• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Bonding Agar Ayah dan Anak Laki-Laki Lebih Dekat

Tips Bonding Agar Ayah dan Anak Laki-Laki Lebih Dekat

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Membangun kedekatan antara ayah dan anak laki-laki adalah hal yang susah-susah gampang, terutama saat anak sudah beranjak dewasa. Ketika anak masih kecil, ayah mungkin merasa mudah untuk mengajaknya melakukan berbagai aktivitas bersama, seperti bermain gim, bertanding bola, atau sekadar pergi ke bengkel bersama. 

Namun, seiring bertambahnya usia, minat ayah dan remaja laki-laki mungkin saja menjadi berbeda. Hal itu kemudian membuat ayah dan anak laki-laki semakin jarang menghabiskan waktu bersama. Kalau sudah begitu, kedekatan ayah dan anak pun mungkin akan semakin berkurang. Biar jarak tidak semakin bertambah, ayah dan remaja laki-laki bisa mencoba beberapa tips bonding berikut! 

Baca juga: Anak Tidak Akrab dengan Ayah, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Membangun Kembali Kedekatan Ayah dan Anak 

Beberapa orangtua mungkin “susah move on” dan selalu menganggap sang buah hati sebagai anak kecil. Padahal, usia anak sudah bertambah dan minat serta kegemarannya pun mungkin berubah. Meski begitu, bukan berarti jarak harus dibiarkan ada. Ayah dan anak bisa mencoba beberapa tips bonding berikut agar tetap nyambung dan bisa menghabiskan waktu bersama.

  • Permainan Kesukaan Anak 

Saat masih kecil, orangtua lebih mudah mengetahui apa saja kesukaan anak, seperti permainan, buku yang dibaca, hingga karakter kartun favorit. Semua itu mungkin berubah saat anak beranjak dewasa, tetapi ayah tetap bisa mengetahuinya. Cari tahu apa saja yang ia akses di internet, seperti apa pergaulannya, serta apa saja koleksi buku yang sering ia baca. Setelah mengetahuinya, ayah bisa coba untuk ikut masuk ke dunia anak dan menjadi teman diskusi yang menyenangkan. Hal ini bisa membangun kedekatan dan membuat ayah lebih mengenali karakter anak. 

  • Aktivitas di Luar Ruangan 

Ayah bisa membangun kedekatan dengan anak laki-laki dengan mengajaknya melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti berolahraga dan bertualang. Perhatikan apa saja jenis olahraga atau aktivitas yang disukai anak, kemudian cari celah supaya ayah bisa masuk. Jika anak menyukai sepak bola, sementara ayah ada penggemar basket, cobalah untuk memilih jenis olahraga yang sama-sama bisa dinikmati seperti berlari atau bersepeda. 

Baca juga: Seberapa Penting Peran Ayah untuk Role Model Anak?

  • Beri Kejutan 

Jarak yang ada antara ayah dan anak laki-laki bisa saja muncul karena kesibukan masing-masing. Jangankan untuk bermain bersama, ayah dan anak mungkin saja tidak lagi memiliki waktu untuk saling bertemu dan ngobrol. Saat memiliki waktu luang, cobalah untuk memberi kejutan pada anak. Misalnya, saat ayah tidak memiliki banyak pekerjaan dan anak tidak dalam masa ujian, jemput ia di sekolah kemudian ajak menonton pertandingan olahraga atau sekadar menghabiskan waktu bersama. 

  • Ajarkan Kebaikan 

Tidak harus selalu bersenang-senang, ayah juga bisa membangun kedekatan dengan anak sambil mengajarkan kebaikan. Saat ada waktu luang, cobalah untuk memberi pandangan dan fondasi yang kuat secara spiritual pada anak. Ayah juga bisa membagi pengalaman-pengalaman semasa muda, untuk menjadi pelajaran anak dalam menjalani hidup. Ajarkan setiap kebaikan yang ada di dunia, sehingga hidupnya jadi lebih bermakna. 

  • Habiskan Waktu Berdua 

Salah satu cara paling ampuh untuk kembali membangun kedekatan ayah dengan anak laki-laki adalah menghabiskan waktu berdua. Terkadang, tidak perlu melakukan hal apapun. Ayah dan anak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan bercengkrama dan membicarakan hal-hal yang sebelumnya tidak sempat dibahas bersama. 

Baca juga: Jadi Ayah yang Dekat dengan Anak Meski Sibuk Kerja, Bisa!

Ayah juga bisa membicarakan seputar masalah kesehatan atau sekadar menanyakan kondisi anak. Kalau mengalami masalah dan butuh saran ahli, coba hubungi dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan pertanyaan seputar masalah kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

*artikel ini sudah tayang di SKATA