Ternyata Ini Nutrisi yang Dapat Hilang Ketika Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ternyata Ini Nutrisi yang Dapat Hilang Ketika Berpuasa

Halodoc, Jakarta - Menahan lapar dan haus selama berpuasa memunculkan banyak perubahan di dalam tubuh, termasuk nutrisi. Hilangnya nutrisi saat puasa ini disebabkan oleh tidak adanya asupan makanan ataupun minuman selama beberapa jam. Apa saja nutrisi yang hilang dari tubuh ketika berpuasa? Berikut penjelasannya satu persatu.  

1. Karbohidrat

Ketika puasa, tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat (sakarida) dan tentunya produksi glukosa (monosakarida) akan berkurang. Agar tubuh tetap berenergi, akhirnya tubuh “terpaksa” mengubah amunisi cadangannya yaitu glikogen (polisakarida). Glikogen adalah hasil akhir dari formasi glukosa dalam tubuh yang tersimpan dalam sel dan hati sebagai cadangan energi.

Proses perubahan glikogen menjadi energi ini disebut dengan glikogenolisis. Ada dua sumber glikogen dalam tubuh, yaitu otot dan hati. Proses glikogenolisis (proses pemecahan/penguraian) yang terjadi di dua tempat tersebut, punya tujuannya masing-masing, yaitu:

  • Glikogen di otot, digunakan untuk keperluan menghasilkan energi.
  • Glikogen di hati, dilakukan untuk mempertahankan kadar gula dalam darah pada saat jeda waktu makan.

Baca juga: 5 Nutrisi yang Paling Dibutuhkan Tubuh Saat Puasa

Glikogen dalam hati akan mengalami proses glikogenolisis ketika berpuasa, sedangkan glikogen dalam otot hanya akan mengalami glikogenolisis setelah melakukan olahraga yang berat dan lama. Oleh karena itu, ketika sudah waktunya berbuka, jangan lupa untuk mengonsumsi karbohidrat yang cukup, ya. Kalau tidak, proses glikogenolisis akan terjadi secara terus-menerus. Hal ini berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.

2. Lemak

Selain mendapatkan energi melalui glikogenolisis, tubuh juga mendapat alternatif energi dari lemak yang ada dalam tubuh. Pemecahan atau katabolisme lemak dimulai saat lemak berada di dalam sistem pencernaan makanan. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Dari kedua senyawa tersebut, asam lemak mengandung sebagian besar energi, sekitar 95 persen dan gliserol 5 persen.

Untuk dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh, asam lemak akan mengalami oksidasi yang terjadi di dalam mitokondria, sedangkan gliserol dirombak secara glikolisis. Setelah berada di dalam mitokondria, asam lemak akan mengalami oksidasi untuk menghasilkan energi.

Baca juga: Tips Memenuhi Nutrisi Saat Berpuasa bagi Ibu Hamil

3. Protein

Protein terdiri dari beberapa asam amino. Asam amino akan diolah menjadi energi ketika tubuh kekurangan karbohidrat atau memiliki kelebihan asam amino. Meski begitu, tidak semua bagian asam amino akan diserap oleh tubuh, sebagian harus dibuang karena beracun bagi tubuh.

Berbukalah dengan yang Manis

Sumber energi terbanyak pada tubuh ada pada makanan yang berasal dari karbohidrat dan mengandung kadar gula yang cukup. Jadi sebaiknya saat berbuka puasa, nikmatilah makanan manis terlebih dahulu. Namun ingat ya, porsinya harus tetap sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Jumlahnya hanya boleh sekitar yaitu lima persen dari total asupan kalori yang masuk pada tubuh.

Tidak ada salahnya juga jika kamu mencoba berbuka dengan yang manis alami. Misalnya dengan mengonsumsi buah-buahan. Buah kurma adalah salah satu buah yang direkomendasikan sebagai makanan berbuka bagi orang yang menjalani puasa. Buah kurma memiliki kandungan yang terbilang cukup lengkap jika dibandingkan dengan buah yang lain.

Dalam satu buah kurma terkandung gula, mineral, protein, lemak dan berbagai macam vitamin. Kurma juga memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi, sehingga bisa mengembalikan energi yang hilang selama berpuasa. Kalau kamu sulit menemukan buah kurma, kamu bisa mengganti buah kurma dengan buah lain seperti semangka atau blewah.

Baca juga: Meski Sedang Puasa, Pastikan Si Kecil Tetap Dapat 4 Nutrisi Ini

Itulah sedikit penjelasan tentang beberapa jenis nutrisi yang hilang ketika berpuasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk diskusikan dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!