• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Vaksin Corona: Farmasi Jerman Produksi Sputnik V

Update Vaksin Corona: Farmasi Jerman Produksi Sputnik V

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Update Vaksin Corona: Farmasi Jerman Produksi Sputnik V

Halodoc, Jakarta - Vaksin corona asal Rusia, Sputnik V, terus membuka kesempatan bagi negara-negara yang ingin menggunakan jasanya untuk menanggulangi pandemi ini. Dikabarkan jika perusahaan farmasi asal Jerman tertarik untuk memproduksi vaksin ini. Tentunya, pihak Rusia memberikan respon baik, terlebih lagi pasca dikabarkan jika tingkat efikasi dari vaksin ini untuk melawan gejala COVID-19 mencapai 91,6 persen.

Sebelumnya, Serbia telah mendapatkan lampu hijau dari pihak Rusia untuk memproduksi lebih banyak vaksin corona ini. Tentu hal ini semakin memacu IDT Biologika, perusahaan farmasi asal Jerman tersebut, agar dapat ikut juga menyebarkan cara ampuh untuk mengatasi pandemi ini. Salah satu negara yang sudah menggunakan Sputnik V untuk keadaan darurat, tentu saja selain Rusia, adalah Meksiko.

Baca juga: Resmi Digunakan, Ini Fakta Terbaru tentang Vaksin Corona

Hal ini dilakukan pasca keluarnya tingkat efikasi untuk analisis data sebanyak 20.000 kasus pada fase 3 dari semua partisipan. Disebutkan jika dua suntikan yang diberikan pada seseorang dapat memberikan tingkat efikasi lebih dari 90 persen untuk melawan segala gejala yang berhubungan dengan COVID-19. Terlebih lagi, tingkat kasus di Meksiko terbilang tinggi sehingga butuh penanganan segera.

Lalu, bagaimana respon dari pemerintah Jerman terkait hal ini?

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, menyatakan pada minggu lalu (3/2) jika pihaknya telah melakukan pembicaraan secara intensif dengan pihak Rusia terkait kerja sama untuk memproduksi vaksin Sputnik V. Rencana produksi akan dilakukan oleh IDT Biologika di Dessau, wilayah bekas Jerman Timur yang dulunya merupakan mitra dari Rusia. Hal ini disambut baik oleh Moscow, tetapi harus menunggu persetujuan dari Uni Eropa.

Meski begitu, pihak IDT Biologika tidak berani berkomentar jauh tentang produksi vaksin corona ini. Kepala Utama perusahaan farmasi tersebut hanya mengatakan jika pengetahuan dan pengalamannya masih sangat diminati. Meski begitu, persiapan untuk memproduksi vaksin baru mungkin memakan waktu yang tidak sebentar. Hal ini berkaitan dengan kontrol kualitas dan penyesuaian teknologi yang diterapkan.

Baca juga: Vaksin Corona Tidak Cukup Sekali Suntik, Ini Alasannya

Diketahui jika sejauh ini hanya tiga vaksin yang disetujui oleh regulator Uni Eropa untuk digunakan, yaitu BioNTech-Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Diharapkan jika vaksin Sputnik V ini dapat menjadi vaksin keempat yang tersedia di negara-negara Eropa. Meski begitu, peluncurannya mungkin dapat terhambat karena beberapa faktor, seperti penundaan pengiriman dan kemacetan produksi.

Sebelumnya, pabrik untuk memproduksi vaksin Sputnik V adalah proyek bersama pemerintah Moskow dengan salah satu perusahaan bioteknologi asal Rusia, R-Pharm. Proyek ini mendapat anggaran sebanyak $137 juta yang digunakan untuk membangun pabrik dengan luas 27 ribu m². Target produksi dari pabrik ini mencapai 10 juta dosis vaksin per bulannya. Diharapkan, cara ini dapat menjawab kebutuhan vaksin di seluruh dunia.

Indonesia sendiri belum ada rencana untuk menarik Sputnik V sebagai salah satu vaksin corona yang dapat digunakan di sini. Sejauh ini, beberapa vaksin yang digunakan dan akan beredar, antara lain Sinovac, AstraZeneca-Oxford, dan Pfizer-BioNTech. Salah satu jenis vaksin yang dikabarkan juga akan digunakan adalah COVAX dan Indonesia akan mendapat 54 juta dosis jenis vaksin corona ini.

Baca juga: Begini Alur Pemberian Vaksin Corona di Fasilitas Kesehatan

Jika kamu ingin melakukan pemesanan terkait pemeriksaan COVID-19, pemesanan dapat dilakukan di beberapa rumah sakit dan klinik yang bekerjasama dengan Halodoc. Kamu bisa memilih beberapa jenis pemeriksaan, antara lain Rapid test, Swab Antigen, dan Swab PCR. Untuk menikmati kemudahan ini, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
DW. Diakses pada 2021. IDT Biologika moves into the spotlight as Germany eyes Sputnik V vaccine.
The Pharma Letter. Diakses pada 2021. $137 million investment in new production plant for Sputnik V vaccine.