• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin COVID-19: Mengapa Penting?

Vaksin COVID-19: Mengapa Penting?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Vaksin dibuat sebagai cara terbaik mencegah penularan penyakit yang belum ada obatnya, seperti penyakit COVID-19 yang sampai sekarang pun masih begitu tinggi penularannya. Adanya vaksin jelas menjadi harapan paling baik untuk menekan angka penularan virus corona yang semakin tak terkendali. Inilah mengapa vaksin corona menjadi vaksin wajib untuk setiap lapisan masyarakat.

Sayangnya, kurangnya edukasi membuat tak sedikit masyarakat awam menjadi skeptis terhadap alasan kenapa harus vaksin. Terlebih saat mengetahui bahwa angka efikasi vaksin corona pilihan Indonesia yang terbilang rendah. Belum lagi dengan efek samping yang masih terus diteliti.

Perlu diketahui bahwa infeksi yang terjadi karena virus corona yang mengakibatkan penyakit COVID-19, dapat berujung pada komplikasi medis yang sangat serius dan membahayakan nyawa pada kelompok orang yang berisiko. Namun, belum diketahui bagaimana virus tersebut memengaruhi kondisi fisik seseorang. Jika ada satu orang yang terinfeksi positif COVID-19, maka orang tersebut dengan sangat mudah menularkan virus ini kepada orang lain.

Baca juga: Ini Yang Mungkin Terjadi Jika Physical Distancing Diakhiri Terlalu Cepat

Kenapa Harus Vaksin?

Melalui vaksin, tubuh akan terlindungi dengan cara membentuk respons antibodi tanpa harus sakit terlebih dahulu. Artinya, vaksin COVID-19 mampu melindungi tubuh seseorang dari infeksi virus corona. Tidak hanya itu, jika kamu terinfeksi virus penyebab COVID-19, vaksin bisa membantu mencegah tubuhmu dari sakit parah atau potensi munculnya komplikasi serius. 

Melalui vaksinasi, kamu tak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu melindungi orang lain dari paparan virus corona. Terlebih kelompok orang yang berisiko tinggi terkena masalah medis yang parah sebagai dampak dari COVID-19. Berikut ini beberapa fakta tentang vaksin COVID-19 yang perlu kamu ketahui:

1. Vaksin COVID-19 Tidak Mengakibatkan Seseorang Terserang Penyakit Tersebut

Jenis vaksin COVID-19 yang beredar sangat beragam. Vaksin COVID-19 yang diberikan saat ini tidak mengandung virus hidup yang mengakibatkan penyakit COVID-19. Ini artinya, mendapatkan vaksin COVID-19 tidak akan membuat kamu sakit terinfeksi penyakit tersebut. 

Masing-masing negara memiliki vaksin corona pilihan, termasuk Indonesia. Namun, semua vaksin yang digunakan memiliki kandungan zat yang dapat meningkatkan imunitas yang membantu tubuh mengenali dan melawan virus yang mengakibatkan virus corona. Meski begitu, wajar jika proses tersebut menimbulkan gejala seperti demam ringan. Demam setelah vaksinasi menjadi hal yang normal karena tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19. 

2. Setelah Divaksin, Apakah Seseorang Menjadi Positif COVID-19 pada Pemeriksaan Virus?

Tidak. Semua vaksin yang digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia tidak akan membuat kamu terindikasi positif saat melakukan pemeriksaan virus ketika melihat apakah seseorang tersebut sedang terinfeksi. 

Apabila tubuh berhasil membuat respon imun yang memang spesifik terhadap virus corona, memang ada kemungkinan kamu akan mendapatkan hasil positif saat menjalani tes antibodi. Pasalnya, pemeriksaan antibodi menunjukkan apakah kamu pernah mengalami infeksi sebelumnya dan tubuh akan memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus. 

Baca juga: Rencana Tata Laksana Vaksin Corona, Begini Tahapannya

3. Orang yang Sudah Terinfeksi dan Sembuh dari COVID-19 Tetap Perlu Divaksin

Ini disebabkan karena risiko kesehatan yang terkait dengan penyakit COVID-19 dan kemungkinan terjadinya infeksi ulang. Jadi, vaksin tetap wajib diberikan pada seseorang, meski pernah terinfeksi sebelumnya. Pun, kekebalan tubuh yang dimiliki seseorang dari infeksi atau kekebalan yang bersifat alami terbilang berbeda pada masing-masing individu.

Beberapa peneliti mengatakan bahwa kekebalan alami bisa jadi tidak akan memiliki ketahanan yang panjang. Meski begitu, hal tersebut masih terus dalam tahap pengujian, dan sementara prioritas vaksin diberikan pada kelompok orang yang belum tertular. 

4. Vaksin Memberikan Perlindungan pada Tubuh dari Infeksi COVID-19

Vaksinasi COVID-19 bekerja dengan menciptakan sistem imunitas tentang bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan COVID-19, dan memberikan perlindungan pada tubuh dari infeksi COVID-19.

5. Vaksin COVID-19 Tidak Mengubah DNA

Vaksin COVID-19 tidak akan mengubah atau menyebabkan interaksi dengan DNA. Vaksin RNA Messenger atau dikenal pula dengan vaksin mRNA merupakan vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan penggunaannya di Amerika Serikat. Vaksin ini mengandung sebagian protein dalam virus yang memicu munculnya respon imun dalam tubuh. Perlu diketahui, mRNA dari vaksin COVID-19 tidak pernah masuk ke dalam inti sel yang berperan sebagai tempat DNA disimpan. Artinya, mRNA tidak akan bisa mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA. 

Baca juga: Tunggu Vaksin Corona Siap, Ketahui 3 Syarat Vaksinasi Ini

Nantinya, tubuh akan belajar bagaimana cara untuk melindungi diri dari infeksi di masa mendatang. Respon inilah yang memiliki tugas utama untuk melindungi tubuh dari terjadinya infeksi jika virus yang sebenarnya memasuki tubuh. 

6. Apakah Setelah Vaksin Masih Harus Menjalankan Protokol Kesehatan?

Meski sudah divaksin, kamu tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, kekebalan yang didapat dari vaksin baru optimal setidaknya satu bulan setelah kamu mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua. Jadi, kamu tetap perlu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. 

Itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar vaksin COVID-19. Kalau sudah waktunya vaksin, segera daftarkan diri. Kamu bisa membuat janji untuk melakukan vaksin mandiri di rumah sakit terdekat secara drive-thru melalui aplikasi Halodoc. Cukup download aplikasinya dan buat janji untuk menentukan waktunya. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Facts about COVID-19 Vaccines.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. COVID-19 vaccines: Get the facts.
Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kemenkes. Diakses pada 2021. 5M di Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia.