15 March 2018

Tips Memasak Makanan Rendah Lemak

Tips Memasak Makanan Rendah Lemak

Halodoc, Jakarta - Aman atau enggaknya makanan yang kamu makan dari lemak jenuh, itu bisa lho, diantisipasi dari penyiapan di dapur. Kok bisa? Sederhana  alasannya, sebab banyak teknik yang bisa kamu terapkan untuk menyajikan makanan rendah lemak dan kolesterol, sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Nah, mau tahu tips memasak makanan rendah lemak? Yuk, simak penjelasannnya.

  1. Ganti Santan

Untuk sebagian orang, santan masuk ke dalam resep yang bikin makanan semakin nikmat. Namun, kamu harus waspada, sebab santan masuk kategori lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar trigliserida. Zat trigliserida ini bukanlah golongan lemak khusus, tapi lemak dengan tiga molekul ester gliserol dan asam lemak. Semakin tinggi kadar zat ini dalam tubuh, maka risiko kamu untuk terkena penyakit jantung dan sindrom metabolik semakin tinggi. Nah, sebagai alternatifnya, bila kamu ingin memasak masakan bersantan, gantilah santan dengan susu kedelai atau santan encer. Contoh, kamu bisa memasak sayur lodeh dengan susu kedelai.

  1. Olesi Tipis-tipis

Memakan roti tanpa margarin rasanya memang terasa “hambar”. Rata-rata margarin memang mengandung kalori lebih sedikit ketimbang mentega. Namun, margarin mengandung lemak trans yang bikin kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) meningkat secara signifikan, sambil menurunkan kadar HDL (kolesterol baik).

Meskipun begitu, kini sudah ada beberapa produk margarin yang rendah lemak trans. Agar lebih pasti, periksalah label kandungan makanan bila ingin membeli sebuah margarin. Nah, bila kamu ingin mengoleskan margarin ke roti, gunakanlah margarin tak jenuh dan oleskan tipis-tipis saja. Jauh lebih baik lagi, jika kamu enggak usah menggunakan margarin bila memungkinkan. Selain margarin, jika kamu membutuhkan susu untuk memasak, cobalah gunakan susu rendah lemak atau tanpa lemak.

  1. Jangan Selalu Digoreng

Enggak semua cara memasak makanan harus digoreng, kan? Kamu harus ingat, bila ingin mengonsumsi sumber protein hewani, berarti kamu akan berhadapan dengan makanan berlemak. Oleh sebab itu, pengolahan makanannya jangan lagi ditambahkan lemak jenuh. Contohnya, menggoreng makanan dengan menggunakan banyak minyak.

Jangan salah, proses memasak dengan cara merebus, menumis, atau memanggang dengan hanya menggunakan sedikit minyak, enggak kalah lezat kok dibandingkan dengan cara menggoreng.

  1. Perbanyak Rempah-rempah

Memasak makanan rendah lemak juga bisa lewat rempah-rempah sebagai pengganti mentega dan garam. Enggak cuma itu, manfaat rempah-rempah bagi tubuh bisa membakar lemak hingga mempercepat metabolisme. Menyehatkan, bukan? Oleh sebab itu, pastikanlah bumbu-bumbu ini selalu tersedia di dapur, ya.

  1. Buang Setiap Lemak

Kalau mau makanan rendah lemak, buanglah setiap lemak yang tampak. Mudah, kan? Misalnya, untuk ayam negeri atau yang gemuk, kamu bisa membuang bagian kulitnya karena mengandung lemak.

  1. Masukan ke Lemari Pendingin

Untuk mengurangi lemak, bisa juga dilakukan dengan cara memasukanya ke dalam lemari es. Contoh, masukan makanan berkaldu ke dalam lemari es selama 1-2 jam. Nah, kamu tinggal membuang lemak beku yang mengapung di permukaan.

  1. Gunakan Kualitas Terbaik

Sebaiknya belilah peralatan masak dengan kualitas terbaik. Jangan ragu karena harganya mahal, tapi lihatlah sisi positifnya. Dengan memasak menggunakan peralatan masak berkualitas, kamu bisa terhindar dari zat-zat berbahaya yang ditimbulkan oleh peralatan masak yang rusak.

  1. Gunakan Wajan Antilengket

Enggak jarang ketika menumis, makanan akan menempel atau lengket pada wajan. Oleh sebab itu, kamu perlu menggunakan wajan antilengkel dan beri oil spray yang bisa kamu beli di pasar swalayan. Pastikan juga untuk menambahkan sedikit air/kaldu untuk membantu penguapan, bila hendak memasukkan daging atau sayuran yang kamu anggap kering.

Sudah tahu kan cara memasak makanan rendah lemak? Selamat mencoba, ya!

Nah, kalau kamu mau tahu lebih lanjut mengenai makanan rendah lemak, kamu bisa lho menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah ini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.