22 November 2018

Waspada Ibu Hamil Terkena Toksoplasmosis

Waspada Ibu Hamil Terkena Toksoplasmosis

Halodoc, Jakarta – Toksoplamosis merupakan sebuah infeksi yang menyerang manusia. Kondisi ini terjadi karena serangan parasit protozoa yang bernama Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini sering ditemui dalam kotoran kucing atau daging yang belum matang. Kondisi ini harus sangat diwaspadai jika menyerang wanita yang sedang hamil.

Pada dasarnya, serangan toksoplasmosis tidak berbahaya bagi orang yang sehat. Sebab, sistem imunitas atau kekebalan tubuh bisa mengendalikan infeksi dari parasit tersebut. Namun, hal ini bisa berubah menjadi hal yang serius jika menyerang orang yang memiliki imunitas lemah atau wanita yang sedang hamil. Penanganan medis perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi yang berat.

Wanita yang sedang hamil menjadi orang yang harus mewaspadai dan menghindari infeksi penyakit ini. Pasalnya, infeksi toksoplasma bisa mendatangkan bahaya serius bagi janin yang dikandung. Virus penyebab toksoplasmosis biasanya ditularkan dari hewan, seperti kucing dan hewan lainnya.

Sebenarnya, infeksi toksoplasma tergolong langka. Ada beberapa cara yang menyebabkan virus penyebab toksoplasmosis tertular ke manusia. Mulai dari kontak dengan tinja kucing yang sudah terinfeksi, bersentuhan dengan tanah yang terkontaminasi, dan mengonsumsi daging mentah atau setengah matang. Selain itu, penyebaran virus juga bisa terjadi karena kebiasaan makan buah dan sayur yang belum dicuci bersih serta keju atau susu yang tidak melalui proses pasteurisasi.

Infeksi ini tidak mudah menular ke orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Toksoplasmosis biasanya juga tidak menular dari manusia ke manusia, kecuali dari ibu hamil ke janin. Infeksi bisa terjadi saat tangan yang terkontaminasi menyentuh mata, mulut, ataupun hidung. Meski kucing sering disalahkan sebagai pemicu toksoplasmosis, tapi bukan berarti semua orang yang memelihara kucing akan terpapar virus ini.

Toksoplasmosis dan Kehamilan

Infeksi toksoplasmosis adalah kondisi yang menakutkan bagi wanita hamil. Jika virus menginfeksi wanita sekitar 6–9 bulan sebelum hamil, biasanya tubuh sudah membentuk kekebalan. Jadi, kecil risiko ibu menularkan infeksi kepada janin. Berbeda dengan wanita yang terinfeksi saat sedang hamil maka risiko penularan toksoplasma menjadi lebih besar, yakni melalui plasenta ke janin.

Maka dari itu, ibu hamil harus sangat mewaspadai serangan infeksi toksoplasmosis dan melakukan tindakan pencegahan. Pasalnya, infeksi ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Pada beberapa kasus, infeksi toksoplasmosis bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari gangguan penglihatan, sulit konsentrasi dan belajar, gangguan pendengaran, hingga gangguan ke otak berupa hidrosefalus.

Wanita hamil yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan sering berinteraksi dengan hewan liar memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi toksoplasmosis. Ada beberapa gejala umum yang menandai infeksi ini, yaitu mulai dari mudah lelah, sakit kepala, flu, serta nyeri otot. Meski demikian, terkadang ada juga ibu hamil yang tidak mengalami gejala sama sekali meski ternyata telah terinfeksi virus penyebab toksoplasmosis. Untuk memastikan dan mengetahui kemungkinan ibu hamil mengalami infeksi ini, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan tes darah, terutama bagi ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami hal ini.

Cari tahu lebih lanjut seputar toksoplasmosis pada ibu hamil dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: