• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Segera Ditangani, Hepatitis B Sebabkan Sirosis Hati
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Segera Ditangani, Hepatitis B Sebabkan Sirosis Hati

Tidak Segera Ditangani, Hepatitis B Sebabkan Sirosis Hati

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 31 Mei 2022

“Hepatitis B adalah salah satu penyakit peradangan hati yang berpotensi serius. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi sirosis hati yang membuat hari rusak permanen.”

Tidak Segera Ditangani, Hepatitis B Sebabkan Sirosis Hati

Halodoc, Jakarta – Pada 2015 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 257 juta orang mengidap infeksi hepatitis B kronis. Melihat angkanya yang cukup tinggi, tentu kamu tidak boleh memandang sebelah mata penyakit ini. Sebab jika tidak ditangai serius, penyakit hepatitis B bisa menimbulkan masalah pada organ hati.

Sirosis hati adalah salah satu kondisi yang patut diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika jaringan hati yang sehat mulai menjadi jaringan parut. Pada akhirnya, jaringan parut yang kian meluas dapat merusak hati secara permanen

Sirosis Hati Bisa Mengancam Nyawa

Hepatitis B merupakan infeksi hati yang membuat organ tersebut mengalami peradangan akibat infeksi virus hepatitis B. Hati-hati, hepatitis B yang dibiarkan tanpa penanganan bisa mengancam jiwa pengidapnya. Menurut WHO, komplikasi hepatitis B kronis menimbulkan kematian akibat sirosis dan kanker hati. 

Jaringan parut ini dapat terbentuk akibat penyakit liver yang berkepanjangan, contohnya akibat infeksi virus hepatitis. Mengutip U.S. National Institutes of Health sirosis hati ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:

  • Gangguan perdarahan.
  • Penumpukan cairan di perut (asites) dan peritonitis bakterialis.
  • Pembesaran vena di kerongkongan, lambung, atau usus yang mudah berdarah (varises esofagus).
  • Peningkatan tekanan di pembuluh darah hati (hipertensi portal).
  • Gagal ginjal (sindrom hepatorenal).
  • Kebingungan mental, perubahan tingkat kesadaran, atau koma (ensefalopati hepatik).
  • Kanker hati (karsinoma hepatoseluler).

Hepatitis B kronis ini lebih rentan terjadi pada pengidap berusia muda. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), semakin muda seseorang terinfeksi, maka risiko berkembang menjadi hepatitis kronis akan semakin besar.

Misalnya, bayi yang mendapatkan infeksi dari ibu semasa dalam kandungan atau saat persalinan (perinatal), berpotensi mengalami hepatitis kronis sekitar 90-95 persen bila tak ada tindakan pencegahan. 

Jarang Menimbulkan Gejala

Ketika masuk ke dalam tubuh, virus hepatitis B akan menimbulkan beragam keluhan pada tubuh pengidapnya. Meski begitu, sebagian besar pengidapnya yang tidak mengalami gejala meski virus sudah memasuki tubuh. 

Dilansir dari U.S. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), pengidap hepatitis B akut biasanya menunjukkan gejala dua sampai lima bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh, seperti:

  • Urine berwarna kuning tua.
  • Merasa lelah.
  • Demam.
  • Tinja berwarna abu-abu atau tanah liat.
  • Nyeri sendi.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual.
  • Sakit di perut.
  • Muntah.
  • Mata dan kulit menjadi kekuningan (penyakit kuning).

Menurut IDAI, 70 persen anak yang terinfeksi hepatitis akut bahkan tidak menunjukkan gejala. Pendapat senada juga datang dari pakar di NIDDK, disebutkan bahwa bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun biasanya tak memiliki gejala hepatitis B akut. Gejala hepatitis akut biasanya lebih cenderung dialami oleh anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Sedangkan gejala hepatitis B kronis lain lagi. Pengidap hepatitis B kronis umumnya tidak mengalami gejala sampai komplikasi penyakit ini berkembang. Munculnya komplikasi ini bisa memakan waktu selama beberapa bulan hingga hitungan tahun. 

Apabila kamu mencurigai gejala peradangan hati, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Kamu bisa membuat janji rumah sakit terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2022. Hepatitis B – Key Facts
National Institutes of Health. Diakses pada 2022. Cirrhosis.
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2022. Hepatitis B.
IDAI. Diakses pada 2020. Hepatitis Virus pada Anak (Bagian II)
IDAI. Diakses pada 2020. Kenali Hepatitis B