• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terlalu Banyak Makan Telur Sebabkan Bisul, Mitos atau Fakta?

Terlalu Banyak Makan Telur Sebabkan Bisul, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Terlalu Banyak Makan Telur Sebabkan Bisul, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Munculnya bisul pada beberapa bagian tubuh kerap menimbulkan rasa tidak nyaman pada pengidapnya. Hal ini disebabkan bisul berbentuk benjolan yang kerap berisi nanah pada kulit. Tidak hanya itu, munculnya bisul dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, nyeri, bahkan menimbulkan kondisi demam jika bisul tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: Bukan Gara-Gara Telur, Ini 4 Fakta Penyebab Bisulan

Penyebab utama munculnya bisul akibat adanya infeksi yang disebabkan paparan bakteri Staphylococcus aureus. Bisul dapat dialami oleh siapa saja, tetapi yang paling rentan memiliki bisul adalah remaja dan dewasa muda. Tidak hanya usia, ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu munculnya bisul, seperti imun tubuh yang lemah dan tidak terpenuhi nutrisi dengan baik. Lalu, benarkah terlalu banyak mengonsumsi telur dapat menyebabkan bisul? Simak ulasannya di sini.

Telur Sebabkan Bisul Hanya Mitos

Bisul atau yang dikenal dengan nama furunkel, merupakan benjolan merah yang kerap muncul pada kulit, berisi nanah, serta terkadang disertai rasa nyeri yang cukup mengganggu. Ada beberapa bagian tubuh yang kerap menjadi lokasi munculnya bisul, seperti ketiak, bahu, bokong, hingga paha. Bahkan, bisul pun dapat muncul pada area kemaluan.

Bisul merupakan kondisi yang disebabkan adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Infeksi dapat terjadi ketika bakteri masuk dalam folikel rambut melalui luka gores maupun gigitan serangga. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya bisul, seperti kontak langsung dengan pengidap bisul, kurang menjaga kebersihan tubuh, imun tubuh yang rendah, iritasi pada kulit, hingga adanya penyakit kulit.

Lalu, benarkah terlalu banyak mengonsumsi telur dapat sebabkan bisul? Nyatanya, mengonsumsi telur tidak dapat menyebabkan bisul, tetapi dapat tingkatkan risiko alergi telur. Seseorang yang mengalami alergi telur akan mengalami beberapa gejala, seperti biduran, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, mata gatal, hidung mengeluarkan lendir, hingga gangguan pencernaan.

Jadi, hanya sebuah mitos bahwa bisul disebabkan oleh telur. Tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan sehat agar imun tubuh tetap dalam keadaan optimal, sehingga bisul dapat diatasi dengan baik dan terhindar dari infeksi kulit.

Baca juga: Biar Cepat Sembuh Bisul Sebaiknya Dipecahkan, Benarkah?

Waspada Bisul dengan Kondisi Ini

Selain munculnya benjolan dengan nanah, ada beberapa tanda bisul yang perlu kamu ketahui, seperti:

  1. Benjolan yang disebabkan oleh bisul akan semakin membesar.
  2. Kulit pada sekitar benjolan akan mengalami kemerahan, pembengkakan, dan akan terasa hangat saat disentuh. 
  3. Benjolan akan terasa nyeri saat disentuh.
  4. Benjolan memiliki titik putih yang dapat pecah dan mengeluarkan nanah.

Itulah beberapa gejala yang akan dialami oleh seseorang yang memiliki bisul. Namun, ada beberapa gejala yang perlu kamu waspadai untuk segera mendapatkan penanganan medis. Bisul dapat muncul dalam jumlah yang cukup banyak dan menjadi satu. Kondisi ini dapat menimbulkan infeksi yang cukup serius.

Perhatikan juga kondisi kesehatan yang kamu alami setelah muncul bisul, seperti demam tinggi, meriang, dan juga pusing. Selain itu, perhatikan kondisi bisul yang terus membesar dan tumbuh pada hidung serta di dalam telinga. Bisul yang tidak membaik lebih dari 14 hari sebaiknya juga perlu dilakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik.

Baca juga: Mau Terhindar dari Bisulan? Ikuti 5 Cara Simpel Ini

Bisul yang tergolong kecil dan ringan tanpa disertai gangguan kesehatan yang lain dapat diatasi secara mandiri di rumah, dengan mengompres bisul dengan air hangat selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari, setelah bisul pecah bersihkan bisul dengan sabun antibakteri dan pastikan kebersihan kulit disekitar bisul terjaga dengan baik. Hindari memecahkan bisul dengan paksa. Kondisi ini dapat memperparah infeksi dan menyebarkan bakteri penyebab bisul.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Boils.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Boils and Carbuncles.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Boils.