21 September 2018

Telat Datang Bulan, Bisa Jadi Tanda 6 Penyakit Ini

telat datang bulan

Halodoc, Jakarta - Secara umum, siklus menstruasi setiap wanita adalah sekitar 21-36 hari. Meski pada kenyataannya, telat datang bulan menjadi hal yang seringkali dialami, karena banyak faktor, mulai dari kadar hormon dalam tubuh hingga gaya hidup yang kurang sehat.

Terlambat datang bulan pun sering dikaitkan dengan kehamilan. Padahal sebenarnya ada berbagai faktor lain yang menyebabkan wanita telat haid. Salah satunya adalah gejala suatu penyakit. Ya, jika kamu memiliki siklus menstruasi yang terlampau tidak teratur, sebaiknya jangan dianggap remeh ya, karena bisa jadi, itu merupakan tanda dari beberapa penyakit berikut:

1. Amenorrhea

Amenorrhea merupakan suatu gangguan reproduksi pada wanita yang ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi pada suatu periode atau masa menstruasi. Amenorrhea pun dibedakan menjadi dua, primer dan sekunder. Amenorrhea primer adalah kondisi ketika seseorang belum pernah mengalami menstruasi ketika usia sudah lewat dari 16 tahun.

Sementara amenorrhea sekunder adalah kondisi di mana seorang wanita yang biasanya memiliki siklus menstruasi yang normal, tiba-tiba tidak menstruasi selama 3 bulan atau lebih secara berurutan. Gejala lain yang mungkin dialami adalah sakit kepala, gangguan penglihatan, dan pertumbuhan rambut-rambut di wajah secara berlebihan.

2. Gangguan Tiroid

Di dalam tubuh, ada sebuah kelenjar bernama kelenjar tiroid. Kelenjar ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika kelenjar tiroid ini tidak bekerja dengan baik, menstruasi pun bisa terganggu. Kelenjar tiroid yang bermasalah dapat diketahui juga dengan gejala-gejala lain seperti tubuh yang mudah lelah, berat badan yang naik-turun drastis, hingga kerontokan rambut.

3. Polisistik Ovarium

Polisistik ovarium (polycystic ovaries) merupakan kondisi ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan kekurangan ovulasi, sehingga kadar beberapa hormon dalam tubuh seperti hormon estrogen, progesteron, dan testosteron berubah. Salah satu gejala penyakit ini adalah tidak teratur hingga hilangnya periode menstruasi yang biasa dialami wanita.

Gejala lain dari penyakit ini adalah adanya pertumbuhan rambut di bagian-bagian tubuh yang berlebihan, seperti di area wajah dan dada, meningkatnya berat badan, dan berbagai masalah kesuburan lainnya.

4. Penyakit Celiac

Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang terjadi akibat mengonsumsi gluten. Pada penyakit celiac, sistem kekebalan tubuh akan memberikan reaksi setelah mengonsumsi gluten, yang dapat merusak lapisan usus halus dan menghambat penyerapan nutrisi (malabsorpsi nutrisi). Akibatnya, pengidap penyakit celiac akan mengalami diare, lemas, atau anemia.

Gluten sendiri merupakan protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal, misalnya gandum. Beberapa contoh makanan yang mengandung gluten adalah pasta, keik, sereal sarapan, saus atau kecap tertentu, roti, dan beberapa jenis makanan instan. Gluten berfungsi membuat adonan roti atau makanan lain menjadi elastis dan kenyal.

5. Kista

Salah satu penyakit yang cukup rentan terjadi pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur adalah kista. Kista ini merupakan tumor jinak yang menyerang ovarium. Gejala lain dari penyakit ini selain tidak teraturnya siklus haid adalah rasa nyeri berlebihan yang dialami pada masa menstruasi.

6. Kanker Rahim

Pada stadium awal, orang yang menderita kanker rahim akan sering mengalami telat datang bulan. Sementara pada tingkat yang lebih akut, pengidap justru akan mengalami pendarahan yang sangat banyak. Lebih banyak dari jumlah yang biasa dikeluarkan pada menstruasi normal.

Namun, penyakit ini tidak hanya dapat diindikasikan dengan terlambatnya datang bulan. Untuk mengetahui apakah ada kanker atau tidak, diperlukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut di lab.

Bagi kamu yang membutuhkan pemeriksaan lab, kamu bisa lho memesannya melalui aplikasi Halodoc, dan petugas labnya akan datang ke rumahmu. Jika ingin diskusi langsung soal masalah kesehatan, ada fitur Chat atau Voice/Video Call pada aplikasi Halodoc yang bisa kamu manfaatkan untuk ngobrol langsung dengan dokter. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online, kapan saja dan di mana saja, hanya dengan men-download aplikasi Halodoc.

Baca juga: