• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Efek Samping Vaksin Corona
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Efek Samping Vaksin Corona

Ketahui 5 Efek Samping Vaksin Corona

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 Desember 2020
Ketahui 5 Efek Samping Vaksin Corona

Halodoc, Jakarta – Berita tentang perkembangan vaksin corona akhir-akhir ini semakin menunjukkan hasil yang positif. Bahkan sejumlah vaksin corona mengklaim memiliki kemanjuran hingga di atas 90 persen untuk menciptakan kekebalan terhadap penyakit yang sudah menelan banyak korban jiwa tersebut.

Dengan ditemukannya vaksin yang mampu memberi perlindungan terhadap virus corona, diharapkan pandemi COVID-19 yang sedang melanda di seluruh dunia bisa segera berakhir. Namun, sambil menunggu vaksin corona untuk siap diberikan secara luas, masyarakat juga perlu tahu bahwa ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mendapatkan vaksin.

Baca juga: Ketahui 6 Vaksin Corona yang Akan Digunakan di Indonesia

Efek Samping Vaksin Corona

Meskipun mampu melindungi kamu dari COVID-19, kamu mungkin mengalami beberapa efek samping setelah mendapatkan vaksin corona. Hal itu merupakan tanda normal bahwa tubuh kamu sedang membangun perlindungan.

Namun, efek samping tersebut mungkin bisa mengganggu kamu untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Efek samping dari vaksin corona biasanya akan menghilang dalam beberapa hari. 

Menurut US Food and Drug Administration (FDA), efek samping yang umum terjadi di antara peserta dalam uji klinis Pfizer-BioNTech fase 3 adalah:

1.Nyeri di Tempat Suntikan

Vaksin Pfizer-BioNTech diberikan dalam dua dosis, dengan jarak 3 minggu. Tercatat ada 37.586 peserta yang terdaftar dalam uji klinis fase 3. Di antara peserta tersebut, sebanyak 18.801 orang menerima vaksin dan 18.785 menerima plasebo. Banyak dari peserta yang sudah menerima vaksin, mengeluhkan rasa nyeri dan gejala lain di sekitar area tempat vaksin disuntikkan. 

Dr. Matthew Heinz, perawat rumah sakit di Tuscon, Arizona mengungkapkan bahwa suntikan vaksin corona bisa menyebabkan kamu mengalami kemerahan, rasa hangat, sedikit bengkak ringan atau kaku di sekitar tempat suntikan. Selain itu, area suntikan juga bisa terasa sedikit lembut dan nyeri bila digerakkan.

Efek samping vaksin corona ini dilaporkan oleh 84 persen dari para partisipan yang menerima vaksin.

Baca juga: Dinilai Paling Efektif, Ini Bedanya Vaksin Corona Pfizer dan Moderna

2.Sakit Kepala

Dilansir dari laman The New York Times (28/12/2020), dr. Taneisha Wilson mengaku mengalami sakit kepala setelah 2,5 jam disuntikkan vaksin Pfizer ke dalam tubuhnya. Wilson mengungkapkan bahwa itu adalah sakit kepala terparah yang pernah ia rasakan, dengan sensasi seperti dipukul-pukul. Untungnya, sakit kepala tersebut segera hilang setelah 36 jam. Namun, efek samping vaksin corona yang dialami Wilson tidak terjadi pada semua penerima vaksin.

3.Kelelahan dan Nyeri Otot

Efek samping lain yang juga sering dilaporkan dari vaksin Pfizer BioNTech adalah kelelahan dan nyeri otot. Kelelahan sudah dilaporkan oleh sekitar 63 persen peserta penelitian yang menerima vaksin, sementara nyeri otot memengaruhi sekitar 38 persen peserta. Pada kebanyakan kasus, gejala tersebut bersifat ringan dan sembuh dalam satu atau dua hari.

4.Menggigil, Nyeri Sendi, dan Demam

Sejumlah kecil peserta juga melaporkan mengalami menggigil, nyeri sendi atau demam setelah vaksinasi. Gejala tersebut lebih mungkin terjadi setelah pemberian dosis kedua vaksin. Heinz menjelaskan bahwa reaksi terhadap dosis kedua vaksin memang cenderung menjadi respon yang lebih intens yang sebenarnya masuk akal, mengingat sistem kekebalan kamu sudah terpapar.

Baca juga: Vaksin Corona Tidak Cukup Sekali Suntik, Ini Alasannya

5.Bell’s Palsy dan Alergi Parah

Di antara peserta yang menerima vaksin dan mereka yang menerima plasebo, risiko terjadinya efek samping serius dilaporkan kurang dari 0,5 persen, dan tidak ada perbedaan yang signifikan di antara kedua kelompok.

Empat kasus Bell’s palsy sudah dilaporkan terjadi pada peserta yang menerima vaksin, sedangkan tidak ada laporan mengenai efek samping tersebut pada mereka yang menerima plasebo. Namun, belum ada bukti yang jelas bahwa Bell’s palsy disebabkan oleh vaksin.

Reaksi alergi yang parah akibat vaksin juga sangat jarang terjadi, meskipun bisa terjadi.

Itulah efek samping yang bisa terjadi akibat vaksin corona. Kebanyakan efek samping tersebut bersifat ringan dan bisa diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau golongan acetaminophen untuk meredakan rasa sakit. Jadi, tidak perlu takut untuk menerima vaksin corona. Bicarakanlah pada dokter bila kamu mengalami efek samping setelah vaksinasi.

Bila kamu mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai gejala COVID-19, kamu bisa melakukan tes COVID-19 dengan buat janji melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap di masa pandemi ini.

Referensi:
AARP. Diakses pada 2020. What Are the Side Effects of COVID-19 Vaccines?.
Healthline. Diakses pada 2020. What We Know About the Side Effects of Pfizer’s COVID-19 Vaccine.
The New York Times. Diakses pada 2020. What the Vaccine Side Effects Feel Like, According to Those Who’ve Gotten It
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. What to Expect after Getting a COVID-19 Vaccine