• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Sepsis pada Bayi

Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Sepsis pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tes yang Dilakukan untuk Diagnosis Sepsis pada Bayi

“Sepsis pada bayi sebaiknya tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, penyakit ini bisa memicu komplikasi parah bahkan bisa menyebabkan hilangnya nyawa. Ada beberapa jenis tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, mulai dari tes darah, tes urine, hingga pemeriksaan tulang belakang.

Halodoc, Jakarta –  Sepsis pada bayi alias sepsis neonatorum adalah penyakit yang terjadi karena infeksi darah pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini tidak boleh disepelekan, karena infeksi bisa menyebabkan terjadinya kerusakan di berbagai organ tubuh bayi. Kabar buruknya, kondisi ini seringkali sulit untuk dikenali di awal, sebab gejala yang muncul bisa menyerupai penyakit lain.

Lantas, bagaimana cara mendiagnosis sepsis pada bayi? Apa saja tes yang perlu dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini? Biasanya, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui gejala apa saja yang muncul. Baru kemudian pemeriksaan penunjang, seperti tes darah disarankan jika dirasa perlu.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Terjadinya Sepsis Pasca Melahirkan

Gejala dan Cara Mendiagnosis Sepsis pada Bayi

Sepsis pada bayi umumnya terjadi karena ada infeksi bakteri. Namun, terkadang kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus dan jamur. Sepsis yang menyerang bayi baru lahir harus segera mendapatkan penanganan medis. Jika tidak, kondisi ini bisa meningkatkan risiko Si Kecil mengalami kecacatan hingga kehilangan nyawa.

Penyakit ini seringkali muncul tanpa gejala yang spesifik, sehingga seringkali berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya. Secara umum, ada beberapa gejala yang muncul pada bayi pengidap sepsis, seperti suhu tubuh meningkat atau menurun, bayi kuning, muntah-muntah, tubuh terlihat lemas, enggan menyusui, diare, hingga perut membengkak.

Selain itu, sepsis pada bayi juga bisa menyebabkan Si Kecil mengalami kejang-kejang, gangguan detak jantung, kulit pucat atau kebiruan, hingga sesak napas. Ada beberapa cara dan tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, di antaranya:

1.       Tes Darah

Sepsis pada bayi terjadi karena ada infeksi darah. Maka dari itu, salah satu cara mengetahuinya adalah dengan melakukan tes darah, meliputi jumlah darah serta kultur darah.

2.       Tes Urine

Selain tes darah, kandungan urine bayi juga mungkin diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan terjadi sepsis. Swab kulit juga dilakukan untuk mengecek kondisi tubuh bayi.

3.       Lumbar Puncture

Pemeriksaan tulang belakang alias lumbar puncture adalah jenis tes untuk meningitis. Namun, tes ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi risiko sepsis pada bayi atau kemungkinan infeksi.

Baca juga: Bayi Alami Sepsis, Ini Tindakan yang Harus Dilakukan

Bagaimana Penanganan Penyakit Ini?  

Setelah melakukan diagnosis dan bayi dinyatakan mengalami sepsis, pengobatan perlu segera dilakukan. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi infeksi dan mencegahnya memburuk. Selain diberi obat-obatan, pengobatan sepsis pada bayi juga dilakukan dengan memantau tanda-tanda vital dan tekanan darah bayi. Hasil dari pemeriksaan darah lengkap sebelumnya digunakan sebagai acuan.

Sepsis neonatorum sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini bahkan bisa meningkatkan risiko komplikasi fatal hingga kehilangan nyawa. Maka dari itu, sangat penting bagi ibu untuk mencegah dan menurunkan risiko bayi mengalami penyakit ini. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin selama hamil. Terapkan juga gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan suplemen penunjang kesehatan janin.

Baca juga: Ini Alasan Luka Bisa Menjadi Sepsis

Masih penasaran tentang sepsis dan bagaimana cara mendiagnosisnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Ibu bisa dengan mudah menyampaikan pertanyaan seputar kehamilan atau gangguan kesehatan melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan tips menjaga kehamilan sehat serta pengobatan gejala penyakit dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2021. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Sepsis in Newborns.