• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Wanita Lebih Rentan Terserang Anemia Defisiensi Besi

Ini Alasan Wanita Lebih Rentan Terserang Anemia Defisiensi Besi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya orang-orang yang mesti berhadapan dengan anemia? Menurut data WHO, setidaknya 2,3 miliar orang mesti hidup dengan kondisi ini. Sayangnya, masih banyak orang yang menyepelekan anemia. Padahal, bila tiak dicegah sedini mungkin, maka akan menurunkan daya tahan tubuh dan menganggu aktivitas harian.

Anemia sendiri terdiri dari beberapa jenis, salah satunya anemia defisiensi besi yang bisa menyerang siapa saja. Masalah kesehatan yang satu ini merupakan satu jenis anemia yang disebabkan kekurangan zat besi, sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang sehat.

Meski bisa menyerang siapa saja, tetapi kaum hawa rasanya perlu harap-harap cemas. Sebab anemia difisiensi besi ini umumnya lebih sering menyerang wanita. Apa pasalnya? Baca pembahasannya di bawah ini!

Baca juga: Orang yang Berpotensi Terkena Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Menstruasi, Hamil, dan Faktor Lainnya

Salah satu alasan wanita lebih rentan mengalami anemia defisiensi besi adalah menstruasi. Wanita mengalami perdarahan setiap bulannya saat menstruasi. Bila menstruasi berlangsung cukup lama dan jumlah darah yang keluar sangat banyak, maka tubuh akan kekurangan zat besi.

Selain itu, wanita yang hamil pun rentan mengalami anemia defisiensi besi, karena zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan darah dalam tubuhnya yang meningkat, serta memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin. Itulah mengapa ibu hamil disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Berbagai faktor lainnya yang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi, antara lain:

1. Kekurangan Darah

Pada dasarnya, ketika sel darah merah pecah maka kandungan zat besi yang terdapat di dalamnya akan digunakan kembali untuk membuat sel darah baru. Namun bila tubuh kekurangan sel darah merah terlalu banyak, maka jumlah zat besi dalam tubuh akan menurun. Ketika tubuh tidak bisa menyediakan zat besi yang cukup untuk membuat sel darah baru, maka kondisi anemia akan semakin memburuk.

Bagi wanita, menstruasi yang berlangsung cukup lama bisa menjadi penyebab anemia defisiensi zat besi. Hal ini karena zat besi dalam tubuh menurun drastis akibat tubuh kehilangan banyak darah saat menstruasi.

Selain itu, pendarahan gastrointestinal juga bisa mengurangi tingkat zat besi dalam darah. Ada pula kondisi lainnya yang bisa menyebabkan kekurangan darah, contohnya kekurangan darah akibat cedera atau operasi. Kekurangan arah juga bisa diakibatkan oleh lambung peptikum, hernia hiatal, polip usus besar, ataupun kanker kolorektal.

Baca juga: 5 Makanan Penambah Darah

  1. Tubuh Tak Dapat Menyerap Zat Besi

Tubuh yang tak mampu menyerap zat besi bisa memicu terjadinya anemia jenis ini. Bahkan, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, ada kemungkinan tubuh tak dapat menyerapnya. Kondisi ini bisa disebabkan karena konsumsi obat untuk mengurangi asam lambung yang memengaruhi zat besi tubuh.

Selain itu, operasi pengangkatan bagian usus juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan nutrisi lainnya.

Di samping itu, ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi juga bisa jadi merupakan gejala penyakit celiac atau Crohn.

  1. Kurang Asupan Zat Besi

Sesuai namanya, anemia defisiensi besi juga bisa disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi.  Zat besi sendiri diperlukan untuk menghasilkan komponen sel darah merah, sebutannya hemoglobin.

Nah, ketika tubuh mengalami anemia defisiensi besi, maka sel darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin. Padahal, hemoglobin ini berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Baca juga: Anemia pada Ibu Hamil, Harus Dirawat di Rumah Sakit?

Untuk mengatasi hal ini, pengidapnya bisa kok memilih makanan yang kaya zat besi seperti daging merah. Selain daging merah, sayur-sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan juga banyak mengandung zat besi.

Ada baiknya konsumsi makanan di atas juga diiringi dengan minuman atau buah yang kaya vitamin C. Misalnya, sari buah jeruk atau buah lainnya yang kaya vitamin C. Alasannya, vitamin ini dapat membantu tubuh untuk menyerap zat besi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Diakses pada 2020
Iron-Deficiency Anemia.  
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Disease and Conditions. Iron Deficie.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Iron Deficiency Anaemia.