• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya

Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 Juli 2021
Virus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 GejalanyaVirus Zika Dapat Menyerang Ibu Hamil, Ketahui 5 Gejalanya

“Setiap ibu hamil perlu berhati-hati terhadap serangan dari virus zika. Pasalnya, gangguan ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi pada bayi. Maka dari itu, penting untuk mengetahui gejala awal dari virus zika pada ibu hamil guna mendapatkan penanganan dini.”

Halodoc, Jakarta - Virus Zika adalah salah satu gangguan yang harus dihindari oleh semua orang, terutama ibu hamil. Diketahui jika dampak buruk dapat timbul saat virus tersebut menyebarkan infeksi pada wanita yang sedang mengandung. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan penularan ke janin. Penanganan dini perlu dilakukan untuk mencegah masalah yang lebih besar.

Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan penanganan dini adalah dengan memastikan jika ibu mengalami gejalanya. Saat gejalanya timbul dan benar disebabkan oleh virus zika, dokter dapat langsung mengambil tindakan pengobatan. Namun, apa saja gejala yang dapat timbul pada ibu hamil yang terserang virus zika? Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Virus Zika Bisa Jadi Obat Kanker Otak, Benarkah?

Segala Gejala dari Virus Zika pada Ibu Hamil

Penyakit yang disebabkan oleh virus zika telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan darurat yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Penyakit ini telah mendapatkan perhatian khusus dan meresahkan dunia sejak 1 Februari 2016. Diketahui jika infeksi yang disebabkan virus zika pada ibu hamil dapat menular pada bayinya yang belum lahir.

Ada beberapa dampak buruk yang dapat terjadi saat wanita hamil terserang infeksi dari virus ini. Virus zika pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko mikrosefalus dan gangguan neurologis lainnya pada bayi baru lahir. Mikrosefalus sendiri adalah kondisi neurologis yang menyebabkan bayi lahir dengan kepala kecil dan otak kecil.

Selain itu, zika pada ibu hamil juga dapat menyebabkan bayinya mengalami masalah pada mata, gangguan pendengaran, hingga gangguan pertumbuhan. Bukan hanya itu, WHO juga menyatakan jika virus zika yang tidak segera ditangani dapat menjadi pemicu penyakit gangguan saraf pada anak-anak, seperti sindrom Guillain-Barre.

Umumnya, seseorang yang terpapar virus zika akan mengalami gejala setelah 3 hingga 14 hari setelah virus masuk ke tubuh dan menyebabkan infeksi. Nah, ibu perlu tahu apa saja gejala yang dialami oleh pengidap virus zika guna mendapatkan penanganan dini, yaitu:

1. Demam

Salah satu gejala dari virus zika pada ibu hamil adalah mengalami demam yang tinggi selama beberapa hari. Biasanya, demam tinggi ini dapat muncul lalu hilang lagi, terus seperti itu. Terkadang, beberapa ibu hamil mungkin saja tidak merasakan gejala infeksi dari virus zika. Demam yang menjadi gejala paling umum sering tertukar dengan penyakit lainnya sehingga sulit untuk menilai jika ibu hamil mengalami gangguan dari virus zika.

Baca juga: Adakah Vaksin untuk Mencegah Virus Zika?

2. Gangguan pada Mata

Gejala virus zika pada ibu hamil yang kedua adalah ibu dapat merasakan nyeri pada bagian belakang mata. Jika hal ini terjadi, langkah paling awal yang dapat dilakukan adalah beristirahat sejenak. Jika masih terasa nyeri di belakang bola mata, kemungkinan besar merupakan tanda dari infeksi virus zika.

Ketika gejala yang terjadi cukup parah, maka hal ini dapat menyebabkan risiko berbahaya dan sebaiknya segera pergi ke dokter. Tidak hanya nyeri, ibu hamil yang terpapar virus zika umumnya mengalami kondisi mata merah. Deteksi dini dapat mencegah terjadinya komplikasi berbahaya.

3. Merasa Cepat Lelah

Perasaan cepat lelah padahal tidak melakukan aktivitas apa pun selama seharian dapat menjadi salah satu gejala virus zika pada ibu hamil. Jika disertai dengan gejala lain yang telah disebutkan, jangan sampai menunda untuk cek ke dokter. Hal yang mungkin meragukan apakah ibu terkena infeksi virus zika atau tidak adalah karena ibu hamil memang akan lebih sering merasa lelah dan lemah.

4. Ruam

Ruam yang muncul di beberapa bagian tubuh juga dapat menjadi gejala dari virus zika pada ibu hamil. Jika ibu mengalami ruam merah dan disertai dengan beberapa gejala, seperti demam, mungkin saja itu memang virus zika. Apalagi jika ibu mengalami ruam yang menyebar sangat cepat. Ruam akibat virus zika bukan termasuk tanda alergi, sehingga memang sangat berbahaya.

Baca juga: Hati-Hati, Virus Zika Dapat Menyerang Saat Liburan

5. Sakit Kepala

Gejala lain yang menandakan ibu hamil mengalami infeksi virus zika adalah sakit kepala. Jika ibu mengalami sakit kepala yang tidak kunjung hilang, disertai beberapa gejala, bisa jadi merupakan gejala virus zika. Sakit kepala yang berlebihan bisa menyebabkan pingsan saat hamil dan tubuh ibu menjadi lemah.

Umumnya, virus zika ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes yang sudah terinfeksi virus zika. Selain itu, seseorang dapat mengalami virus zika akibat penularan melalui hubungan intim. Virus zika juga dapat menular melalui cairan tubuh, seperti darah, urine, cairan ketubah dan juga air liur. 

Ibu dapat bertanya pada dokter juga tentang penularan virus zika pada ibu hami. Cobalah untuk langsung bertanya pada dokter ahli lewat aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja. Maka dari itu, segera download aplikasi Halodoc untuk menikmati segala kemudahan dalam akses kesehatan ini!

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2021. Zika Virus.
Stanford Health Care. Diakses pada 2021. About The Zika Virus.
Ministry of Health Singapore. Diakses pada 2019. Zika.