• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terapi Pemaparan untuk Mengobati Gangguan Panik

Terapi Pemaparan untuk Mengobati Gangguan Panik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu mengalami serangan kecemasan yang tiba-tiba dan ketakutan luar biasa dan berlangsung selama beberapa menit? Jantung berdebar kencang, berkeringat, dan merasa seperti tidak bisa bernapas atau berpikir. 

Apakah serangan ini terjadi pada waktu yang tidak dapat diprediksi tanpa pemicu yang jelas, dan membuatmu khawatir tentang kemungkinan serangan lain akan datang? Jika itu yang terjadi, kamu sedang mengalami gangguan panik. Gangguan panik dapat diobati salah satunya melalui teknik pemaparan. Simak informasi selengkapnya di sini!

Baca juga: Apakah Gangguan Panik Disebabkan oleh Fobia Sosial?

Mengenal Terapi Pemaparan untuk Gangguan Panik

Terapi pemaparan adalah perawatan psikologis yang dikembangkan untuk membantu orang menghadapi ketakutannya. Ketika orang takut akan sesuatu, mereka cenderung menghindari objek, aktivitas, atau situasi yang ditakuti. 

Tindakan menghindari ini ini dapat membantu mengurangi perasaan takut dalam jangka pendek, tetapi untuk jangka panjang bisa malah lebih buruk. Dalam situasi seperti itu, secara keilmuan psikolog merekomendasikan program terapi pemaparan untuk membantu mematahkan pola penghindaran dan ketakutan. 

Dalam bentuk terapi ini, psikolog menciptakan lingkungan yang aman untuk "mengekspos" individu pada hal-hal yang mereka takuti dan hindari. Paparan terhadap objek, aktivitas, atau situasi yang ditakuti di lingkungan yang aman membantu mengurangi rasa takut dan upaya menghindar.

Ada beberapa variasi terapi pemaparan yang akan disesuaikan dengan kebutuhanmu. Psikolog akan menentukan bentuk terapi pemaparan seperti apa yang sesuai. 

1. Teknik Pemaparan in Vivo

Terapi pemaparan ini akan menghadapi langsung objek, situasi, atau aktivitas yang ditakuti dalam kehidupan nyata. Misalnya, seseorang yang takut ular mungkin diinstruksikan untuk memegang ular, atau seseorang dengan kecemasan sosial mungkin diinstruksikan untuk memberikan pidato di depan audiens. 

2. Paparan Imajinasi

Membayangkan dengan jelas objek, situasi, atau aktivitas yang ditakuti. Misalnya, seseorang dengan Posttraumatic Stress Disorder mungkin diminta untuk mengingat dan menggambarkan pengalaman traumatisnya untuk mengurangi perasaan takut.

Baca juga: Serangan Panik Menyerang, Lakukan 4 Hal Ini

3. Paparan Realitas Virtual

Dalam beberapa kasus, teknologi realitas virtual dapat digunakan ketika paparan in vivo tidak berhasil. Misalnya, seseorang yang takut terbang mungkin melakukan penerbangan virtual di kantor psikolog, menggunakan peralatan yang menyediakan pemandangan, suara, dan aroma pesawat terbang. 

4. Paparan Interoceptive

Dengan sengaja menimbulkan sensasi fisik yang tidak berbahaya, tetapi ditakuti. Misalnya, seseorang dengan gangguan panik mungkin diinstruksikan untuk berlari di tempat untuk membuat jantungnya berdebar kencang, dan dari situ akan belajar bahwa sensasi ini tidak berbahaya.

Seiring berjalannya waktu, terapi pemaparan akan membuat pengidap gangguan panik terbiasa dengan situasi yang memicunya. Terapi pemaparan dapat membantu melemahkan asosiasi yang diyakini sebelumnya dan membantu dirinya menghadapi ketakutan, sehingga dapat mengelola perasaan cemas. 

Rata-Rata Orang Pernah Mengalami Gangguan Panik

Penyebab gangguan panik tidak dipahami dengan jelas. Penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan panik mungkin terkait secara genetik. Gangguan panik juga dikaitkan dengan transisi signifikan yang terjadi dalam kehidupan. 

Masuk kuliah, menikah, atau memiliki anak pertama adalah transisi besar dalam hidup yang dapat membuat stres dan memicu munculnya gangguan panik. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The American Psychological Association kebanyakan orang mengalami serangan panik sekali atau dua kali dalam hidup mereka. 1 dari setiap 75 orang di dunia mengalami gangguan panik. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Perundungan Picu Gangguan Kecemasan Sosial

Menurut National Institute of Mental Health, wanita dua kali lebih mungkin dibandingkan pria untuk mengembangkan kondisi gangguan panik. Gangguan panik dapat ditangani dengan fokus perawatan pada pengurangan atau menghilangkan gejala salah satunya dengan terapi pemaparan.

Selain terapi, bila dibutuhkan pengidap gangguan panik juga akan direkomendasikan pengobatan medis. Tidak hanya pengobatan dan terapi, pengidap gangguan panik juga direkomendasikan untuk melakukan beberapa perubahan gaya hidup yaitu:

1. Mempertahankan jadwal yang teratur.

2. Berolahraga secara teratur.

3. Cukup tidur.

4. Menghindari penggunaan stimulan seperti kafein.

Informasi selengkapnya mengenai penanganan gangguan panik, bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Panic Disorder.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Panic Disorder: When Fear Overwhelms.
American Psychological Association. Diakses pada 2020. What is Exposure Therapy?