• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Mengatasi Mengi yang Mengganggu Pernapasan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Mengatasi Mengi yang Mengganggu Pernapasan

Tips Mengatasi Mengi yang Mengganggu Pernapasan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 Maret 2022

“Mengetahui tips mengatasi mengi bisa membantu meredakan gejala yang muncul. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti menggunakan minyak esensial, mandi air hangat, dan menghindari asap rokok.”

Tips Mengatasi Mengi yang Mengganggu Pernapasan

Halodoc, Jakarta – Mengi merupakan istilah untuk menggambarkan kondisi munculnya suara khas pada saat seseorang bernapas. Suara yang muncul menyerupai siulan nyaring yang terdengar saat menarik atau mengembuskan napas. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi gejala dari gangguan pernapasan serius.

Munculnya suara saat bernapas bisa terjadi ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit. Penyempitan ini dapat disebabkan oleh sekresi mukus (cairan tebal dan lengket) yang terkurung di dalam saluran napas atau penyempitan otot saluran napas. Penyebab mengi bisa bermacam-macam, mulai dari asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi, hingga alergi. Lantas, bagaimana cara mengatasi mengi?

Tips Mengatasi Mengi tanpa Obat

Mengi bisa muncul bersama dengan gejala lain, seperti demam dan sesak napas. Jika ini yang terjadi, pertolongan medis harus segera dilakukan. Salah satu cara mengatasi mengi adalah dengan pemberian obat-obatan tertentu, sesuai dengan resep dokter. Tujuannya untuk mengatasi penyebab mengi dan membuat pernapasan kembali lega.

Selain dengan obat-obatan, mengatasi mengi juga bisa dilakukan dengan cara alami, seperti:

  1. Mengoleskan Minyak Esensial

Minyak esensial, seperti minyak kayu putih bisa digunakan untuk mengurangi kambuhnya mengi. Agar pernapasan kembali lega, balurkan minyak esensial di dada selama beberapa menit, kemudian bersihkan dengan lap. Cara lain adalah dengan mencampurkan beberapa tetes minyak ke dalam baskom berisi air panas. Kemudian, hirup aroma yang dikeluarkan dari uap air tersebut.

  1. Mandi Air Hangat

Cara meredakan mengi selanjutnya adalah dengan mandi air hangat. Hal ini bisa membantu melegakan pernapasan. Sebelum mandi air hangat, kamu bisa coba meletakkan handuk hangat di atas dada, diamkan selama 30 menit atau sampai rasa hangatnya hilang.  

  1. Konsumsi Cairan Hangat

Selain mandi air hangat, mengonsumsi cairan yang hangat juga bisa membantu melegakan saluran pernapasan. Untuk mengatasi mengi, kamu bisa coba mengonsumsi segelas air putih hangat, sup atau bubur hangat, atau segelas teh herbal hangat. Hal ini akan memberi rasa nyaman pada saluran pernapasan dan bisa membantu mengatasi mengi.

  1. Latihan Pernapasan

Latihan pernapasan juga bisa membantu mengatasi kondisi ini. Jika gejala mengi terjadi, kamu perlu mempelajari cara melambatkan pernapasan. Ini dilakukan untuk mencegah paru-paru mengalami hiperventilasi serta meredakan gejala mengi. Dalam arti medis, hiperventilasi adalah tindakan menghirup dan mengembuskan napas dengan cepat dan dangkal yang dapat memicu atau memperparah mengi. Karena itu, kamu perlu meluangkan waktu beberapa menit untuk fokus bernapas dengan hidung secara perlahan untuk mengatasi mengi.

  1. Hindari Asap Rokok

Merokok dapat memicu terjadinya masalah pernapasan, termasuk mengi. Karena itu, jika kamu merasa gejala mengi bertambah parah setelah menghirup asap rokok, kamu perlu menghindari asap rokok.

Segera Temui Dokter

Jika mengi tidak hilang dengan cara-cara di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Terutama jika kondisi ini dibarengi dengan gejala demam dan sesak napas. Sebab, bisa saja mengi yang muncul merupakan gejala penyakit serius, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Jika ragu, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakan seputar gejala mengi ke dokter. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi serta tips mengatasi mengi dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Wheezing.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Wheezing.