• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tar dan Nikotin, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tar dan Nikotin, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?

Tar dan Nikotin, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 Juli 2022

“Tar dan nikotin adalah dua bahan dalam rokok yang diketahui berbahaya bagi kesehatan. Tar bisa menyebabkan kanker dan penyakit paru-paru, sedangkan nikotin bisa menyebabkan kecanduan seperti pemakaian obat-obatan terlarang.”

Tar dan Nikotin, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?Tar dan Nikotin, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?

Halodoc, Jakarta – Merokok sudah diketahui bisa memberikan banyak dampak buruk bagi kesehatan. Sebab di dalam sebatang rokok terdapat sejumlah kandungan yang berbahaya bagi tubuh. Dua di antaranya adalah tar dan nikotin.

Tar adalah zat kimia yang dihasilkan ketika tembakau dibakar, sementara nikotin adalah stimulan yang ditemukan dalam tanaman tembakau yang memiliki sifat adiktif. Lantas, di antara tar dan nikotin, manakah yang lebih berbahaya bagi kesehatan tubuh? Cari tahu jawabannya di sini.

Mengenal Tar yang Lebih Berbahaya dari Nikotin

Ternyata meskipun nikotin dalam rokok bersifat adiktif, tar adalah bahan yang bertanggung jawab atas risiko kesehatan terbesar, termasuk berbagai jenis kanker.

Tar adalah zat lengket berwarna coklat yang menjadi penyebab warna gigi dan jari perokok menjadi kuning kecoklatan. Zat tersebut mengandung partikel penyebab kanker, yaitu karsinogen. Tar juga bisa merusak paru-paru dengan mempersempit saluran kecil (bronkiolus) yang menyerap oksigen. Zat tersebut juga merusak rambut-rambut kecil (silia) yang membantu melindungi paru-paru kamu dari kotoran dan infeksi. 

Itulah mengapa orang yang merokok berisiko tinggi mengalami berbagai penyakit paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan emfisema.

Berikut beberapa dampak buruk tar pada kesehatan:

  • Berbahaya untuk Paru-paru

Setiap kali kamu menghirup rokok, tar dalam asap rokok akan menumpuk di paru-paru. Seiring waktu, jaringan paru-paru yang sehat dan berwarna merah muda akan berubah menjadi abu-abu, dan akhirnya menjadi hitam karena banyaknya tar yang menumpuk.

Nah, efek utama dari kondisi tersebut adalah silia yang berperan penting untuk menyaring polutan, akan semakin lemah dan akhirnya mati. Ketika silia rusak, racun dalam tar bisa masuk lebih dalam ke paru-paru.

Beberapa racun tersebut bisa dibuang saat kamu menghembuskan napas atau batuk, tapi sisanya dapat menetap di paru-paru. Akhirnya, hal itu bisa menyebabkan penyakit paru-paru dan kondisi, seperti emfisema, bronkitis, dan kanker paru-paru.

  • Meningkatkan Risiko Kanker

Tidak hanya bisa memengaruhi paru-paru, racun bisa dibawa ke aliran darah dan berpindah ke bagian lain dari tubuh, sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Karena asap rokok dihisap langsung melalui mulut, tar juga bisa berkontribusi pada kanker mulut.

  • Efek pada Otak

Merokok sudah terbukti memiliki efek negatif pada otak, tapi hal itu bukan hanya terjadi pada perokok aktif, tapi juga pasif. Penelitian menemukan bahwa paparan bahan kimia yang terbatas pada asap rokok bisa menyebabkan perubahan pada otak, seperti kecanduan.


Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok mungkin terkait dengan efek kognitif lainnya. Hal itu termasuk penurunan dalam pembelajaran, memori, keterampilan eksekutif, kecepatan pemrosesan, dan kecerdasan umum.

  • Menyebabkan Kondisi Kesehatan Lainnya

Racun dari tar bisa memengaruhi setiap organ dalam tubuh. Selain kanker, racun tar bisa menyebabkan diabetes, penyakit gusi, penyakit jantung, dan infertilitas.

Bahaya Nikotin Dalam Rokok

Meski begitu, bukan berarti nikotin dalam rokok tidak berbahaya. Menurut ahli bedah umum, nikotin bisa menyebabkan kecanduan yang parah sama seperti kokain dan heroin. Bahan tersebut juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, aliran darah ke jantung, dan penyempitan arteri.

Nikotin juga bisa menyebabkan pengerasan dinding arteri yang berpotensi menyebabkan serangan jantung. Bahan kimia ini bisa bertahan di dalam tubuh selama 6-8 jam, tergantung seberapa sering kamu merokok. Dan sama seperti kebanyakan zat adiktif lainnya, rokok juga bisa menyebabkan beberapa efek samping penarikan.

Tidak hanya itu, nikotin juga bisa berdampak pada bagian otak yang berperan dalam konsentrasi, memori, pembelajaran dan plastisitas otak. Hal itu bisa berbahaya bila rokok digunakan oleh anak remaja yang otaknya masih berkembang.

Itulah penjelasan mengenai bahaya tar dan nikotin dalam rokok. Jadi, berusahalah untuk berhenti merokok agar kesehatanmu tetap terjaga. Bila kamu ingin bertanya mengenai cara efektif untuk berhenti merokok, tanya dokter saja dengan menggunakan aplikasi Halodoc

Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya dari Halodoc bisa memberi kamu saran kesehatan yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2022. How Tar in Cigarettes Can Hurt You.
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What to Know About Nicotine Use.
Heart. Diakses pada 2022. How Smoking and Nicotine Damage Your Body.
NHS Inform. Diakses pada 2022. Tobacco