Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Mengidap Kifosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Mengidap Kifosis

Halodoc, Jakarta - Kifosis merupakan kelainan postur yang bisa dialami sejak lahir maupun karena kesalahan posisi tubuh, baik itu saat duduk, tidur, berdiri, ataupun berolahraga. Normalnya,  punggung atas atau area tulang belakang bagian atas tiap manusia memiliki bentuk seperti kurva yang menyerupai lengkungan.

Sedangkan pengidap kifosis, kurva tulang belakang berada di luar kisaran normal, sehingga membuat postur menjadi bungkuk. Sudut kurva dada pada kifosis berkisar antara 10 sampai 40 derajat dalam pengukuran sudut antara ujung atas T5 dan ujung bawah T12.

Baca Juga: Waspada, 2 Kebiasaan Ini Dapat Sebabkan Kifosis pada Anak

Kifosis yang berkaitan dengan usia seringkali disebabkan oleh kelemahan pada tulang belakang. Sedangkan kifosis yang muncul pada bayi atau remaja, umumnya karena malformasi tulang belakang atau irisan tulang belakang dari waktu ke waktu.

Perawatan untuk kifosis tergantung pada usia dan penyebab yang mendasarinya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kondisi yang bisa sebabkan kifosis.

Penyebab Kifosis

Tulang vertebra yang normal akan membentuk tulang belakang, seperti silinder yang ditumpuk dalam sebuah kolom. Pada pengidap kifosis, tulang vertebra di punggung atas menjadi berbentuk baji. Berikut beberapa kondisi yang dapat berperan dalam pengembangan kifosis:

1. Patah Tulang

Tulang vertebra yang patah atau hancur (fraktur kompresi) dapat menyebabkan tulang belakang menjadi melengkung. Biasanya, fraktur kompresi ringan tidak menunjukkan tanda atau gejala yang jelas.

2. Osteoporosis

Pengeroposan tulang yang sering dialami lansia juga dapat menyebabkan tulang belakang melengkung, terutama jika tulang vertebra melemah yang berisiko mengakibatkan fraktur kompresi. Selain lansia, osteoporosis juga sering terjadi pada orang yang telah menggunakan kortikosteroid untuk jangka waktu yang lama.

3. Disk Degenerasi

Cakram berbentuk seperti piringan bundar yang lembut bertindak sebagai bantalan antara tulang belakang. Seiring bertambahnya usia, cakram-cakram ini mengering dan menyusut. Kondisi ini sering memperburuk kifosis.

Baca Juga: Waspada, Ini Faktor Risiko yang Meningkatkan Seseorang Terkena Kifosis

4. Penyakit Scheuermann

Penyakit scheuermann bisa disebut juga dengan kifosis scheuermann. Penyakit ini biasanya dimulai selama pertumbuhan yang terlalu cepat sebelum masa pubertas. Anak laki-laki lebih sering mengalami kondisi ini daripada anak perempuan.

5. Cacat Lahir

Tulang belakang yang tidak berkembang dengan baik sebelum kelahiran dapat menyebabkan kifosis setelah kelahiran.

6. Sindrom

Kifosis yang dialami oleh anak-anak sering dikaitkan dengan sindrom tertentu, seperti sindrom Ehlers-Danlos dan sindrom marfan.

7. Kanker dan Perawatan Kanker

Kanker di tulang belakang dapat melemahkan tulang belakang dan membuat tulang lebih rentan mengalami fraktur kompresi. Hal serupa juga bisa terjadi apabila sering menjalankan kemoterapi dan perawatan radiasi.

Gejala Kifosis

Kifosis yang masih tergolong ringan mungkin tidak menghasilkan tanda atau gejala yang signifikan. Tapi pada beberapa kasus kifosis, pengidapnya mengalami sakit punggung dan kekakuan di samping tulang belakang yang melengkung tidak normal.

Perawatan Kifosis

Perawatan kifosis tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi pengidapnya. Jenis obat-obatan yang mungkin disarankan adalah obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen, ibuprofen, ataupun naproxen sodium. Obat penguat tulang juga dapat membantu mencegah patah tulang belakang yang bisa memperburuk kifosis.

Selain obat-obatan, terapi juga dapat membantu mengelola kesehatan tulang untuk pengidap kifosis. Terapi yang dapat dilakukan dapat berupa:

  • Latihan peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang dan meredakan sakit punggung.

  • Anak-anak yang mengidap penyakit scheuermann mungkin dapat menghentikan perkembangan kifosis dengan mengenakan penyangga tubuh.

  • Pembedahan mungkin disarankan untuk kondisi kifosis yang parah dengan mencubit sumsum tulang belakang atau akar saraf.

Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Dianjurkan untuk Pengidap Kifosis


Kalau kamu punya pertanyaan seputar kelainan tulang, jangan lupa untuk bicara dengan dokter Halodoc. Klik fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!