Viral Anak Obesitas Meninggal Karena Asma, Ini Penjelasan Medisnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
 Viral Anak Obesitas Meninggal Karena Asma, Ini Penjelasan Medisnya

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini, viral bocah obesitas ekstrem meninggal dunia akibat mengidap asma. Satia Putra, masih berusia 7 tahun ternyata memiliki bobot 97 kilogram. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, ia sempat mengalami kenaikan berat badan menjadi 110 kilogram. Menurut orang tua Satia, nafsu makan anak mereka semakin naik setelah dirinya disunat. Satia bisa makan enam sampai tujuh kali dalam sehari. Bahkan, sebelum tidur atau tengah malam ia terbangun dan merengek minta makan. 

Baca Juga: Kebiasaan Melewatkan Sarapan Bisa Sebabkan Obesitas

Sebelumnya, Satia pernah ditawari operasi bariatrik, yaitu operasi penyempitan lambung. Namun, orangtuanya merasa tidak tega karena Satia dianggap masih terlalu kecil. Saat ditawari, hasil pemeriksaan RSUD Karawang menyatakan bahwa kondisi Satia baik-baik saja dan hanya kegemukan. Pada saat pemeriksaan terakhir, ternyata Satia didiagnosis mengidap asma dan sempat dipasangi alat bantu pernapasan. Lantas, apakah asma yang diidap oleh Satia disebabkan oleh obesitas? Berikut penjelasannya.

Benarkah Obesitas Bisa Sebabkan Asma?

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology mengungkapkan anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas berpeluang lebih tinggi terkena asma dengan gejala yang lebih parah. Jika ditinjau secara fisiologis, obesitas dapat menyebabkan asma. Alasannya, paru-paru pengidap obesitas cenderung kurang berkembang, sehingga pengidap hanya bisa mengambil napas lebih kecil. Jalan napas pengidap obesitas juga lebih sempit dan rentan terhadap iritasi. 

Seperti yang diketahui, timbulnya asma disebabkan oleh pembengkakan saluran napas dan peradangan. Obesitas yang didefinisikan dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi juga memicu peradangan yang sama dengan pemicu asma. Jika kamu mengalami gejala sesak napas dan curiga mengidap asma, segera periksakan ke dokter. Sebelum periksa, jangan lupa buat janji terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc

Baca Juga: 7 Faktor Utama Penyebab Asma yang Harus Diwaspadai

Apakah Asma Dapat Mengancam Nyawa Pengidap Obesitas?

Asma pada pengidap obesitas termasuk kondisi peradangan kronis tingkat rendah. Kondisi obesitas juga dapat memperburuk gejala asma, sehingga lebih sulit ditangani. Sebagian besar kasus pengidap obesitas yang mengalami asma rata-rata memiliki kualitas hidup yang lebih buruk daripada pengidap asma yang tidak obesitas.

Pengidap obesitas rentan lebih mungkin mengalami refluks asam yang memicu dan meniru gejala asma. Sleep apnea, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan kadar oksigen di malam hari juga sering dialami oleh orang kegemukan. Semua kondisi tersebut berkaitan dengan asma seperti mengi dan sesak napas. Melihat banyaknya kondisi medis yang dapat berkembang, pengidap obesitas berisiko tinggi terkena asma dibandingkan yang tidak obesitas. 

Pengobatan Asma Mencakup Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan adalah langkah penting menuju kesehatan yang lebih baik bagi siapa pun yang kelebihan berat badan atau obesitas. Penurunan berat badan tentu menjadi bagian yang direkomendasikan dari rencana perawatan asma bagi seseorang yang mengalami obesitas, terutama jika Ia memiliki asma yang tidak terkontrol dan sering dirawat di rumah sakit. 

Baca Juga: Operasi Bariatrik, Harapan Terakhir Orang Obesitas

Itulah informasi terkait asma yang perlu diketahui. Intinya, kondisi obesitas rawan terserang berbagai jenis penyakit. Ini karena, lemak yang telah menumpuk di dalam tubuh bisa memengaruhi berbagai fungsi tubuh. 

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2019. Obesity and Asthma — What's the Connection?.
Eureka Charles River. Diakses pada 2019. DOES OBESITY CAUSE ASTHMA?.