengisap darah.

Tanda gigitan tidak langsung muncul saat itu juga, melainkan dalam 5 hari setelah digigit nyamuk. Gejala fisik bisa berupa demam, sakit kepala, nyeri di sekujur tubuh dan pegal atau linu di area persendian.

Sementara pada kulit, tandanya bisa berupa ruam merah yang muncul di area dada, lalu menjalar ke tangan. Selain ruam merah, muncul bintik merah bekas gigitan nyamuk yang berubah menjadi kehitaman di area tangan dan punggung kaki.

Beberapa gejala yang disebutkan barusan bisa berkembang menjadi demam berdarah. Jika tak segera mendapat perawatan, penderita bisa mengalami sakit perut hebat, kesulitan bernapas, hingga kebocoran kapiler darah.

Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes aegypti memiliki ukuran, warna dan habitat yang berbeda dengan jenis nyamuk lainnya.

1. Ukuran dan Warna Nyamuk

Aedes aegypti memiliki ukuran tubuh yang kecil dan berwarna hitam, dengan belang putih di sekujur tubuhnya. Mereka bisa terbang sejauh 400 meter. Karena itu, penyebaran virus dengue bisa terjadi dalam radius yang cukup jauh dari tempat nyamuk bersarang.

2. Tinggal dan Berkembangbiak di Air Bersih

Aedes aegypti tinggal dan bertelur di tempat yang lembap, seperti wadah atau genangan air bersih. Mereka juga bersembunyi di sudut rumah yang gelap, seperti kolong kasur, lemari dan gudang.

3. Aktif di Malam Hari

Nyamuk menggigit dan menyebarkan virus di malam hari. Karena itu, disarankan mengenakan baju tertutup dan mengoleskan losion ke seluruh tubuh sebelum tidur.

Mencegah Perkembangbiakan Nyamuk Aedes Aegypti

Mencegah nyamuk berkembangbiak bisa dilakukan dengan menerapkan 3M, seperti yang sudah dijabarkan di awal. Sementara tindakan pencegahan tambahan yang bisa kamu lakukan meliputi:

  • Memasang tirai antinyamuk di tempat tidur.
  • Memasang kawat antinyamuk di jendela dan ventilasi rumah.
  • Menyebarkan bubuk abate di bak mandi dan tempat penampungan air.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender, rosemary, kemangi dan serai.
  • Menyemprotkan obat antinyamuk beberapa jam sebelum tidur.
  • Rutin membersihkan lingkungan rumah.

Yang perlu digaris bawahi adalah, penggunaan obat nyamuk harus dilakukan secara hati-hati. Apalagi jika kamu memiliki bayi, anak-anak dan riwayat penyakit asma. Sebab, obat nyamuk meningkatkan risiko keracunan dan kekambuhan gejala asma.

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera buat janji rumah sakit untuk melakukan langkah perawatan. Kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Dengue. Prevent Mosquito Bites.
European Centre for Disease Prevention and Control. Diakses pada 2022. Aedes Aegypti – Factsheet for Experts.