• Home
  • /
  • Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Ini Ciri-Ciri Keputihan Abnormal saat Hamil

Halodoc, Jakarta - Berbicara keputihan, sama halnya membicarakan keluhan pada vaginan yang umum dialami banyak wanita, termasuk bumil. Sebenarnya, keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan melembapkan vagina.

Ketika seseorang mengalami keputihan, maka cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri. Dengan begini, organ intim wanita akan tetap terlindungi dari infeksi.

Umumnya keputihan ini normal terjadi ketika wanita mengalami menstruasi atau ketika tengah mengandung karena perubahan hormon. Nah, pertanyaanya, bagaimana sih cara mengenali tanda keputihan abnormal saat hamil? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Kenali Keputihan Normal dan Abnormal

Keputihan saat hamil tentunya akan semakin membuat bumil merasa tidak nyaman. Sebab, bukan rahasia lagi kalau kehamilan bisa menimbulkan beragam keluhan pada wanita. Mulai dari mual, kram perut, hingga lelah. Sudah kebayangkan, apa yang mesti dihadapi ibu hamil?

Nah, sebenarnya cara membedakan keputihan normal atau tidak saat hamil tak sulit kok. Nah, berikut beberapa ciri bisa kamu amati:

Keputihan normal

  • Tak berbau kuat, amis, anyir, atau busuk.

  • Warnanya bening atau putih susu jernih.

  • Teksturnya licin dan lengket, bisa encer atau kental.

  • Muncul cukup banyak dengan tekstur licin dan basah, biasanya beberapa hari di antara siklus haid atau selama ovulasi.

Keputihan abnormal

  • Cairannya kental dan berbau busuk.

  • Muncul rasa panas pada vagina.

  • Timbul rasa gatal di sekitar vagina.

  • Keluar cairan berlebihan seperti menstruasi.

  • Warnanya kuning, atau bisa hijau, cokelat, dan disertai darah.

  • Kelur cairannya berlebihan seperti menstruasi.

  • Disertai nyeri panggul atau perdarahan

Selain itu, ada pula gejala lainnya yang mesti diwaspadai. Menurut U.S. Department of Health & Human Services, bila keputihan disertai rasa terbakar atau gatal di sekitar vagina, kemungkinan bisa menandai vaginitis (peradangan pada vagina). Gejalanya beragam, seperti:

  • Bau pada vagina yang menyengat.

  • Keputihan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu.

  • Rasa gatal vagina.

  • Timbulnya rasa nyeri vagina.

  • Kemerahan di sekitar vagina

Baca juga: Atasi Keputihan Abnormal dengan 6 Cara Berikut

Nah, andaikan keputihan berlebihan ditandai dengan gejala di atas, segeralah temui dokter. Pasalnya, keputihan berlebihan yang abnormal bisa menjadi gejala dari sebuah penyakit reproduksi. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Gegara Serangan Jamur dan Bakteri

Kemungkinan penyebab keputihan saat hamil beragam. Salah satunya infeksi jamur. Misalnya, infeksi jamur Candida yang menyebabkan munculnya keputihan pada ibu hamil. Infeksi ini dapat terjadi karena penurunan daya tahan tubuh sang ibu. Di samping itu, peningkatan hormon estrogen dan progesteron juga bisa meningkatkan pertumbuhan Candida.

Selain serangan jamur, keputihan abnormal saat hamil juga bisa dipicu oleh infeksi bakteri, contohnya vaginosis bakterialis. Kondisi ini terjadi ketika perubahan hormon yang mengakibatkan petumbuhan bakteri yang berlebih pada vagina. Hati-hati, dalam beberapa kasus kondisi ini bisa memicu kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan yang kurang.

Baca juga: Atasi Keputihan dengan Konsumsi Makanan Ini

Lalu, bagaimana dengan gejala vaginosis bakterialis? Pengidapnya bisa mengalami gejala, seperti keputihan yang berwarna abu-abu, rasa gatal di sekitar vagina, dan nyeri saat buang air kecil.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Vaginal Discharge.
US Department of Health and Human Services. Diakses pada 2020. Office of Population Affairs. Vaginal Discharge.