• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Asma

Asma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
asma

Pengertian Asma

Asma adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak (sulit bernapas). 

 

Faktor Resiko Asma

Bakteri yang berasal dari debu dapat menjadi pemicu utama faktor risiko dari asma. Bakteri tersebut bernama endotoxin yang umumnya berada pada perkakas rumah, terutama di kamar tidur yang dapat menimbulkan gejala asma. 

 

Penyebab Asma

Asma dapat disebabkan oleh debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus atau bahkan terpapar zat kimia. Namun, hingga kini penyebab dari asma belum diketahui secara pasti.

Pengidap asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif. Karenanya, saat paru-paru terkena iritasi dari pemicu asma, maka otot saluran pernapasan jadi kaku dan menyempit. Pada pengidap asma, saluran pernapasan akan lebih sensitif, sehingga paru-paru yang terkena iritasi dari pemicu asma dapat menyebabkan otot saluran pernapasan. Produksi dahak meningkat, sehingga membuat kesulitan bernapas.

Pada masa kanak-kanak, gejala asma akan menghilang dengan sendirinya saat masuk usia remaja. Gejala asma yang tergolong menengah atau berat pada masa kanak-kanak dapat muncul kembali di masa mendatang. Perlu diketahui juga bahwa gejala asma bisa muncul di usia berapa pun, dan tidak selalu bermula pada waktu kanak-kanak.

 

Gejala Asma

Beberapa gejala asma yang biasa terjadi adalah nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Ini juga salah satu jenis penyakit yang dapat dialami oleh semua golongan usia, dari anak-anak hingga orang tua.

Baca jugaGejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

 

Diagnosis Asma

Untuk mengetahui adanya alergi pada pengidap asma, dokter akan melakukan tes antara lain:

  • Menyuntikkan beberapa alergen dan mengukur ukuran benjolan merah yang ditimbulkan setelah 20 menit.

  • Melakukan tes darah IgE atau sIgE.

 

Komplikasi Asma

  • Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).

  • Menurunnya performa di sekolah atau pekerjaan.

  • Tubuh sering terasa lelah.

  • Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.

  • Status asmatikus, yaitu kondisi asma yang parah dan tidak dapat merespon dengan terapi normal.

  • Pneumonia

  • Gagal pernapasan.

  • Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.

  • Kematian.

 

Pengobatan Asma

Dalam pengobatan asma ada dua hal yang perlu dilakukan, yakni meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Oleh karena itu, penting untuk menjalani pengobatan dengan dokter, sehingga dapat diberikan obat untuk mengatasi asma. 

Di samping melakukan pengobatan, pengidap asma juga harus menghindari dari hal-hal yang dapat menjadi pemicu asma kambuh. Biasanya, dokter akan merekomendasikan inhaler sabagai pengobatan saat gejala asma muncul. Namun, penggunaan inhaler juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna. 

Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan inhaler maupun obat, maka perlu tindakan medis di rumah sakit. Pasalnya, asma juga dapat membahayakan nyawa pengidapnya

Baca juga: Terserang Asma Saat Puasa? Ini Cara Mengatasinya

 

Pencegahan Asma

Asma merupakan jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur pola hidup sehat. Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

  • Mengenali & menghindari pemicu asma.

  • Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter.

  • Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma.

  • Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur.

  • Memonitor kondisi saluran napas.

Perlu diperhatikan, penggunaan inhaler dapat meningkatkan reaksi asma. Oleh karena itu, wajib untuk mendiskusikannya dengan dokter, supaya rencana penanganan asma disesuaikan dengan kebutuhan. Vaksinasi flu dan pneumonia pun sangat disarankan untuk dilakukan, supaya asma tidak memburuk.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapat pertolongan medis. Penanganan segera bisa membantu menghindari hal yang tidak diinginkan. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Toxins in Dust Raise Risk of Asthma
Diperbarui pada 21 November 2019

Showing response for:

Jul 7, 2020
Saya kan waktu kecil pernah kena asma dan sekarang sudah dewasa sudah tidak lagi. Apakah asma itu bisa kambuh lagi atau enggak?
Asma adalah sebuah kondisi yang kronik. Artinya, penderita asma perlu secara berkala mengevaluasi dan mengontrol penyakit ini sepanjang hidup. Hal itu karena asma merupakan sebuah bentuk alergi yang tidak dapat disembuhkan atau hilang sama sekali. Namun, Anda dapat mengendalikan asma. Dan, memiliki kondisi asma yang terkendali juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda.
 
 Mungkin saja selama ini anda telah berhasil menegndalikan asma yang anda alami sehingga tidak pernah kambuh kembali. Bisa saja saat dewasa asma muncul kembali jika anda terpapar dengan pencetus asma anda.
Jul 7, 2020
Hal yang bisa bikin asma kambuh itu apa aja ya dok? Lalu kalau pengidap asma itu masih aman gak buat olahraga?
Berikut penyebab kambuhnya asma yang perlu kamu hindari :
 
 1. Faktor Makanan
 Tahukah kamu jika asma dapat muncul karena terlalu banyak konsumsi makanan siap saji yang memiliki kadar MSG dan pengawet yang tinggi? Bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit asma, hindari makanan jenis ini.
 2. Faktor Emosional
 Seseorang dengan pikiran yang kacau akan membuat emosi menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan ini menjadi salah satu penyebab kambuhnya asma, karena tekanan mental yang berimbas pada saluran pernapasan.
 
 3. Faktor Lingkungan
 Lingkungan yang kotor, seperti polusi udara, asap rokok, dan debu menjadi penyebab utama kambuhnya penyakit asma.
 
 4. Udara Dingin
 Penyebab kambuh asma berikutnya adalah udara dingin. Meningkatnya kelembapan udara dalam suhu yang dingin akan memicu timbulnya gejala. Jadi, usahakan untuk selalu menyiapkan pakaian dan peralatan yang mumpuni ketika kamu pergi ke area dengan cuaca dingin.
 
 5. Mengidap Flu
 Penyakit flu yang dialami oleh seseorang dengan riwayat penyakit asma akan menyebabkan produksi lendir di sekitar saluran pernapasan menjadi lebih banyak. Hal tersebut menjadi pemicu terhambatnya saluran pernapasan, akibatnya dada akan terasa sesak.
 
 6. Merokok
 Jika kamu memiliki riwayat penyakit asma, kebiasaan buruk yang satu ini dapat membuat gejala asma semakin bertambah parah. Berhenti merokok merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi gejala asma sekaligus melindungi paru-paru.

Olahraga adalah aktivitas positif yang bisa dilakukan siapa saja, tidak kecuali oleh penderita asma.Mereka yang mengalami penyakit saluran pernapasan ini juga boleh berolahraga. Syaratnya, penderita asma mesti memilih jenis olahraga yang paling beberapa jenis olahraga yang aman untuk dilakukan oleh penderita asma:
 
 1. Berenang
 Salah satu jenis olahraga yang sejak dahulu paling direkomendasikan untuk dilakukan oleh penderita asma adalah berenang.
 Saat berenang, udara yang dihirup biasanya hangat dan lembap, sehingga cocok untuk penderita asma.
 
 2. Yoga
 Olahraga yoga juga bisa membantu meningkatkan kualitas hidup penderita asma. 
 Apa pun olahraga yang berfokus pada latihan pernapasan termasuk yoga bisa berdampak baik untuk para penderita asma. 
 
 3.Jalan kaki
 Penderita asma bisa jalan santai mengelilingi halaman rumah di pagi hari selama 20 hingga 30 menit sebelum memulai aktivitas. 
 
 4. Bersepeda
  
 Perlu diperhatikan agar kegiatan bersepeda tidak dilakukan secara berlebihan, agar sistem pernapasan tetap berjalan dengan lancar dan gejala asma tidak kambuh di tengah jalan.
Jul 7, 2020
Halo dok, apa asma itu bisa disembuhkan total? Menular ga ya ke yang lain?
Asma adalah sebuah kondisi yang kronik. Artinya, penderita asma perlu secara berkala mengevaluasi dan mengontrol penyakit ini sepanjang hidup. Hal itu karena asma merupakan sebuah bentuk alergi yang tidak dapat disembuhkan atau hilang sama sekali. Namun, Anda dapat mengendalikan asma. Dan, memiliki kondisi asma yang terkendali juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda.
 
Pada dasarnya, cara untuk mengendalikan asma adalah senantiasa menjalani pola hidup sehat. Tujuannya, agar tubuh selalu berada dalam kondisi optimal sehingga penyakit tak mudah datang dan menyerang. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan darurat ke mana pun Anda pergi, meski asma telah terkendali.

Penyakit asma memang menyerang organ pernapasan, namun berbeda dengan penyakit lainnya yang biasa menyerang paru-paru, penyakit asma sama sekali tidak menular. Orang-orang yang berinteraksi atau berada di sekitar penderita asma tidak perlu merasa takut dan khawatir tertular penyakit tersebut. Bahkan jika kita melakukan kontak langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan alat pribadi, penyakit tersebut tidak akan menular sama sekali.