Terkena Hipoalbuminemia, Kenali 15 Gejalanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hipoalbuminemia

Halodoc, Jakarta - Kadar albumin normal tergantung pada usia seseorang. Kadar albumin normal berkisar pada angka 3,5-5,9 gram per desiliter (g/dL). Seseorang bisa dikatakan mengalami hipoalbuminemia bila kadar albumin di bawah 3,5 g/dL. Ini gejala yang muncul pada pengidap hipoalbuminemia.

Baca juga: Mengenal Albumin & Manfaatnya bagi Ibu Hamil

Apa Itu Hipoalbuminemia?

Albumin merupakan protein dalam darah yang dihasilkan oleh hati. Sebanyak 60 persen komposisi protein dalam darah merupakan albumin. Albumin sendiri mempunyai banyak fungsi, seperti menjaga cairan tubuh agar tidak bocor keluar dari pembuluh darah dan regenerasi jaringan tubuh. Selain itu, albumin juga berfungsi untuk menyalurkan beberapa zat ke seluruh tubuh, di antaranya hormon, vitamin, mineral, bilirubin, lemak, serta obat-obatan.

Nah, hipoalbuminemia merupakan suatu kondisi ketika kadar albumin dalam darah berada di bawah normal. Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit berat dan sudah berlangsung lama. Penyakit peradangan merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan hipoalbuminemia.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Hipoalbuminemia

Albumin memiliki banyak peran dalam tubuh. Nah, ketika kadar albumin rendah, saat itulah akan terjadi hipoalbuminemia yang ditandai dengan gejala, seperti:

  1. Pembesaran jantung.

  2. Pembengkakan kelenjar air liur.

  3. Edema, yaitu pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan.

  4. Makroglosia, yaitu kelainan lidah berupa ukuran lidah lebih besar dari normal.

  5. Hepatomegali, yaitu pembesaran ukuran organ hati.

  6. Splenomegali, yaitu pembesaran pada organ limpa yang disebabkan oleh sejumlah penyakit atau infeksi.

  7. Penurunan jumlah massa otot.

  8. Nafsu makan berkurang, akibatnya berat badan menurun.

  9. Bradikardia, yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dari biasanya.

  10. Gangguan irama jantung.

  11. Hipotensi, yaitu tekanan darah rendah.

  12. Hilangnya lemak pada lapisan bawah kulit.

  13. Kulit kering dan kasar.

  14. Luka yang sulit sembuh.

  15. Ginekomastia, yaitu pembesaran payudara pada pria.

Dari gejala-gejala di atas, jika kamu merasa mudah lelah serta sulit bernapas, segera diskusikan dengan dokter. Karena kondisi ini merupakan kondisi yang berbahaya.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Gunanya Tes Fungsi Ginjal

Penyebab Terjadinya Hipoalbuminemia

Rendahnya kadar albumin juga bisa terjadi akibat sejumlah kondisi berikut:

  • Sirosis, yaitu kondisi terbentuknya jaringan parut di hati akibat kerusakan hati jangka panjang (kronis).

  • Hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi.

  • Gagal jantung, yaitu kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah, sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat.

  • Lupus, yaitu penyakit peradangan (inflamasi) kronis yang disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.

  • Diabetes, yaitu tingginya kadar gula akibat kurangnya produksi hormon insulin.

  • Sindrom nefrotik, yaitu gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine.

Hipoalbuminemia umumnya disebabkan oleh peradangan dalam tubuh. Kondisi ini bisa dideteksi lewat tes serum albumin dengan menggunakan sampel darah. Selain itu, beberapa pengobatan yang bisa kamu tempuh jika kamu memiliki masalah rendahnya kadar albumin dalam tubuh, yaitu:

  • Perbaiki pola makan. Kamu bisa menyiasatinya dengan banyak mengonsumsi protein, seperti telur, ikan, produk susu, kacang-kacangan, dan telur.

  • Menjalani transfusi albumin.

  • Jika kamu adalah seseorang yang gemar mengonsumsi  minuman beralkohol, hentikan sekarang juga. Karena alkohol dapat menurunkan kadar protein dalam darah.

Baca juga: Asites, Kondisi Akibat Penyakit Liver yang Bikin Perut Buncit

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!