• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ulat Gigi Sebabkan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ulat Gigi Sebabkan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?

Ulat Gigi Sebabkan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 Agustus 2022

“Ulat gigi pernah disebut-sebut sebagai penyebab dari masalah gigi berlubang. Hewan kecil ini dipercaya dapat menggerogoti gigi, tapi benarkah faktanya seperti itu?”

Ulat Gigi Sebabkan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?Ulat Gigi Sebabkan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta – Zaman dulu sebelum praktik kedokteran gigi modern, orang-orang percaya bahwa gigi berlubang disebabkan oleh adanya ulat gigi yang menggerogoti gigi. Kepercayaan tersebut berawal dari sebuah gambar yang menunjukkan struktur aneh seperti wujud ulat gigi yang ditemukan di dalam geraham yang dibedah.

Namun, seiring perkembangan dalam kedokteran gigi, sudah dibuktikan bahwa ulat gigi tidak pernah ada. Kerusakan gigi disebabkan oleh plak gigi. Plak terbentuk dari air liur, bakteri, asam dan sisa makanan. Ketika plak menumpuk dan mengisik lapisan luar gigi, kerusakan gigi terjadi. Hasilnya, gigi berlubang yang disebut juga karies gigi. 

Yuk, simak lebih lanjut ulasan mengenai fakta ulat gigi dan kerusakan gigi di sini.

Penyebab Kemunculan Mitos Ulat Gigi

Kepercayaan akan keberadaan ulat gigi sudah ada sejak 5000 Sebelum Masehi (SM). Dalam teks Sumeria, ulat gigi terdaftar sebagai salah satu alasan di balik kerusakan gigi. Serangga perusak tersebut juga disebutkan dalam tulisan Cina kuno dari 1500 SM. Teks yang dipahat di tulang menggambarkan wujud ulat gigi menyerang mulut dan gigi.

Secara umum, ulat gigi dikatakan menggerogoti gigi dan menyebabkan pembusukan. Serangga tersebut juga dianggap ada di gusi dan gigi berlubang. Ada banyak ide yang berbeda sehubungan dengan wujud ulat gigi. 

Di Inggris, misalnya, ada anggapan bahwa wujud ulat gigi mirip seperti belut. Di Jerman Utara, orang mengira ulat gigi berwarna merah, biru, dan abu-abu, dan dalam banyak kasus, wujud ulat gigi dianggap mirip seperti belatung.

Ada banyak kemungkinan alasan mengapa orang zaman dulu percaya akan keberadaan ulat gigi. Berikut beberapa teori potensial yang menjelaskan penyebab kemunculan ulat gigi:

1. Air yang Terinfeksi Cacing Guinea

Sebuah teori menyebutkan bahwa orang-orang benar-benar melihat cacing Guinea atau Druncunculus medinensis, dari air yang terinfeksi. Cacing Guinea betina yang hamil bisa melepaskan lebih dari 500.000 anak cacing muda saat berada di dalam air dingin. Ditambah lagi, jenis cacing ini seringkali ditemukan di sumur tempat banyak orang minum.

Bila orang minum atau menggunakan air dari sumur tersebut, mereka mungkin bisa melihat cacing Guinea mengeluarkan anak cacing.

2. Struktur Menyerupai Wujud Ulat Gigi

Alasan lain ulat gigi dipercaya banyak orang adalah ditemukannya struktur silinder pada gigi manusia yang menyerupai wujud ulat gigi. Menurut para peneliti di University of Maryland Dental School, ada struktur kecil seperti cacing berongga yang menempel pada tubulus di gigi manusia. 

Namun, para ilmuwan tidak memahami sepenuhnya apa sebenarnya hal tersebut. Orang zaman dulu mungkin salah mengira struktur tersebut sebagai ulat gigi.

3. Perawatan Biji Henbane

Pada abad pertengahan di Inggris, ulat gigi diobati dengan asap dari biji henbane yang dibakar. Henbane adalah tanaman yang digunakan untuk tujuan pengobatan. Selama prosedur, biji dipanaskan dengan arang. Lalu, orang dengan gigi yang berlubang menghirup asapnya. 

Ironisnya, abu biji henbane yang dibakar tampak seperti ulat. Tanaman tersebut juga memiliki sifat narkotika yang meredakan sakit gigi. Hal ini kemungkinan mendukung kepercayaan orang tentang adanya ulat gigi.

Bukan Ulat Gigi, Melainkan Plak

Berkat kedokteran gigi modern, kita sekarang tahu bahwa penyebab kerusakan gigi yang sebenarnya bukan lah ulat gigi, melainkan plak.

Berikut adalah proses penyebab kerusakan gigi:

1. Plak Terbentuk

Zat makanan, bakteri, dan air liur bergabung membentuk plak yang menempel pada gigi. Kerusakan gigi dimulai ketika gula dan pati tertinggal di gigi dalam waktu yang lama. Ketika gula dan pati tidak dibersihkan dengan baik dari gigi, bakteri dengan cepat mulai memakannya dan membentuk plak.

2. Serangan Asam

Asam dalam plak ini mengikis email, lapisan terluar yang keras dari gigi. Ini membentuk lubang kecil yang disebut rongga.

3. Kerusakan Berlanjut

Seiring waktu, asam dan bakteri mengikis email dan mulai merusak dentin, jaringan di bawah email. Jika mereka mencapai pulpa, atau bagian tengah gigi, maka bisa berisiko menyebabkan infeksi. Hal ini menyebabkan pembengkakan parah dan sakit gigi.

Nah, untuk mencegah gigi berlubang, bersihkanlah gigi secara rutin dan kurangi konsumsi makanan atau minuman manis. Bila mengalami sakit gigi akibat gigi berlubang, sebaiknya segera temui dokter gigi. 

Kamu bisa berobat ke dokter dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Debunking the Myth of Tooth Worms and Other Cavity Causes.
Science Daily. Diakses pada 2022. Do You Believe In ‘Tooth Worms?’ Micro-images Of Strange, Worm-like Structures Uncovered Inside Dissected Molar.
PubMed. Diakses pada 2022. The tooth-worm: historical aspects of a popular medical belief