Turun Berok Ganggu Kesuburan, Mitos atau Fakta?

Turun Berok Ganggu Kesuburan, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Turun berok atau hernia adalah sebuah gangguan yang umum terjadi pada kebanyakan orang. Hal ini dapat menyebabkan benjolan pada perut atau selangkangan. Gangguan tersebut umumnya tidak berbahaya, tetapi jika sudah parah dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan timbul rasa sakit.

Turun berok terjadi ketika organ atau jaringan di dalam tubuh meremas melalui titik lemah pada otot di jaringan ikat, atau disebut juga dengan fasia. Hernia yang umum terjadi adalah inguinalis (pada pangkal paha bagian dalam), femoralis (pangkal paha luar), umbilikalis (pusar), dan hiatal (perut atas).

Turun Berok Inguinal

Turun berok jenis inguinal adalah jenis yang paling umum terjadi. Gangguan ini terjadi ketika usus mendorong melalui titik lemah atau robekan pada dinding perut bagian bawah, seringkali di saluran inguinalis. Turun berok jenis ini terjadi pada pangkal paha seseorang.

Hernia inguinalis terjadi ketika kanal inguinalis tidak menutup dengan benar setelah beberapa bulan anak laki-laki tersebut dilahirkan. Melalui saluran ini, jaringan usus atau lemak dari perut atau keduanya dapat menembus daerah selangkangan.

Pada pria, hal tersebut adalah area ketika tali sperma berpindah dari perut ke skrotum. Tali ini dapat menahan testis untuk keluar. Pada wanita, saluran inguinalis mengandung ligamen yang membantu menahan rahim di tempatnya. Karenanya, turun berok lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Baca Juga : Jangan Asal Pijat, Ini 3 Cara Obati Turun Berok

Dapatkah Turun Berok Ganggu Kesuburan pada Pria?

Jika isi perut berada di dalam skrotum karena hernia, hal tersebut dapat menyebabkan suhu perut menetes ke testis. Testis tubuh mempertahankan suhu yang sedikit lebih rendah daripada suhu tubuh. Suhu yang lebih rendah ini bertanggung jawab untuk sperma sehat.

Turun berok inguinalis selama bertahun-tahun tanpa pengawasan memiliki kemungkinan besar untuk mengubah suhu testis. Variasi suhu tentu dapat mengganggu proses produksi sperma dan berpotensi menghancurkan sperma.

Jika hernia inguinalis baru saja terjadi dan langsung terdeteksi, kemungkinan produksi sperma yang mengalami dampak buruk semakin kecil. Tanyalah pada ahli bedah hernia dan bantuan medis selanjutnya yang harus dilakukan secara efektif dapat mengatasi masalah ini.

Baca Juga : 5 Jenis Hernia, Penyakit yang Dikenal Sebagai Turun Berok

Dapatkah Turun Berok Inguinal Memengaruhi Disfungsi Ereksi pada Pria?

Seseorang yang mengidap turun berok inguinal, ereksi atau kemampuan penisnya untuk tegak tidak akan terganggu. Hal ini dikarenakan gangguan tipe ini tidak menekan pembuluh darah yang dapat mengendalikan ereksi pada seseorang.

Walau begitu, jika turun berok ini tidak dirawat selama bertahun-tahun, pembengkakan skrotum menjadi lebih parah. Hal tersebut dapat menyebabkan ereksi yang terjadi dapat menimbulkan rasa sakit ketika digunakan untuk berhubungan intim.

Dapatkah Bedah Turun Berok Inguinal Menyebabkan Kemandulan?

Pembedahan atau operasi pada gangguan tersebut tidak dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Faktanya, hal tersebut menyelamatkan seorang pria dari ketidaksuburan karena gangguan turun berok. Banyak hal yang dapat membuat seseorang mandul, seperti hormon yang tidak seimbang dan cacat genetik.

Saat pembedahan dilakukan, dokter yang melakukannya akan menggunakan metode laparoskopi untuk mengobatinya. Dokter tersebut akan melakukan operasi tersebut melalui lubang kecil pada perut. Hal ini tidak melibatkan pembuluh darah atau saraf pada skrotum. Maka dari itu, operasi ini terbilang aman dan tidak menyebabkan kemandulan pada pria.

Baca Juga : Kenali Gejala Turun Berok

Itulah pembahasan tentang turun berok yang dapat ganggu kesuburan pria. Jika kamu ingin memastikan turun berok yang terjadi tidak menimbulkan masalah, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!