• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tren Surrogate Mother untuk Punya Anak

Tren Surrogate Mother untuk Punya Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tren Surrogate Mother untuk Punya Anak

Halodoc, Jakarta - Seiring perkembangan teknologi di dunia kedokteran, suatu pasangan dapat memiliki keturunan melalui janin orang lain. Metode ini disebut juga dengan ibu pengganti atau surrogate mother. Meski begitu, masih banyak orang yang tidak paham tentang cara kerja dari metode surogasi ini. Untuk mengetahui lebih lengkapnya terkait hal ini, baca ulasan berikut ini!


Apa Itu Surrogate Mother atau Ibu Pengganti?


Surrogate mother adalah metode yang dilakukan saat seorang wanita melahirkan bagi pasangan yang tidak dapat menghasilkan anak dengan cara yang biasa. Beberapa masalah yang menjadi penyebabnya bisa karena salah satu pasangan yang tidak subur atau kesulitan untuk mengalami kehamilan. Lebih tepatnya, wanita lain meminjamkan rahim untuk membantu pasangan suami istri mendapatkan keturunan.


Baca juga: Inilah Proses Terbentuknya Anak Kembar


Cara dilakukannya adalah ibu pengganti dihamili melalui inseminasi buatan dengan sperma pasangan pria. Saat hamil, sel telur istri dan sperma suami menjalani fertilisasi in vitro, dan embrio yang dihasilkan dapat ditanamkan pada sang surrogate mother. Biasanya dalam prosedur yang dijalankan, ibu pengganti akan menyerahkan semua hak pada orangtua aslinya. Meski begitu, belum ada hukum yang jelas untuk mengaturnya di Indonesia.


Sebelum terkenal di seluruh dunia, tren yang satu ini sebenarnya sudah lumrah dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa, dengan perjanjian hukum tentunya. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak seenaknya menggunakan cara ini untuk memperoleh keturunan. Ada dua jenis surrogate yang bisa dilakukan, yaitu:


  • Gestational surrogacy, yaitu sewa rahim saja.
  • Genetic surrogacy, yaitu sewa rahim dengan sel telurnya.


Dalam dunia medis, tren meminjamkan rahim dikenal dengan istilah fertilisasi-in-vitro, yaitu pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri, yang dilakukan oleh petugas medis, kemudian ditanamkan ke uterus. Dalam sejarahnya, proses bayi tabung pertama kali dilakukan oleh dokter asal Inggris, yaitu Robert G. Edwards dan Patrick Steptoe pada tahun 1970-an. Namun, saat itu masih banyak ditentang oleh kalangan dokter dan pemuka agama, karena dianggap mengambil peran Tuhan dalam proses penciptaan manusia.


Kini tren bayi tabung sudah marak dan berkembang hingga menciptakan surrogate mother. Meski tingkat keberhasilannya memang tidak terlalu besar, tetapi prosedur ini banyak diminati oleh pasangan suami istri yang ingin segera memiliki momongan, atau yang sudah lama menikah tetapi belum juga diberikan buah hati. Pertanyaan yang mungkin terlontar adalah, bolehkah warga Indonesia melakukan prosedur surrogate mother? Di bawah ini penjelasannya.


Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Diabetes pada Ibu Hamil


Bolehkan Warga Indonesia Melakukan Prosedur Surrogate Mother?


Tren surrogate mother di Indonesia masih sangat jarang diketahui masyarakat luas, sebab pemerintah Indonesia telah melarang hal ini. Dalam Undang-Undang pasal 127 No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, telah diatur bahwa upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah. Penjelasan di dalamnya juga merinci tentang hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari ovum berasal, tentunya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai.


Proses non-alami untuk mendapatkan keturunan itu kita kenal secara umum sebagai bayi tabung. Terlepas dari itu semua, tren surrogate mother atau ibu titipan memang menjadi salah satu solusi bagi pasangan suami istri yang tengah mendambakan buah hati. Tidak hanya menguntungkan bagi penyewa, ibu pengganti pun akan diuntungkan karena jasa sewa rahim tersebut biasanya sangat mahal dan berkisar lebih dari 100 juta rupiah. Namun, aspek-aspek, seperti kesehatan, moral, dan psikis dari orang tua dan calon anak hasil surogasi juga harus dipertimbangkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani proses tersebut.


Baca juga: Inilah Ciri-Ciri Gerakan Janin yang Normal


Nah, kalau kamu dan pasangan butuh saran dokter mengenai kondisi kesuburan dan beragam tips agar bisa cepat hamil, jangan ragu untuk menanyakannya kepada dokter di aplikasi Halodoc, ya. Maka dari itu, segera download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan dalam akses kesehatan tanpa batas!



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Using a Surrogate Mother: What You Need to Know.
Healthline. Diakses pada 2021. Growing Your Family Through Gestational Surrogacy.
What to Expect. Diakses pada 2021. How to Use a Surrogate Mother.