Tips Lancar Berpuasa Meski Migrain Menyerang

Tips Lancar Berpuasa Meski Migrain Menyerang

Halodoc, Jakarta – Migrain dikenal dengan sakit kepala sebelah. Secara khusus, migrain adalah sakit kepala intens yang parah dan tak jarang membuat pengidapnya tidak berdaya. Kondisi ini sering muncul mendadak, disertai dengan perubahan suasana hati, sensitif terhadap cahaya, hiperaktif, merasa lesu, perubahan nafsu makan, mual, dan muntah.

Baca Juga: 5 Hal tentang Migrain yang Perlu Diketahui

Migrain saat puasa disebabkan karena gula darah rendah, dehidrasi, kurang tidur, dan terlalu banyak konsumsi kafein (teh dan kopi) saat sahur maupun berbuka. Apabila kamu sedang mengalami migrain saat puasa, berikut cara mengatasinya:

1. Tidur Cukup

Selain pola makan, pola tidur seseorang saat puasa juga berubah. Pasalnya selama berpuasa, kamu diharuskan menjalani sahur sehingga harus bangun lebih pagi. Bagi yang tidak terbiasa, hal ini membuatnya kurang tidur hingga timbul keluhan migrain. Sebenarnya, hal ini bisa disiasati dengan tidur lebih awal.

Usakan untuk menyelesaikan semua aktivitas lebih cepat dari biasanya agar kamu bisa beristirahat lebih awal. Waktu tidur ideal orang dewasa umumnya berkisar 6-8 jam. Kamu tinggal mengatur kapan harus tidur dan bangun agar kebutuhan tidur tercukupi.

2. Jaga Keseimbangan Cairan

Selain mengganggu konsentrasi dan kestabilan emosi, dehidrasi bisa menyebabkan migrain berkepanjangan. Dehidrasi rentan terjadi saat puasa jika kamu tidak konsumsi cukup cairan saat sahur, berbuka, dan makan malam.

Kondisi ini bisa disiasati dengan menerapkan pola 2-4-2 saat minum. Maksudnya, kamu dianjurkan minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih saat sahur.

Baca Juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Air Putih yang Cukup saat Bulan Puasa

3. Konsumsi Makanan Bergizi

Sahur dan berbuka bukan sekadar untuk mengenyangkan tubuh. Kedua aktivitas ini punya tujuan yang sama dengan hari biasanya, yakni memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Maka itu, sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur, berbuka, dan makan malam.

Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah migrain saat puasa adalah beras merah, buah ceri, ubi jalar, buah pir, wortel, dan sayuran hijau seperti brokoli, bayam, atau sawi. Batasi juga asupan makanan pemicu migrain saat puasa, seperti cokelat, daging, bawang, kafein, ikan asin, kedelai, serta makanan dan minuman dari pemanis buatan atau pengawet.

4. Kelola Stres

Stres bukan penyebab langsung migrain. Namun, stres jangka panjang alias yang terjadi berulang dalam jangka panjang bisa memicu migrain, terlebih jika terjadi berbarengan dengan rendahnya kadar gula darah dalam tubuh.

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengelola stres yang muncul. Caranya bukan dengan mengabaikan emosi negatif, melainkan “melampiaskannya” dengan cara positif, seperti menulis, mendengarkan lagu, menggambar, dan kegiatan positif lainnya.

Baca Juga: Abdominal Migrain Vs Migrain, Lebih Bahaya Mana?

Itulah tips lancar berpuasa meski migrain menyerang. Kalau kamu punya keluhan serupa saat menjalani puasa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!