Terapi untuk Atasi Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Terapi untuk Atasi Gangguan Kepribadian Ambang

Halodoc, Jakarta – Borderline personality disorder atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan kesehatan mental ketika pengidapnya sulit memahami dirinya sendiri dan orang lain. Permasalahannya sering berkaitan dengan citra diri, kesulitan mengelola emosi dan perilaku, serta pola hubungan yang tidak stabil. Karena sejumlah masalah tersebut, pengidapnya dapat  mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga : 5 Fakta Tentang Gangguan Kepribadian Ambang

Pengidap gangguan kepribadian ambang memiliki ketakutan yang kuat terhadap pengabaian atau ketidakstabilan dan cenderung mengalami kesulitan untuk mengatasinya sendiri. Emosi yang berlebihan, impulsif dan suasana hati yang sering berubah-ubah dapat membuat orang lain menjauh, meskipun pengidapnya ingin memiliki hubungan yang penuh kasih dan langgeng.

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang biasanya dimulai pada awal masa dewasa, tetapi dapat membaik secara bertahap seiring bertambahnya usia. Tanda dan gejala yang dialami, yaitu:

  • Sangat takut terhadap pengabaian. Pengidapnya bisa melakukan tindakan ekstrem untuk mencegah perpisahan atau penolakan.

  • Pola hubungan yang tidak stabil, contohnya menyukai seseorang pada suatu waktu dan bisa tiba-tiba percaya bahwa orang tersebut tidak peduli atau kejam.

  • Gangguan pemahaman identitas dan citra diri

  • Mengalami periode paranoia akibat stres. Paranoia dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.

  • Suka melakukan perilaku impulsif dan berisiko, seperti mengemudi sembrono, melakukan hubungan intim yang tidak aman, makan berlebihan atau penyalahgunaan narkoba.

  • Mengancam akan bunuh diri atau mencederai diri. Ini bisa dilakukan sebagai respons terhadap rasa takut akan perpisahan atau penolakan.

  • Perubahan suasana hati yang bisa berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Bisa dengan rasa bahagia, lekas marah, malu atau cemas secara berlebihan.

  • Kemarahan yang tidak normal dan intens, seperti kehilangan kesabaran, bersikap sarkastik, tidak acuh dan lain-lain.

Baca Juga: Alami Pelecehan Bisa Sebabkan Kepribadian Ambang?

Jika kamu, keluarga atau kerabat dekat mengalami kondisi-kondisi di atas, lebih baik segera periksakan ke dokter atau psikolog agar mendapatkan perawatan yang sesuai. Sebelum mengunjungi rumah sakit, pesan janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc

Terapi untuk Gangguan Kepribadian Ambang

Perawatan utama pengidap gangguan kepribadian ambang adalah psikoterapi. Psikoterapi sering dikombinasikan dengan obat-obatan tergantung pada kondisi pengidap. Terapi bertujuan untuk membantu pengidap dalam mengelola dan mengatasi kondisinya sendiri. Dengan perawatan, pengidap diharapkan merasa lebih baik terhadap diri sendiri dan menjalani kehidupan yang lebih stabil. Berikut jenis-jenis terapi untuk mengatasi gangguan kepribadian ambang. yaitu:

  1. Psikoterapi

Psikoterapi atau terapi bicara adalah perawatan mendasar untuk gangguan kepribadian ambang. Terapis dapat menyesuaikan jenis terapi tergantung pada kondisi pengidap. Psikoterapi bertujuan agar pengidap gangguan kepribadian ambang mampu mengelola emosi dna keimpulsifan serta meningkatkan fokusnya. Melalui terapi ini, pengidapnya dituntut untuk menjaga hubungan mereka dengan orang lain dengan cara memahami perasaan diri sendiri dan orang lain. 

  1. Terapi Perilaku Dialektik

Dialectical behavior therapy (DBT) atau terapi perilaku dialektik mencakup terapi kelompok dan individu yang dirancang khusus untuk mengobati gangguan kepribadian ambang. DBT menggunakan pendekatan berbasis keterampilan untuk mengajarkan pengidap cara mengelola emosi, mentolerir penolakan atau ditinggal, dan menjaga hubungan dengan orang lain.

  1. Terapi yang Berfokus Pada Skema

Schema-focused therapy atau terapi yang berfokus pada skema dapat dilakukan secara individu atau dalam kelompok. Terapi ini membantu pengidap mengidentifikasi kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi yang telah mengarah ke pola hidup negatif. Terapi berfokus untuk membantu pengidap dalam memenuhi kebutuhan dengan cara yang sehat dan positif.

  1. Terapi Berbasis Mentalitas

Mentalization-based therapy (MBT) atau terapi berbasis mentalitas adalah jenis terapi bicara yang membantu pengidap gangguan kepribadian ambang untuk mengidentifikasi pikiran dan perasaannya sendiri pada saat tertentu serta menciptakan perspektif tentang situasi tersebut. MBT berfokus dalam menekankan pemikiran pengidap sebelum bereaksi.

  1. Pelatihan Sistem Prediktabilitas Emosional dan Pemecahan Masalah

Systems training for emotional predictability and problem-solving (STEPPS) adalah perawatan 20 minggu yang melibatkan kerja kelompok. Terapi ini menggabungkan anggota keluarga, pengasuh, teman pengidap sampai orang lain ke dalam perawatan. STEPPS digunakan sebagai perawatan tambahan.

  1. Terapi Psikodinamik

Transference-focused psychotherapy (TFP) atau terapi psikodinamis bertujuan untuk membantu pengidap dalam memahami emosi dan kesulitan antarpribadi melalui hubungan yang berkembang antara pengidap gangguan kepribadian ambang dan terapis. Melalui terapi ini, pengidap diharapkan mampu menerapkan wawasan ini untuk situasi yang sedang berlangsung.

Baca Juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Mulai saat ini, sebaiknya mulai pelajari bagaimana cara mengatasi dan mengelola stres untuk mencegah timbulnya gangguan kepribadian ambang.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline personality disorder.
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Borderline Personality Disorder?.