• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Uji Coba Vaksin Pfizer pada Wanita Hamil

Uji Coba Vaksin Pfizer pada Wanita Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Pfizer-BioNTech asal Jerman baru-baru ini mengumumkan jika tengah melakukan uji coba vaksin virus corona pada wanita hamil. Awalnya, ibu hamil menjadi golongan yang tidak boleh melakukan vaksinasi. Uji coba yang dilakukan saat ini masih dalam tahap terbatas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengumumkan jika ibu hamil tidak wajib melakukan vaksinasi. Jika ingin, ibu disarankan untuk berdiskusi terlebih dulu dengan dokter. Begini penjelasan selengkapnya mengenai vaksinasi pada ibu hamil.

Baca juga: Begini Alur Pemberian Vaksin Corona di Fasilitas Kesehatan

Sampai Sejauh Mana Uji Coba Vaksin Pfizer pada Ibu Hamil?

Uji coba pada yang dilakukan saat ini akan menghasilkan data penting tentang keamanan dan imunogenisitas vaksin pada wanita hamil. Namun hingga saat ini, data yang diperlukan belum juga didapatkan dalam uji coba Fase 3. Uji coba vaksin pada ibu hamil dilakukan dengan tujuan, untuk membangun kepercayaan pada jika penggunaan vaksin aman dilakukan pada wanita hamil.

Uji coba vaksin Pfizer Fase 2 dan 3 akan melibatkan kurang lebih 4.000 wanita dengan usia kehamilan 24–34 minggu. Sebagian peserta akan disuntik vaksin, sedangkan sebagian lainnya akan diberi suntikan plasebo. Sama dengan peserta vaksinasi lainnya, ibu hamil pun akan mendapat dua dosis vaksin dengan jarak 21 hari. Setelah vaksinasi dilakukan, ibu hamil akan dipantau selama 7–10 bulan ke depan. Jika sudah melahirkan, bayi pun akan dipantau hingga usianya menginjak 6 bulan.

Pemantauan pada ibu hamil dilakukan untuk melihat adanya efek samping, mengingat kehamilan menjadi kelompok yang berisiko tinggi mengalami komplikasi. Pada bayi, pemantauan dilakukan untuk melihat apakah ada transfer antibodi dari ibu hamil yang melakukan vaksinasi. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Fakta Lengkap Mengenai Vaksin COVID-19

Selain Ibu Hamil, Ini Golongan yang Juga Diperbolehkan Vaksin

Ibu hamil menjadi salah satu golongan yang tidak diizinkan menerima vaksin sebelumnya. Selain ibu hamil, ada beberapa golongan yang juga sudah diizinkan menerima vaksin di Indonesia. Berikut ini beberapa golongan tersebut:

  • Vaksin Virus Corona untuk Lansia

Jika sebelumnya lansia menjadi golongan yang tidak diperbolehkan, kini vaksinasi untuk seseorang di atas 60 tahun boleh dilakukan dengan syarat sebagai berikut:

  1. Tidak kesulitan untuk naik 10 anak tangga. 
  2. Tidak sering merasa kelelahan saat melakukan kegiatan.
  3. Tidak mengalami kesulitan berjalan kaki.
  4. Tidak mengalami penurunan berat badan drastis dalam satu tahun terakhir.
  5. Tidak mengidap hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, penyakit ginjal dalam waktu yang bersamaan.
  • Vaksin Virus Corona untuk Pengidap Penyakit Bawaan

Jika sebelumnya pengidap penyakit bawaan menjadi golongan yang tidak diperbolehkan, kini vaksinasi boleh dilakukan dengan syarat sebagai berikut:

  1. Memiliki hasil cek tekanan darah di bawah 180/110 mmHg pada pemeriksaan terakhir. Syarat tersebut berlaku pada pengidap tekanan darah tinggi (hipertensi).
  2. Memiliki kadar gula darah yang terkontrol, dan rutin mengonsumsi obat dari dokter. Syarat tersebut berlaku pada pengidap diabetes tanpa komplikasi akut.
  3. Memiliki kondisi kesehatan baik, dan tidak sedang menjalani pengobatan. Syarat tersebut berlaku pada pengidap kanker.
  • Vaksin Virus Corona untuk Busui

Jika sebelumnya ibu menyusui menjadi golongan yang tidak diperbolehkan, kini vaksinasi boleh dilakukan dengan syarat sebagai berikut:

  1. Suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celsius.
  2. Tidak melakukan kontak dengan pengidap dalam 14 hari terakhir.
  3. Tidak mengalami demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

Baca juga: Tubuh Tetap Bisa Terserang Virus Meski Sudah Vaksin, Ini Penjelasannya

Itulah penjelasan mengenai pemberian vaksin virus corona pada ibu hamil, serta kelompok usia rentan, seperti ibu menyusui, seseorang dengan penyakit bawaan, serta lansia. Sebelum melakukan vaksinasi, ibu disarankan untuk menunjang kesehatan tubuh dengan mengonsumsi multivitamin atau suplemen yang dibutuhkan. Untuk membelinya, silahkan gunakan fitur “beli obat” di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2021. Pfizer Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Wanita Hamil.
Kompas.com. Diakses pada 2021. Syarat Lansia, Komorbid, Penyintas, Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19.