• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Corona Pfizer Mulai Digunakan di Inggris
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Corona Pfizer Mulai Digunakan di Inggris

Vaksin Corona Pfizer Mulai Digunakan di Inggris

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Desember 2020
Vaksin Corona Pfizer Mulai Digunakan di Inggris

Halodoc, Jakarta - Inggris menjadi negara pertama di dunia yang mulai memvaksinasi warganya dengan vaksin corona Pfizer yang telah selesai diuji coba dan disahkan. Ini adalah kabar baik, sekaligus momen penting dalam pandemi virus corona.

Warga Inggris pertama yang mendapatkan vaksin buatan Pfizer dan BioNTech, Margaret Keenan, yang berusia 90 tahun, menerima suntikan pada Selasa (8/12), pukul 6:31 pagi waktu setempat, di Rumah Sakit Universitas di Coventry. Penyuntikan dilakukan kurang dari seminggu setelah Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin corona tersebut.

Baca juga: Berjuang Hasilkan Vaksin COVID-19, Ini Kandidatnya

Hadiah Ulang Tahun Lebih Awal 

Mengetahui bahwa dirinya menjadi orang pertama yang diberi suntikan vaksin corona, Keenan merasa senang dan teristimewa saat mendapatkan kesempatan ini. Wanita yang akan segera berulang tahun ke-91 itu mengaku seperti mendapatkan hadiah ulang tahun lebih awal. 

"Ini adalah hadiah ulang tahun lebih awal yang bisa saya harapkan. Akhirnya saya bisa berharap untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman saya di tahun baru setelah saya sendiri hampir sepanjang tahun," ungkap Keenan, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh UK’s National Health Services (NHS), seperti diberitakan CNN.

Keenan mengatakan, ia sama sekali tidak gugup ketika diberi suntikan vaksin corona. Menurutnya, vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit mengerikan, dan ia merasa senang telah mendapatkannya. Keenan berpesan pada setiap orang untuk tidak takut divaksin ketika waktunya tiba nanti. 

Selain Keenan, ada William Shakespeare, orang kedua yang mendapatkan vaksin corona di rumah sakit Coventry pada hari yang sama. Pria berusia 81 tahun itu merupakan seorang pasien di bangsal kerapuhan rumah sakit, menerima suntikan vaksin ditemani oleh cucunya.

Tantangan logistik dalam pembuatan dan pendistribusian puluhan juta vaksin, membuat peluncuran dan vaksinasi perlu dilakukan bertahap. Orang-orang yang paling rentan, seperti lansia, dan petugas kesehatan berada di urutan pertama.

Baca juga: Uji Coba Vaksin Corona Lemah pada Lansia, Apa Alasannya?

Rencana Vaksinasi Selanjutnya di Inggris

Inggris telah memesan 40 juta dosis vaksin, tetapi hanya 800.000 suntikan yang akan tersedia sebagai bagian dari gelombang pertama vaksinasi yang dimulai pada Selasa (8/12). Karena memerlukan dua dosis yang diberikan setidaknya dengan selang waktu tiga minggu, Inggris akan memiliki cukup suntikan untuk memvaksinasi sekitar sepertiga dari populasi negara tersebut.


Selain Pfizer, mereka telah memesan 7 juta dosis vaksin corona Moderna, yang dapat disetujui untuk penggunaan darurat di Inggris dalam beberapa minggu ke depan. Akan ada 50 pusat vaksinasi di rumah sakit di seluruh Inggris dan puluhan lainnya di Wales dan Skotlandia. 

Orang yang berusia di atas 80 tahun dan petugas layanan kesehatan garis depan yang berisiko tertinggi terkena COVID-19 akan menjadi yang pertama divaksinasi. Adapun gelombang pertama vaksinasi hanya akan diberikan di rumah sakit. Di Wales, semua dewan kesehatan hari ini mulai memberikan 40.000 dosis, dan mereka berharap dapat memberikan lebih dari 6.000 suntikan pada akhir pekan.

Keenan dan yang lainnya harus kembali untuk dosis kedua dalam waktu tiga atau empat minggu. Menurut panduan, setiap orang yang divaksinasi akan diberikan dokumen vaksinasi sebesar kartu kredit dengan rincian janji temu berikutnya. Tujuh sampai 10 hari setelah dosis kedua, mereka akan memiliki kekebalan yang cukup dari virus corona.

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

Untuk diketahui vaksin corona Pfizer menawarkan 95 persen perlindungan terhadap COVID-19. Menurut UK's Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), lebih dari satu dari 10 penerima dapat mengalami efek samping termasuk nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam. 

Masih belum jelas sampai kapan kekebalan yang diberikan oleh vaksin tersebut bertahan, atau apakah yang sudah memilikinya masih bisa menularkan virus corona ke orang lain. Meski begitu, saat ini vaksin tetap menjadi cara salah satu cara terbaik untuk menekan penyebaran COVID-19.

Jadi, ketika vaksin corona tersedia nantinya, pastikan kamu tidak menolak pemberian vaksinasi, ya. Sambil menunggu ketersediaan vaksin, tetap patuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik. 

Hindari berkerumun, atau lengah karena merasa vaksin corona sudah tersedia. Kalau merasakan keluhan kesehatan apapun, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, ya.

Referensi:
CNN. Diakses pada 2020. First Britons receive Covid-19 vaccine, a landmark moment in the pandemic.
BBC. Diakses pada 2020. Covid-19 vaccine: First person receives Pfizer jab in UK.