Tren Surrogate Mother untuk Punya Anak

tren surrogate mother, meminjamkan rahim, surrogate mother, bayi tabung

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu penggemar serial yang sangat populer pada tahun 1990-an asal Amerika Serikat, yaitu Friends, pasti ingat bahwa salah satu karakternya, Phoebe Buffay pernah meminjamkan rahimnya untuk adik iparnya. Dalam episode tersebut tersebut, Phoebe setuju untuk meminjamkan rahimnya untuk ditinggali janin hasil buah cinta adiknya, yaitu Frank Jr. dan Alice Knight. Pilihan ini diambil karena ternyata Alice sudah berusia lanjut dan tidak memungkinkan untuk hamil.

Namun, apakah kamu pernah berpikir bahwa hal seperti ini pernah ada di dunia nyata? Ya, tren surrogate mother ini memang ada dan pernah dilakukan juga oleh selebriti asal Amerika Serikat, Kanye West dan Kim Kardashian.

Apa itu Surrogate Mother?

Seiring perkembangan teknologi di dunia kedokteran, surrogate mother ini dapat terjadi. Surrogate mother adalah sebutan untuk ibu pengganti, atau lebih tepatnya bagi perempuan yang meminjamkan rahim untuk membantu pasangan suami istri mendapatkan keturunan. Hal ini sebetulnya sudah lumrah dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa, akan tetapi hal ini juga didampingi oleh perjanjian hukum. Akibatnya, masyarakat tidak dapat seenaknya menggunakan cara ini untuk memperoleh keturunan.  

Yayasan yang digunakan oleh Kim dan Kanye pun adalah yayasan yang mengelola surrogate mother secara profesional. Yayasan tersebut mengatur penyewaan rahim dengan syarat tertentu dengan dua jenis tipe. Tipe pertama adalah gestational surrogacy (hanya sewa rahim) dan yang kedua adalah genetic surrogacy (sewa rahim dengan keikutsertaan sel telur).

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Bayi Tabung

Dalam dunia medis, proses semacam ini dikenal dengan istilah fertilisasi-in-vitro, artinya pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis dan kemudian ditanamkan ke uterus. Dalam sejarahnya, proses bayi tabung pertama kali dilakukan oleh dokter asal Inggris yaitu Robert G. Edwards dan Patrick Steptoe pada tahun 1970-an. Namun saat itu masih banyak ditentang oleh kalangan dokter lain dan juga pemuka agama, karena dianggap mengambil peran Tuhan dalam proses penciptaan manusia.

Kini tren bayi tabung sudah marak dan berkembang hingga menciptakan surrogate mother. Tingkat keberhasilannya memang tidak terlalu besar, biasanya hanya berkisar 20 persen. Oleh sebab itu, sel telur yang diambil dan dikembalikan ke dalam rahim biasanya lebih dari satu.

Bolehkan warga Indonesia melakukan praktek Surrogate Mother?

Tren surrogate mother di Indonesia masih sangat jarang diketahui masyarakat luas, sebab pemerintah Indonesia telah melarang hal ini. Dalam Undang-Undang pasal 127 No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, telah diatur bahwa upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah. Penjelasan di dalamnya juga merinci tentang hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari ovum berasal, tentunya juga harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai. Proses non-alami untuk mendapatkan keturunan itu kita kenal secara umum sebagai ‘bayi tabung’.

Terlepas dari itu semua, tren surrogate mother atau ibu titipan memang dapat menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang tengah mendambakan buah hati. Tidak hanya menguntungkan bagi penyewa, ibu titipan pun akan diuntungkan karena jasa sewa rahim tersebut biasanya sangat mahal dan berkisar lebih dari 100 juta rupiah. Namun, aspek-aspek seperti kesehatan, moral, dan psikis dari orang tua dan calon anak hasil surrogate juga harus dipertimbangkan matang-matang sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani proses tersebut.

Baca juga: Tips Cepat Hamil untuk Wanita Super Sibuk

Nah, kalau kamu dan pasangan butuh saran dokter mengenai kondisi kesuburan dan beragam tips agar bisa cepat hamil, jangan ragu untuk menanyakannya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan nyaman membicarakan masalah kesehatanmu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!