Trauma Kepala Berat pada Anak Sebabkan Amnesia Hingga Dewasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Trauma Kepala Berat pada Anak Sebabkan Amnesia Hingga Dewasa?

Halodoc, Jakarta - Kepala menjadi bagian tubuh yang tak kalah penting dengan bagian-bagian lainnya, seperti lengan atau kaki. Pasalnya, pada bagian ini terdapat otak yang menjadi pusat kendali semua gerak tubuh. Jika terjadi gangguan pada organ ini, bisa dipastikan terjadi gangguan pada sistem tubuh lainnya.

Seperti ketika kepala mengalami benturan, yang mengakibatkan terjadinya trauma kepala berat. Namun, benarkah trauma kepala berat yang terjadi pada usia anak bisa sebabkan amnesia ketika ia dewasa?

Faktanya, efek jangka panjang dari trauma kepala berat yang mengakibatkan hilang ingat perlu dipelajari lebih lanjut, sehingga belum banyak fakta yang bisa diketahui. Dr. Raina Gupta, seorang ahli saraf di Advocate Illinois Masonic Medical Center, mengatakan ada banyak kemungkinan dampak jangka panjang dari trauma kepala berat, termasuk perubahan kognitif dan hilangnya daya ingat.

Baca juga: Jika Terjadi 9 Gejala Ini Ketika Trauma Kepala Ringan, Segera Periksa ke Dokter

Sebelumnya, telah diketahui berbagai dampak jangka pendek, meliputi sakit kepala, kejang, susah tidur, mudah marah, penglihatan mengabur, hingga depresi. Semua dampak ini biasanya terjadi pada hari-hari pertama setelah trauma kepala ringan dan umumnya berhenti setelah beberapa minggu atau bulan. Namun, salah satu dari sekian dampak tersebut bisa bertahan lebih lama.

Bahkan, terjadinya amnesia tak hanya dialami oleh orang dewasa yang mengalami cedera kepala berat ketika usia anak-anak, tetapi juga oleh lansia yang mengalami cedera ketika remaja. Artinya, dampak ini adalah dampak jangka panjang yang tidak boleh disepelekan dan harus segera mendapatkan penanganan.

Bagaimana Memori Bisa Hilang?

Kamu juga perlu tahu bagaimana suatu memori bisa terhapus. Agar memori jangka pendek berubah menjadi jangka panjang, diperlukan proses konsolidasi. Selama proses ini, memori jangka pendek diaktifkan berulang kali sehingga terjadi perubahan tertentu di otak, yang secara permanen menyematkan memori untuk akses jangka panjang.

Baca juga: Alasan Trauma Kepala Berat Dapat Mengganggu Fungsi Otak

Nah, apabila selama aktivasi berulang ini, terjadi gangguan pada otak, memori jangka pendek menjadi tidak bisa dikonsolidasikan. Akibatnya, memori jangka pendek tidak dapat disimpan untuk kembali diakses dalam jangka panjang. Hippocampus menjadi bagian otak tempat berlangsungnya proses konsolidasi. Inilah mengapa banyak orang yang mengalami trauma kepala berat akan berujung pada amnesia. Jika bagian otak ini rusak, dapat mengingat kembali ingatan yang lebih lama, tetapi tidak bisa membuat ingatan baru.

Jadi, benar ada keterkaitan antara trauma kepala berat dengan amnesia sebagai dampak jangka panjang. Tentu saja, ini membuat kamu perlu melindungi kepala dengan perlindungan maksimal untuk mencegah terjadinya benturan keras pada kepala yang bisa berujung pada cedera kepala berat. Salah satunya dengan menggunakan helm ketika berkendara dan saat memasuki area proyek.

Baca juga: 4 Komplikasi Trauma Kepala Berat yang Perlu Diwaspadai

Kamu bisa menanyakan langsung pada dokter seputar keterkaitan antara cedera kepala berat dengan amnesia sebagai efek samping jangka panjang. Caranya, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Pilih dokter dan mulai percakapan, bisa melalui chat atau video call. Tidak hanya itu, kamu juga bisa melakukan cek lab setiap saat di mana saja hanya dengan bantuan layanan Cek Lab dari aplikasi Halodoc.