• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Testosteron Rendah pada Pria Tingkatkan Risiko COVID-19 Parah

Testosteron Rendah pada Pria Tingkatkan Risiko COVID-19 Parah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Testosteron Rendah pada Pria Tingkatkan Risiko COVID-19 Parah

Halodoc, Jakarta - COVID-19 dapat menimbulkan berbagai gejala yang berbeda-beda pada tiap orang yang mengalaminya. Salah satu studi terbaru mengungkapkan jika seseorang yang mengalami tingkat testosteron rendah kemungkinan ada kaitannya dengan penyakit akibat virus corona ini. Apa dasar hubungan dari penyakit yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan dengan tingkat testosteron pada pria? Berikut penjelasannya!

Hubungan Antara Testosteron Rendah dengan Gejala Covid-19

Sepanjang pandemi, banyak ahli medis yang menyebutkan jika pria yang mengidap COVID-19 umumnya menimbulkan dampak lebih buruk dibandingkan wanita saat terinfeksi. Teori dasar yang paling dipercaya adalah adanya perbedaan hormonal antara pria dan wanita, bahkan pria juga berisiko lebih tinggi mengalami COVID-19 yang parah. Hal ini erat berkaitan dengan tingkat testosteron yang mungkin menjadi penyebabnya.

Baca juga: Ketahui Segala Hal Mengenai COVID-19

"Pria yang memiliki testosteron rendah saat pertama kali masuk ke rumah sakit, risiko terkena COVID-19 parah lebih tinggi, artinya membutuhkan perawatan intensif untuk menghindari kematian. Memang risikonya lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang memiliki lebih banyak testosteron yang bersirkulasi di dalam tubuh," kata Abhinav Diwan, MD, profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran University School of Medicine St. Louis.

Penelitian yang dilakukan oleh JAMA Network Open, pada 152 orang, termasuk 90 pria dan 62 wanita, yang dirawat akibat COVID-19 antara Maret dan Mei 2020. Di antara 66 pria yang mengidap gangguan parah, tingkat testosteron rata-rata pada hari pertama dan ketiga adalah sekitar 65–85 persen lebih rendah, dibandingkan 24 pria yang mengalami gejala ringan.

Secara keseluruhan, sebagian besar, atau mencapai 89 persen, dari pria yang mengidap infeksi dari virus corona, termasuk seseorang yang mengalami gejala ringan, memang menunjukkan kadar testosteron di bawah kisaran normal ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Gejala Tak Umum Corona yang Harus Diwaspadai

Sejauh ini, studi ini tidak dapat membuktikan jika testosteron rendah dapat menjadi penyebab penyakit corona parah. Namun, para peneliti mendesak agar setiap orang berhati-hati terhadap pengujian klinis yang berhubungan dengan terapi hormonal yang memblokir atau menurunkan tingkat testosteron, bahkan meningkatkan estrogen sebagai pengobatan untuk pria yang mengidap COVID-19.

Jika masih banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban langsung dari ahli medis, dokter dari Halodoc siap menjawabnya dengan pasti. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, interaksi dengan dokter dapat dilakukan melalui fitur Chat atau Voice/Video Call. Maka dari itu, segera unduh aplikasinya sekarang juga untuk mendapatkan segala kemudahan tersebut!

Efek Hormon Hanya Terlihat Di Antara Pria

Para ilmuwan percaya jika hanya kadar testosteron yang dikaitkan dengan tingkat keparahan dari penyakit COVID-19 pada pria. Di antara wanita, tidak ada perbedaan kadar hormon apa pun dengan gangguan yang disebabkan oleh virus corona ini, termasuk juga kadar testosteron atau estrogen. Hal ini juga tidak dipengaruhi faktor risiko lainnya, seperti usia, indeks massa tubuh, ras, serta beberapa kondisi tertentu, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Baca juga: Bisakah COVID-19 Disembuhkan?

Namun, pengujian lebih lanjut dari hubungan antara testosteron dengan COVID-19 dan sekarang sedang berfokus pada efek hormon pada gejala panjang yang timbul. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk melihat jika pengobatan hormonal dapat membantu untuk melawan infeksi dari virus corona. Contohnya, pemberian hormon estrogen pada pria untuk mengatasi penyakit COVID-19.

Referensi:
Washington University School of Medicine in St.Louis. Diakses pada 2021. For men, low testosterone means high risk of severe COVID-19.
Web MD. Diakses pada 2021. Lower Testosterone in Men Tied to Severe COVID Cases.