• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips agar Lekas Pulih Setelah Operasi Caesar

Tips agar Lekas Pulih Setelah Operasi Caesar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tips agar Lekas Pulih Setelah Operasi Caesar

Halodoc, Jakarta – Sebagian bumil lebih memilih kelahiran normal ketimbang melalui prosedur operasi caesar. Namun, ada kalanya operasi ini harus benar-benar dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi. Umumnya, operasi caesar dilakukan pada bumil yang memiliki komplikasi atau masalah kehamilan.

Ada satu hal yang perlu bumil ketahui menyoal persalinan caesar. Biasanya, proses pemulihan operasi caesar dan rawat inap di rumah sakit lebih lama dibandingkan dengan persalinan normal. Meski begitu, ibu tak perlu panik, sebab ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan pascaoperasi caesar

Penasaran apa saja tipsnya? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Baca juga: Tubuh Terasa Nyeri Pasca Operasi Caesar? Ini Cara Mengatasinya

Perawatan saat di Rumah Sakit

Biasanya ibu belum diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi ini. Setelah operasi caesar, dokter mungkin akan melakukan observasi dan berbagai pemeriksaan pada ibu dan janin. Bila tidak ada masalah, maka ibu dan Si Kecil baru dipersilakan untuk pulang ke rumah. 

Nah, berikut ini tips yang bisa ibu lakukan saat berada di rumah sakit untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi caesar. 

1.Bangun dan Gerak Secara Perlahan

Menurut rekomendasi ahli di American Pregnancy Association, ibu disarankan untuk bangkit dari tempat tidur setelah 24 jam pertama setelah operasi. Hal ini bertujuan untuk membuat ibu terbiasa bergerak dengan sayatan. Hal yang perlu digarisbawahi bergeraklah secara perlahan. Pada kondisi ini, ibu dapat mengalami pusing atau sesak napas. 

2.Minta Saran Dokter

Pascaoperasi caesar ibu bisa saja mengalami masalah saat berkemih. Setelah kateter dilepas, kadang-kadang berkemih bisa menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, minta saran atau tips dari dokter untuk mengatasi hal ini. 

Saran dokter tak hanya dibutuhkan menyoal keluhan berkemih saja. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai cara menangani rasa sakit setelah operasi caesar. Bila obat menjadi pilihan utama ibu, mintalah resep dan informasi efek sampingnya bagi ibu dan bayi (bila ibu menyusui). Jika ibu tidak mau mengonsumsi obat-obatan, tanyakan pada dokter cara alternatif yang aman untuk ibu dan bayi.

Baca juga: Melahirkan Caesar? Ini yang Harus Diketahui Ibu

3.Bantalan Mestruasi

Rahim ibu akan memulai proses “involusi”, penyusutan uterus ke ukuran sebelum hamil. Nah, pada kondisi ini ibu bisa mengalami pendarahan hebat atau lokia (darah nifas/perdarahan postpartum) yang bisa terjadi selama enam minggu. 

Oleh sebab itu, cobalah sediakan bantalan menstruasi (absorbent menstrual) agar darah dapat terserap dengan baik. Ibu bisa memperoleh absorbent menstrual yang seharusnya disediakan oleh rumah sakit. Sebaiknya jangan menggunakan tampon dalam kondisi ini. 

4.Berjalan Secara Perlahan

Selain tiga hal di atas, coba berjalanlah secara perlahan dan hati-hati di sekitar rumah sakit. Namun bila tidak memungkinkan, setidaknya gerakanlah kaki, tangan, atau tubuh secara perlahan. Kedua hal ini bisa membantu mempercepat pemulihan pascaoperasi caesar.

Perawatan saat Tiba di Rumah

Menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, ibu dapat mengalami pendarahan dari vagina hingga enam minggu. Warna darah yang keluar perlahan-lahan menjadi merah muda, hingga warna kuning atau putih.

Ibu juga mungkin masih mengalami nyeri selama beberapa hari. Sementara itu, luka bekas sayatan akan tetap ‘lembut’ hingga tiga minggu atau lebih.

Nah, berikut ini hal yang perlu ibu perhatikan selama di rumah:

1. Hidrasi Tubuh

Saat berada di rumah, pastikan tubuh mendapatkan banyak cairan agar tetap terhidrasi, dan mengonsumsi makanan sehat (kaya serat) agar terhindar dari sembelit. Sebaiknya setelah operasi caesar, hindari mengejan terlalu keras saat BAB agar mencegah rasa sakit pada luka jahitan.

2.Asupan Makanan Sehat

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin dan nutrisi. Ibu juga bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C untuk membantu proses pemulihan sekaligus mencegah infeksi. 

3.Merawat Luka Bekas Jahitan

Proses penyembuhan luka jahitan sebenarnya bisa dilakukan dengan cepat asal ibu juga merawat luka bekas jahitan dengan baik. Penyembuhan luka bisa dilalui dengan cepat asal luka tidak mengalami infeksi. Jaga kebersihan luka hingga luka benar-benar sembuh total. 

Jangan lupa untuk rajin melakukan pengecekan ke dokter setelah proses melahirkan. Di samping itu, amatilah demam atau rasa sakit yang muncul. Sebab, keduanya bisa menjadi tanda dari infeksi. 

4.Jangan Aktivitas Berat

Ibu disarankan untuk meminimalkan aktivitas harian, sampai dokter menyarankan untuk meningkatkan aktivitas tersebut. Di samping itu, hindari mengangkat sesuatu yang lebih berat daripada bayi ibu dan hindari pula melakukan sebagian besar pekerjaan rumah.

Baca juga: 4 Olahraga Ini Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil

Nah, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan agar lekas pulih setelah operasi caesar. Jika masih ada pertanyaan, ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, ibu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Cesarean Birth After Care
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020.
Going home after a C-section
WebMD. Diakses pada 2020. Recovery and Care After a C-Section