Sering Makan Sambil Tidur, Ini Gejala Parasomnia Taylor Swift

Penyakit Taylor Swift, Parasomnia, Makan sambil tidur,

Halodoc, Jakarta - Tidur merupakan hal yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena dengan tidur, tubuh dapat menjaga kinerja dan performanya agar bisa bekerja dengan optimal. Bagaimana jika seseorang mengidap parasomnia? Nah, seperti yang baru-baru dialami oleh Taylor Swift. Ternyata penyanyi cantik ini pernah tanpa sadar pergi ke dapur dan makan dengan lahapnya di tengah aktivitas tidur lelapnya. Parasomnia atau gangguan tidur yang satu ini dikenal dengan sleep eating disorder. Mau tahu lebih lengkapnya? Baca selengkapnya, ya!

Baca juga: Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia

Sleep Eating Disorder, Parasomnia yang Seperti Apa?

Seseorang dengan gangguan ini akan makan dan minum dengan lahapnya saat dalam kondisi tidur. Para pengidap kondisi ini bisa saja tidak menyadari apa yang mereka lakukan sepenuhnya, hingga keesokan paginya. Kondisi ini bisa saja membahayakan pengidapnya, karena bisa saja mereka melukai diri sendiri selama persiapan makan dan minum. Malah mungkin saja mereka bisa mengonsumsi makanan atau minuman yang beracun. Gangguan tidur yang satu ini bisa jadi penyebab obesitas karena mengonsumsi makanan di jam yang tidak tepat. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat-obatan tertentu.

Baca juga: Kelelahan Bisa Sebabkan Night Terror, Benarkah?

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Sleep Eating Disorder

Sleep eating disorder merupakan salah satu jenis dari parasomnia, yaitu aktivitas abnormal yang terjadi saat kamu tidur. Hal ini biasanya terjadi pada saat kamu sedang terlelap tidur. Gejala yang sering dilakukan adalah makan dan minum di luar kendali. Selain itu, beberapa gejala yang jadi tandai kalau kamu mengidap gangguan ini, yaitu:

  • Ingatan akan minum dan makan akan sedikit teringat, bahkan bisa saja hilang.

  • Kamu bisa saja mengonsumsi makanan yang tinggi akan karbohidrat dan tinggi lemak.

  • Kamu bisa saja mengonsumsi zat yang tidak bisa dimakan atau bahkan beracun, seperti makan bubuk kopi, makanan beku, atau suatu larutan yang berbahaya bagi manusia.

  • Kamu tidak mudah terbangun atau diarahkan untuk kembali tidur saat sedang terjadi sleep eating disorder ini.

Nah, kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi kesehatan kamu, mengingat kamu melakukannya tanpa disertai dengan kesadaran penuh. Jika hal-hal tersebut terjadi, kamu bisa segera diskusikan dengan dokter guna mencegah timbulnya komplikasi.

Baca juga: Perlu Tahu Penyakit Langka Exploding Head Syndrome

Penyebab dari Sleep Eating Disorder

Gangguan tidur ini biasanya terjadi pada fase Non-Rapid Eye Movement (NREM) menuju ke fase tidur yang lebih lelap. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari sleep eating disorder ini. Namun, seseorang dengan riwayat tidur berjalan memiliki faktor lebih tinggi untuk mengidap kondisi ini. Nah, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya sleep eating disorder ini, antara lain:

  • Awal kondisi ini biasanya dimulai pada usia awal 20-an.

  • Lebih sering terjadi pada wanita.

  • Pengidap sleep apnea, narkolepsi, dan sindrom kaki gajah lebih rentan mengidap sleep eating disorder.

  • Seseorang yang mengalami gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

  • Seseorang yang mengalami gangguan seperti stres, kegelisahan atau depresi.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan tidur berjalan.

  • Seseorang yang kurang cukup tidur.

Nah, kondisi-kondisi di atas bisa kamu atasi dengan berdiskusi dengan dokter ahli. Jika kamu enggak mau repot keluar rumah, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!