Tidak Harus Selalu Dicabut, Begini Obati Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tidak Harus Selalu Dicabut, Begini Obati Sakit Gigi

Halodoc, Jakarta – Kalau kamu mengalami sakit gigi, perlu dilakukan evaluasi sesegera mungkin untuk menentukan penyebabnya. Biasanya, cara terbaik untuk menghentikan sakit gigi atau rahang pada awalnya adalah dengan konsumsi obat penghilang rasa sakit. 

Antibiotik seperti amoksisilin kerap diresepkan ​​jika ada pembengkakan di gusi atau wajah, atau jika pasien mengalami demam. Dokter dapat mencoba injeksi anestesi lokal di sekitar gigi untuk mengendalikan rasa sakit. Mengatasi sakit gigi tidak harus selalu dicabut, simak penjelasan di bawah ini untuk informasi lebih lengkap. 

Baca juga: 5 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang

Pemeriksaan untuk Tahu Kondisi Gigi

Bagaimana pemeriksaan dilakukan untuk atasi sakit gigi? Biasanya, ada beberapa langkah diagnosis yang dilakukan, yaitu:  

  1. Sudah berapa lama rasa sakit gigi berlangsung?

  2. Apakah rasa sakitnya konstan atau hanya terjadi setelah pencetus (misalnya, minum minuman dingin)?

  3. Apakah gigi kamu sensitif terhadap dingin atau panas, makanan manis, mengunyah, atau saat disikat? 

  4. Apakah sakit gigi tersebut membuat kamu terjaga di tengah malam?

  5. Apakah kamu mengalami gejala terkait seperti wajah sakit atau bengkak, sakit kepala, demam, atau masalah penglihatan?

  6. Apakah sebelumnya pernah mengalami trauma gigi atau mulut?

Umumnya, dokter gigi dapat menerapkan perawatan pernis atau fluoride desensitisasi untuk membantu memperkuat gigi dan menyegel bagian dari gigi yang mungkin sensitif. 

Membersihkan gigi secara detail diperlukan untuk menghilangkan bakteri berbahaya dan plak yang terperangkap di bawah garis gusi. Kerusakan yang krusial atau gigi yang patah mungkin memerlukan mahkota atau saluran akar (membersihkan saraf gigi dan menyegel akar). 

Jika gigi terlalu rusak atau rusak, mungkin tidak ada yang bisa dilakukan selain mengekstraksi gigi. Ini akan mengurangi sakit gigi dengan cepat. Sebenarnya kamu perlu melakukan kunjungan rutin setidaknya dua kali setahun untuk tindakan pencegahan. 

Baca juga: Mungkinkah Gigi Bungsu Tumbuh saat Dewasa?

Jika waktu kunjunganmu sudah lama sejak kunjungan terakhir ke dokter gigi, dokter gigi akan memprioritaskan perawatan gigi dalam urutan keparahan. Dokter gigi kemungkinan akan merekomendasikan prosedur yang akan menangani rasa sakit atau infeksi terlebih dahulu, diikuti dengan perawatan pada gigi yang cenderung menyebabkan rasa sakit atau infeksi, dan pembersihan gigi. 

Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan segera dan mencegah gigi mengalami kerusakan di masa akan datang. Kalau kamu mengalami sakit gigi dan butuh saran medis, cari tahu langsung solusinya ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Terkadang rasa sakit pada gigi tidak ada hubungannya sama sekali dengan gigi. Misalnya, jika kamu memiliki infeksi sinus, gigimu mungkin bisa lebih sensitif ketimbang sebelumnya. Bahkan, kamu bisa merasakan ketidaknyamanan dari beberapa gigi. Ini dikarenakan lokasi gigi atas yang langsung berada langsung di bawah rongga sinus. Tekanan atau rasa sakit apa pun dari sinus dapat memengaruhi bagian gigi ini.

Gangguan lain yang dapat digambarkan sebagai sakit gigi adalah gangguan sendi temporomandibular (TMJ). Gangguan ini mengacu pada disfungsi sendi rahang yang terletak di depan telinga. 

Gejalanya biasanya berupa nyeri tumpul atau nyeri di dekat telinga yang memburuk dengan gerakan rahang dan mengunyah. Kalau kamu merasakan sakit gigi saat membuka dan menutup mulut yang diiringi dengan sensasi dengan sakit kepala, telinga, dan leher bisa dipastikan kamu mengalami gangguan sendi temporomandibular. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2019. Cause of Tooth Pain and Treatment Options.
EmedicineHealth. Diakses pada 2019. Toothache.
Healthline. Diakses pada 2019. Which antibiotics treat tooth infections?