• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini Perbedaan Tunarungu dan Tuli
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wajib Tahu, Ini Perbedaan Tunarungu dan Tuli

Wajib Tahu, Ini Perbedaan Tunarungu dan Tuli

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Desember 2022

“Tunarungu dan tuli sebenarnya memiliki makna yang berbeda. Penggunaan dua istilah ini pun harus kamu perhatikan baik-baik.”

Wajib Tahu, Ini Perbedaan Tunarungu dan TuliWajib Tahu, Ini Perbedaan Tunarungu dan Tuli

Halodoc, Jakarta – Tunarungu dan tuli adalah dua istilah yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Banyak orang menganggap dua istilah itu sama-sama mengacu pada keterbatasan seseorang untuk mendengar. Orang awam juga menggunakan istilah tunarungu yang lebih dianggap halus ketimbang tuli.

Namun, kedua istilah tersebut sebenarnya memiliki makna yang berbeda. Lantas, manakah yang lebih tepat untuk mendeskripsikan seseorang dengan keterbatasan pendengaran? Simak penjelasan berikut ini!

Perbedaan Tunarungu dan Tuli

Jika melihat dari maknanya, tunarungu adalah istilah medis untuk gangguan pendengaran dan dianggap lebih sopan, halus, dan formal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Oleh karena itu, banyak masyarakat yang menggunakan tunarungu yang mereka anggap lebih sopan.

Padahal faktanya, komunitas Tuli lebih nyaman dengan panggilan Tuli yang menggunakan huruf kapital T dalam penulisannya ketimbang tunarungu.  Tuli adalah istilah budaya untuk kelompok tertentu yang memiliki gangguan pendengaran. Alhasil, pengidap tunarungu menganggap sapaan Tuli dapat menunjukkan identitas sebuah kelompok masyarakat dengan ciri:

  • Memiliki identitas sosial
  • Memiliki bahasa ibu (bahasa isyarat)
  • Memiliki budaya sendiri (sejarah, sistem bahasa, nilai, tradisi, sistem kemasyarakatan, dan lain-lain.).

Bagi komunitas Tuli, berkomunikasi dengan bahasa isyarat sudah menjadi bahasa ibu dan mereka bangga dengan cara mereka sendiri. Tidak ada keharusan untuk mengoptimalkan pendengarannya supaya menyerupai orang yang bisa mendengar. Namun, dokter akan lebih sering menyebut istilah tunarungu dalam dunia medis.

Jenis Tunarungu dan Tuli dalam Dunia Medis

Tidak semua pengidap tunarungu berkomunikasi dengan cara yang sama. Beberapa penyandang tunarungu hanya dapat berkomunikasi secara lisan, beberapa dengan bahasa isyarat, beberapa juga dapat melakukan keduanya, dan beberapa tidak bisa berkomunikasi sama sekali. 

Cara berkomunikasi dengan orang Tuli pun biasanya menggunakan bahasa isyarat. Para penyandang tunarungu bisa belajar bahasa isyarat di komunitas, sekolah, atau terapi wicara untuk memudahkan mereka berkomunikasi. Bahasa isyarat adalah cara berkomunikasi di kalangan umum yang dapat menjadi pilihan agar dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif.

Dalam istilah kedokteran, gangguan pendengaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:

1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Ini adalah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh masalah pada telinga luar atau tengah. Namun, pengidap gangguan ini memiliki saraf pendengaran yang masih berfungsi karena infeksi hanya terjadi pada telinga tengah atau telinga luar.

2. Gangguan Dengar Saraf

Berbeda dengan gangguan dengar konduktif, gangguan ini tidak disebabkan oleh infeksi telinga luar atau tengah. Akan tetapi, cedera yang terjadi pada saraf pendengaran dapat menyebabkan gangguan pendengaran ini.

3. Gangguan Dengar Campuran

Kondisi gangguan pendengaran ini adalah gabungan dari gangguan pendengaran konduktif dan saraf. Orang dengan gangguan ini akan mengalami gangguan pada saraf pendengaran dan juga infeksi pada telinga luar dan tengah.

Itulah penjelasan tentang perbedaan tunarungu dan tuli. Apabila kamu perlu pemeriksaan pendengaran, cobalah berkonsultasi ke dokter spesialis THT. Kamu pun bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, yuk segera  download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. How Does Being Hard of Hearing Differ from Being Deaf?
Hearing Loss. Diakses pada 2022. Types, Cause, and Treatments of Hearing Loss.