06 August 2017

7 Faktor Utama Penyebab Asma yang Harus Diwaspadai

7 Faktor Utama Penyebab Asma yang Harus Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Asma adalah suatu penyakit berupa penyempitan pada saluran pernafasan. Pada penyakit asma terjadi hiperaktifitas saluran nafas dalam berbagai tingkat dan terjadi obstruksi atau hambatan pada saluran nafas. Gejala asma biasanya mudah dikenali terutama ketika asma sedang kambuh. Ciri khas dari penyakit asma yaitu pengidap mengalami sesak nafas saat mengeluarkan udara nafas  disertai dengan suara mengi (suara tinggi yang dihasilkan dari udara yang keluar dari saluran nafas yang menyempit). Pengidap asma juga dapat mengalami gejala batuk, baik batuk ringan maupun berat. Selain itu juga dapat disertai dengan nyeri dada akibat terganggunya pasokan oksigen ke jantung.

7 Faktor Utama Penyebab Asma
Faktor penyebab penyakit asma penting diketahui agar kamu dapat mencegah penyakit asma atau dapat menghindari terjadinya serangan asma berulang bagi kamu yang memang mempunyai riwayat penyakit asma. Tetapi perlu diingat bahwa memang terdapat faktor yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah yaitu faktor genetik, namun dengan mengendalikan faktor lainnya maka faktor genetik ini nantinya dapat ditekan sehingga menjadi tidak dominan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab asma yaitu sebagai berikut:

1.  Faktor Keturunan
Dalam setiap penyakit, terutama jenis penyakit kronis tidak menular biasanya terjadi karena faktor keturunan atau genetik memiliki andil untuk menyebabkan suatu penyakit, termasuk asma. Tetapi besarnya andil untuk menjadi penyebab asma tentunya berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain, tergantung besarnya kekuatan genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Jadi jika orang tua atau kakek nenek kamu mempunyai riwayat penyakit asma, maka kamu mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengidap asma daripada orang yang tidak ada riwayat penyakit asma sama sekali di keluarganya.

2.  Polusi Udara
Lingkungan yang tercemar atau polusi udara juga dapat menjadi penyebab asma. Polusi udara dapat berupa asap yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran sampah atau kebakaran hutan, serta banyaknya debu yang beterbangan. Polusi udara ini bersifat iritan sehingga jika dihirup maka saluran pernafasan akan menjadi sensitif dan menyempit sehingga berisiko menyebabkan asma.

3.  Infeksi Pada Paru-paru
Terjadinya infeksi pada paru-paru juga dapat menjadi penyebab asma. Hal ini biasanya terjadi karena efek sekunder akibat proses infeksi di paru-paru. Yang paling sering berkaitan dengan asma yaitu terjadinya radang di daerah bronkhus, atau yang sering disebut sebagai bronkhitis.

4.  Alergi Makanan
Beberapa makanan dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap pernafasan sehingga memicu timbulnya asma. Makanan pencetus alergi ini tentunya dapat berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Makanan yang sering menimbulkan alergi dan menyebabkan asma antara lain yaitu seafood, telur, kacang tanah, cokelat, susu sapi, susu kedelai, makanan yang mengandung bahan pengawet, dan sebagainya.

5.  Alergi Hewan atau Tumbuhan
Hewan atau tumbuhan tertentu ternyata juga dapat menjadi penyebab asma. Pada hewan, penyebab itu biasanya ditimbulkan dari bulu-bulunya, seperti bulu kucing, anjing, kelinci dan sebagainya. Sedangkan pada tumbuhan biasanya dipicu oleh bagian serbuk sarinya.

6.  Rokok
Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit, termasuk asma. Kandungan asap rokok terutama nikotin jika masuk ke saluran pernafasan selain merusak paru-paru juga dapat mengiritasi saluran pernafasan. Baik perokok aktif maupun perokok pasif, keduanya sama-sama untuk berisiko terkena asma.

7.  Stres
Hati-hati jika kamu menyimpan terlalu banyak pikiran hingga mengalami stres. Sebab stres juga dapat menjadi penyebab asma.


Kamu bisa berdiskusi atau berbicara dengan dokter spesialis mengenai gejala asma yang harus diketahui, dengan aplikasi kesehatan Halodoc. Pada aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya bersama dokter spesialis terbaik dan juga bisa melakukan chat, video call atau voice call. Download aplikasi Halodoc pada Google Play dan App Store sekarang juga untuk menggunakannya.

Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Kambuhnya Asma