Ketahui Tips untuk Mencegah Ejakulasi Dini

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui Tips untuk Mencegah Ejakulasi Dini

Halodoc, Jakarta - Ejakulasi dini terjadi saat pria melakukan hubungan intim dan mengalami ejakulasi lebih cepat sebelum dirinya atau pasangannya mencapai klimaks. Kondisi seperti ini menjadi keluhan pria karena bisa memengaruhi hubungan dengan pasangannya. Tanda ejakulasi dini berupa mengalami ejakulasi yang terjadi dalam satu menit penetrasi dan situasi tersebut tidak dapat dikendalikan atau ditunda.

Baca Juga: Alami Ejakulasi Dini di Usia Produktif, Normalkah?

Tentunya, kondisi tersebut menyebabkan frustasi dan kecenderungan untuk enggan melakukan interaksi seksual. Ejakulasi dini lebih sering dialami oleh pria muda yang sedang mencari tahu tentang aktivitas seksual dan hubungan intim.

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini jarang disebabkan oleh penyakit, masalah struktural, ataupun fisik. Stres akibat pekerjaan bisa menjadi penyebab utama ejakulasi dini. Akan lebih baik bila pria berbicara dengan pasangannya seputar masalah atau perasaan untuk membantu menangani masalah yang sedang dihadapi.

Masalah yang ditangani bersama bisa membuat tubuh lebih rileks, sehingga kondisi seksual tidak mudah terganggu. Selain berbicara dengan pasangan, ada pula beberapa tips dan metode yang bisa diterapkan untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini.

Tips Mencegah Ejakulasi Dini

Pria perlu melakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini

1. Mengatur Napas

Mengatur nafas bisa bekerja untuk meningkatkan gairah yang terlalu tinggi sebelum mencapai klimaks. Ambil napas dalam-dalam dan pikirkan hal lain yang sangat membosankan. Hal ini bisa mengurangi rangsangan dan mempertahankan ereksi, sehingga kamu dan pasangan bisa melanjutkan penetrasi sampai klimaks

2. Metode Stop and Start

Metode stop and start maksudnya adalah saat kamu mendekati klimaks, tarik Mr P dari lubang Miss V dan biarkan diri cukup rileks sebelum memulai penetrasi kembali. Dengan memulai dan menghentikan rangsangan seksual, ejakulasi dini bisa dicegah.

Baca Juga: Ejakulasi Dini Tetap Bisa Sebabkan Kehamilan, Benarkah?

3. Metode Squeeze

Metode bisa dilakukan oleh pria atau pasangannya dengan meremas (cukup kuat) ujung Mr P selama 10–20 detik ketika akan terjadi ejakulasi. Stimulasi ini bisa ditahan selama 30 detik sebelum dijalankan kembali.

4. Melakukan Foreplay Lebih Lama

Foreplay yang dilakukan lebih lama bisa memicu rangsangan pasangan ke kondisi gairah tinggi sebelum alat kelamin disentuh. Nah, hal ini bisa menyamakan waktu ejakulasi pria dan orgasme wanita secara bersamaan.

5. Melakukan Onani

Onani dapat dilakukan sebagai metode untuk mempelajari bagaimana tubuh dalam merespons stimulasi dan cara menunda ejakulasi. Mengenal perasaan dan sensasi memberi kesempatan kepada pria untuk mendapatkan kepercayaan diri.

Perlu untuk diingat, mengatasi ejakulasi dini agar memiliki hubungan intim yang baik membutuhkan waktu. Maka dari itu, onani bisa membantu pria untuk mempelajarinya. Jika berbagai metode tersebut tidak membuahkan hasil, maka konseling mungkin diperlukan.

6. Konseling

Pendekatan ini melibatkan berbicara dengan penyedia kesehatan mental tentang hubungan dan pengalaman hubungan intim pria. Sesi konseling bisa membantu pria untuk mengurangi kecemasan dan menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasinya. Konseling kemungkinan besar membantu jika dikombinasikan dengan terapi obat.

Sebagian besar kasus pria yang mengalami ejakulasi dini mengalami masalah hubungan dengan pasangannya. Sebab, pasangan mungkin kesal karena adanya perubahan keintiman seksual. Ejakulasi dini dapat menyebabkan pasangan merasa kurang terhubung atau terluka. Membicarakan masalah adalah langkah penting, dan konseling hubungan atau terapi seks mungkin bisa membantu.

Baca Juga: Hindari Ejakulasi Dini dengan Rutin Konsumsi 7 Makanan Ini


Kalau kamu mengalami kondisi ejakulasi dini dalam waktu yang lama, sebaiknya segera bertemu dokter untuk mendapatkan pengobatan dan terapi. Kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.