• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ventilasi Buruk Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Corona?

Ventilasi Buruk Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Corona?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Melalui laman resminya pada Jumat (18/9) lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Amerika Serikat, memperbarui panduan tentang bagaimana virus corona menular. Dari situ, diketahui fakta baru bahwa virus corona paling cepat menyebar lewat aerosol, dan risiko penularan diduga bisa meningkat pada ruangan yang memiliki ventilasi buruk.

Seperti diketahui, aerosol merupakan mikro droplet yang dikeluarkan orang yang terinfeksi virus corona, ketika batuk, bersin, bicara, bahkan bernapas sekalipun. Lalu, aerosol itu bisa melayang di udara dan terhirup melalui hidung atau mulut, ketika sedang berdekatan dengan orang yang terinfeksi. CDC pun mengungkap, semakin lama berinteraksi atau berdekatan dengan orang yang terinfeksi maka risiko penularan akan semakin tinggi.

Baca juga: Cegah Corona dengan Cuci Tangan, Perlukah Pakai Sabun Khusus?

Panduan CDC tentang Penularan Corona

Sebelumnya, CDC mengatakan bahwa COVID-19 diduga menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat kurang dari 2 meter. Penularan terjadi melalui tetesan pernapasan atau droplets yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau berbicara. 

Lalu, pada Jumat (18/9) lalu, dikatakan bahwa virus corona bisa menyebar melalui tetesan pernapasan atau partikel kecil (aerosol), yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, bernyanyi, berbicara atau bahkan bernapas.

“Partikel ini dapat menyebabkan infeksi ketika terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru. Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus,” ungkap CDC dalam lamannya.

CDC juga menambahkan bahwa ada bukti aerosol tetap tertahan di udara dan dihirup oleh orang lain. Misalnya selama latihan paduan suara, di restoran, atau di tempat fitnes. Penularan tersebut juga semakin cepat jika ventilasi ruangan tersebut buruk.

Namun, pada Senin (21/9), CDC kembali menarik pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa rekomendasi tentang penularan virus corona melalui udara sedang diperbaharui dan akan segera di-posting kembali. 

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Tetap Waspada Penularan Corona di Ruangan dengan Ventilasi Buruk

Sebelumnya, pada Juli, sekitar 239 ilmuwan menerbitkan surat yang mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi kesehatan masyarakat lainnya, untuk lebih terbuka tentang kemungkinan penularan virus corona dari tetesan yang mengambang di udara. Sebab, hingga saat ini, panduan dari berbagai badan internasional dan nasional berfokus pada mencuci tangan, menjaga jarak sosial, dan memakai masker. 

Baru-baru ini, sekelompok peneliti mempublikasikan pentingnya menjaga ventilasi udara yang baik, dalam menekan penularan virus corona melalui udara, dalam jurnal Environment International. Para peneliti menekankan pentingnya pengendalian teknik bangunan yang tepat, mencakup ventilasi yang baik, ditingkatkan dengan penyaringan partikel dan desinfeksi udara, menghindari resirkulasi udara dan menghindari kepadatan berlebih.

Virus penyebab COVID-19 masih terus diteliti dan dipelajari oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia. Meski panduan mengenai penularan virus corona melalui udara terkesan masih simpang siur, ada baiknya tetap mewaspadai penularan virus corona di dalam ruangan dengan ventilasi buruk. 

Baca juga: Potensi Virus Corona di Transportasi Umum dan Pencegahannya

Caranya dengan membatasi kegiatan di dalam ruangan yang tidak memiliki celah ventilasi atau jendela, terutama jika di dalam ruangan tersebut ada banyak orang. Lalu, pastikan juga untuk tetap menjaga jarak fisik dengan orang lain setidaknya 2 meter, dan selalu kenakan masker yang benar, terutama ketika perlu berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu, merujuk pada pedoman WHO, berikut langkah perlindungan diri dari penularan virus corona yang bisa dilakukan:

  • Bersihkan tangan secara teratur dan menyeluruh dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air mengalir.
  • Hindari pergi ke keramaian atau kerumunan orang.
  • Hindari kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  • Pastikan dan orang-orang di sekitar mengikuti perilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya, menutupi mulut dan hidung dengan siku atau tisu yang tertekuk saat batuk atau bersin.
  • Sebisa mungkin tetap di rumah dan isolasi diri meski dengan gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, demam ringan, hingga sembuh.

Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya istirahat di rumah dan download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat, dan memesan obat yang diresepkan lewat aplikasi. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. How COVID-19 Spreads.
CNN Health. Diakses pada 2020. Updated CDC guidance acknowledges coronavirus can spread through the air.
Science Direct - Environmental International. Diakses pada 2020. How can airborne transmission of COVID-19 indoors be minimised?
WHO. Diakses pada 2020. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public.