• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Pengaruhi Rabun Dekat, Ini Alasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usia Pengaruhi Rabun Dekat, Ini Alasannya

Usia Pengaruhi Rabun Dekat, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 14 Oktober 2020
Usia Pengaruhi Rabun Dekat, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta - Rabun dekat (hipermetropia atau hiperopia) adalah kondisi penglihatan umum ketika seseorang dapat melihat objek yang jauh dengan jelas, tetapi objek di dekatnya mungkin nampak buram. Tingkat rabun dekat akan memengaruhi kemampuan fokus. Orang dengan rabun dekat parah mungkin dapat melihat dengan jelas objek dari jarak yang sangat jauh, sedangkan orang dengan rabun dekat ringan mungkin dapat melihat dengan jelas objek yang lebih dekat.

Rabun dekat biasanya muncul sejak lahir dan cenderung diturunkan dalam keluarga. Kamu dapat dengan mudah memperbaiki kondisi ini dengan kacamata atau lensa kontak. Namun, jika kamu perhatikan, orang tua lebih cenderung mengalami rabun dekat. Apa ya alasannya? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut!

Baca juga: Rabun Dekat Penyakit Karena Usia?

Rabun Dekat pada Orang Lanjut Usia 

Secara umum, penyebab utama rabun tua adalah proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, lensa mata akan semakin menebal dan kurang elastis. Namun, berikut alasan detail mengapa orang lanjut usia bisa mengalami rabun dekat, yaitu: 

  • Hipermetropia kelengkungan, kondisi ini terjadi akibat penurunan kelengkungan pada serat lensa luar seiring dengan penuaan.
  • Indeks hipermetropia, kondisi yang disebabkan sklerosis yang didapat pada korteks (bagian luar) lensa kristal. Pada usia muda, pembiasan korteks lebih sedikit daripada inti (bagian tengah) lensa. Hasil ketidaksetaraan ini membuatnya mampu meningkatkan daya pembiasan lensa. Dengan bertambahnya usia, kemampuan ini berkurang dan lensa menjadi lebih homogen dengan daya pembiasannya berkurang.

Jika kamu berisiko tinggi terkena penyakit mata tertentu, seperti glaukoma, lakukan pemeriksaan mata setiap satu hingga dua tahun, mulai usia 40 tahun. Sementara itu, jika kamu tidak memakai kacamata atau lensa kontak, tidak memiliki gejala gangguan mata, dan berisiko rendah terkena penyakit mata, seperti glaukoma, lakukan pemeriksaan mata dengan interval berikut:

  • Tes awal pada usia 40.
  • Setiap dua hingga empat tahun antara usia 40 dan 54 tahun.
  • Setiap satu hingga tiga tahun antara usia 55 dan 64 tahun.
  • Setiap satu hingga dua tahun dimulai pada usia 65.

Jika kamu memakai kacamata atau lensa kontak atau memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi mata, seperti diabetes, kamu mungkin perlu memeriksakan mata secara teratur. Tanyakan kepada dokter spesialis mata di Halodoc seberapa sering kamu perlu menjadwalkan pemeriksaan mata. 

Baca juga: Sama Sama Penyakit Mata, Ini Bedanya Rabun Dekat dan Rabun Tua

Gaya Hidup dan Pengobatan Sederhana Atasi Rabun Dekat

Sayangnya, kamu tidak dapat mencegah rabun dekat, tetapi kamu dapat membantu melindungi mata dan penglihatan dengan mengikuti tips berikut:

  • Kendalikan kondisi kesehatan kronis. Kondisi tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, dapat memengaruhi penglihatan jika tidak ditangani.
  • Lindungi mata dari sinar matahari. Kenakan kacamata hitam yang menghalangi radiasi ultraviolet (UV).
  • Cegah cedera mata. Kenakan kacamata pelindung saat melakukan hal-hal tertentu, seperti berolahraga, memotong rumput, mengecat atau menggunakan produk lain dengan asap beracun.
  • Makan makanan sehat. Cobalah makan banyak sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan lainnya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mata seseorang akan mendapat manfaat jika kamu juga memasukkan menu ikan yang tinggi asam lemak omega-3, seperti tuna dan salmon ke dalam makanan harian. 

Baca juga: Ini Penyebab dan Tanda Si Kecil Idap Rabun Dekat 

  • Jangan merokok. Sama seperti merokok tidak baik untuk bagian tubuh lainnya, merokok juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mata.
  • Gunakan lensa korektif yang tepat. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan rutin akan memastikan bahwa resep kacamata yang kamu gunakan benar.
  • Gunakan pencahayaan yang bagus. Naikkan atau tambahkan cahaya untuk melihat lebih baik.
  • Kurangi kelelahan mata. Berpaling dari komputer atau pekerjaan yang hampir tugasnya, termasuk membaca, setiap 20 menit - selama 20 detik - pada jarak 20 kaki.

Referensi:
American International Medical University. Diakses pada 2020. Hypermetropia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Farsightedness.