• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma Masa Kecil Sebabkan Gangguan Kepribadian, Benarkah?

Trauma Masa Kecil Sebabkan Gangguan Kepribadian, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Trauma Masa Kecil Sebabkan Gangguan Kepribadian, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian (Personality Disorder) adalah jenis gangguan mental yang bisa memengaruhi banyak aspek dalam seseorang. Mulai dari cara ia berpikir, berfungsi, dan berperilaku. Secara umum, kamu akan menemukan kesulitan untuk memahami dan berhubungan dengan pengidap gangguan kepribadian. Hal ini yang kemudian menyebabkan masalah dan keterbatasan yang signifikan dalam hubungan, aktivitas sosial, pekerjaan, dan sekolah.

Dalam beberapa kasus, kamu mungkin tidak menyadari bahwa seseorang memiliki gangguan kepribadian karena cara berpikir dan berperilaku seseorang tampak alami. Namun, gangguan kepribadian perlu ditangani dengan baik agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Biasanya gangguan kepribadian dimulai pada masa remaja atau awal masa dewasa, dan banyak sekali faktor yang menyebabkannya seperti misalnya trauma masa kecil. 

Baca juga: Ini 4 Hal yang Harus Diketahui Tentang Trauma 

Trauma Jadi Penyebab Utama Gangguan Kepribadian?

Penting untuk dipahami bahwa kepribadian adalah kombinasi dari pikiran, emosi, dan perilaku yang membuat seseorang unik. Ini adalah cara seseorang memandang, memahami, dan berhubungan dengan dunia luar, serta cara memandang diri sendiri. Bentuk kepribadian selama masa kanak-kanak, dibentuk melalui interaksi:

  • Gen. Ciri-ciri kepribadian tertentu mungkin diturunkan oleh orangtua melalui gen yang diwariskan. Ciri-ciri ini terkadang disebut temperamen.
  • Lingkungan. Ini melibatkan lingkungan tempat seseorang dibesarkan, peristiwa yang terjadi yang bisa menyebabkan seseorang trauma, dan hubungan dengan anggota keluarga dan orang lain.

Jadi, tidak hanya trauma saja yang bisa sebabkan gangguan kepribadian, ia adalah kombinasi pengaruh genetik dan lingkungan. Gen mungkin membuat seseorang rentan terhadap gangguan kepribadian, dan situasi kehidupan seperti trauma dan kekerasan dapat memicu perkembangan gangguan kepribadian.

Jika kamu merasa teman atau orang terdekatmu memiliki gejala yang mencurigakan pada sikap dan kepribadiannya, kamu bisa tanyakan dulu pada psikolog di Halodoc mengenai hal ini. Psikolog akan menjelaskan hal-hal yang perlu kamu pahami mengenai gangguan kepribadian dan akan menyarankan kamu untuk segera membawa teman atau orang terdekatmu ke ahli kejiwaan jika gejalanya sudah memprihatinkan.

Baca juga: Apakah Kepribadian Ganda Bisa Disembuhkan Total?

Jenis Gangguan Kepribadian

Ada banyak jenis gangguan kepribadian yang telah dikenal dalam dunia medis, antara lain:

  • Gangguan kepribadian antisosial.
  • Gangguan kepribadian penghindar.
  • Gangguan kepribadian borderline.
  • Gangguan kepribadian dependen.
  • Gangguan kepribadian histrionik.
  • Gangguan kepribadian narsistik.
  • Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCD).
  • Gangguan kepribadian paranoid. 
  • Gangguan kepribadian skizoid. 
  • Gangguan kepribadian schizotypal. 

Pengobatan untuk Gangguan Kepribadian

Perawatan untuk gangguan kepribadian biasanya melibatkan terapi bicara. Di sinilah orang tersebut berbicara dengan terapis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pikiran, perasaan, dan perilaku mereka sendiri. Ini akan berlangsung setidaknya selama 3 bulan, tetapi sering kali dapat bertahan lebih lama tergantung pada tingkat keparahan kondisinya dan masalah lain yang mungkin dimiliki orang tersebut.

Selain mendengarkan dan mendiskusikan masalah penting dengan orang tersebut, terapis dapat mengidentifikasi strategi untuk menyelesaikan masalah dan, jika perlu, membantu mereka mengubah sikap dan perilaku. Pengidap gangguan kepribadian juga bisa melakukan terapi komunitas yang merupakan bentuk terapi kelompok intensif di mana pengalaman memiliki gangguan kepribadian dieksplorasi secara mendalam. Orang tersebut hadir setidaknya 1 hari seminggu dan terkadang bahkan 5 hari penuh seminggu. Terapi ini telah terbukti efektif untuk gangguan kepribadian ringan hingga sedang, tetapi memerlukan komitmen tingkat tinggi.

Pengidapnya juga mungkin diresepkan obat untuk mengatasi masalah yang terkait dengan gangguan kepribadian, seperti depresi, kecemasan, atau gejala psikotik. Misalnya, gejala depresi sedang hingga berat dapat diobati dengan jenis antidepresan yang disebut inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI).

Baca juga: 4 Tes Psikologi untuk Mengetahui Kepribadian Diri

Banyak orang dengan gangguan kepribadian sembuh seiring waktu. Perawatan psikologis atau medis sering kali membantu, tetapi terkadang hanya dukungan yang dibutuhkan. Tidak ada pendekatan spesifik yang cocok untuk semua orang karena perawatan harus disesuaikan dengan individu. 

Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What are Personality Disorders?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Personality Disorders.
NHS UK. Diakses pada 2020. Personality Disorders.