• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 Desember 2021
Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

"Keputihan adalah cara vagina melindungi diri dari infeksi. Namun, ada ciri-ciri keputihan abnormal yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi saat hamil. Kondisi ini perlu mendapatkan perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan."


Halodoc, Jakarta – Kenyataannya, keputihan juga bisa terjadi selama hamil, dan kondisi ini memang telah menjadi masalah yang cukup umum terjadi pada wanita. Sebenarnya, keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan melembapkan vagina. Saat seseorang mengalami keputihan, maka cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri. Dengan begini, organ intim wanita akan tetap terlindungi dari infeksi.

Umumnya keputihan normal terjadi ketika wanita mengalami menstruasi atau ketika tengah mengandung akibat perubahan hormon. Namun, kamu juga tetap waspada akan gejala-gejala yang mungkin terjadi. Karena ini bisa jadi ciri-ciri keputihan yang abnormal sehingga perlu diberikan perawatan yang tepat. 


Ciri-Ciri Keputihan Abnormal Selama Hamil

Keputihan saat hamil tentunya akan semakin membuat bumil merasa tidak nyaman. Sebab, bukan rahasia lagi kalau kehamilan bisa menimbulkan beragam keluhan pada wanita. Mulai dari mual, kram perut, hingga lelah. Jadi, dengan ditambah dengan keputihan, ibu hamil akan semakin tidak nyaman, bahkan menyebabkan mereka stres karenanya. 

Namun, kamu tetap perlu ingat bahwa keputihan selama hamil tetaplah normal. Meski begitu, tetap waspadai tiap gejala yang terjadi karena ada beberapa ciri-ciri keputihan abnormal berikut ini: 

  • Cairannya kental dan berbau busuk;
  • Muncul rasa panas pada vagina;
  • Timbul rasa gatal di sekitar vagina;
  • Keluar cairan berlebihan seperti menstruasi;
  • Warnanya kuning, hijau, cokelat, dan disertai darah;
  • Keluar cairannya berlebihan seperti menstruasi;
  • Disertai nyeri panggul atau perdarahan.

Keputihan Abnormal Bisa Jadi Gejala Vaginitis 

Selain itu, ada pula gejala lainnya yang mesti diwaspadai. Menurut U.S. Department of Health & Human Services, bila keputihan disertai rasa terbakar atau gatal di sekitar vagina, kemungkinan bisa menandai vaginitis (peradangan pada vagina). Gejalanya beragam, seperti:

  • Bau pada vagina yang menyengat;
  • Keputihan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu;
  • Rasa gatal vagina;
  • Timbulnya rasa nyeri vagina;
  • Kemerahan di sekitar vagina.

Jika kamu mengalami gejala di atas, kamu bisa coba tanya pada dokter di Halodoc. Dokter mungkin punya saran kesehatan yang bisa kamu lakukan sebagai langkah awal mengatasi keputihan abnormal. Praktis bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang! 

Penyebab Ciri-Ciri Keputihan Abnormal 

Kenyataannya, ada berbagai jenis penyebab keputihan saat hamil, salah satunya adalah infeksi jamur. Misalnya, infeksi jamur Candida yang menyebabkan munculnya keputihan pada ibu hamil. Infeksi ini juga dapat terjadi karena penurunan daya tahan tubuh sang ibu. Di samping itu, peningkatan hormon estrogen dan progesteron juga bisa meningkatkan pertumbuhan Candida.

Selain serangan jamur, keputihan abnormal saat hamil juga bisa dipicu oleh infeksi bakteri, contohnya vaginosis bakterialis. Kondisi ini terjadi ketika perubahan hormon yang mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang berlebih pada vagina. Hati-hati, dalam beberapa kasus kondisi ini bisa memicu kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan yang kurang.

Lakukan Ini Saat Alami Keputihan Saat Hamil 

Peningkatan volume keputihan yang berbau ringan selama kehamilan adalah normal, tetapi warna dan bau yang tidak biasa sering mengindikasikan infeksi. Seorang dokter dapat meresepkan antibiotik atau obat lain untuk mengobati infeksi di area tubuh ini.

Ibu hamil juga biasanya dapat menjaga kesehatan vagina selama kehamilan dengan melakukan hal berikut:

  • Menghindari penggunaan tampon.
  • Menghindari douching.
  • Memilih produk perawatan pribadi tanpa pewangi dan barang-barang kebersihan kewanitaan, termasuk kertas toilet dan sabun tanpa pewangi.
  • Mengenakan panty liner untuk menyerap kelebihan cairan.
  • Menyeka daerah genital dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar.
  • Mengeringkan alat kelamin secara menyeluruh setelah mandi atau berenang.
  • Mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari kain yang menyerap keringat.
  • Menghindari mengenakan celana ketat jenis apapun yang bisa meningkatkan risiko infeksi.
  • Makan makanan yang sehat dan menghindari terlalu banyak gula, yang dapat mendorong infeksi jamur.
  • Mencoba makanan dan suplemen probiotik yang aman dikonsumsi selama kehamilan, yang dapat mencegah ketidakseimbangan bakteri di vagina.



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Vaginal Discharge During Pregnancy.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What Do Different Colors of Discharge Mean in Pregnancy?
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Health A-Z. Vaginal Discharge.
U.S. Department of Health and Human Services - Office of Population Affairs. Diakses pada 2021. Vaginal Discharge.

Diperbarui pada 28 Desember 2021