13 March 2019

Waspada, Infeksi Shigella Bisa Menular dari Makanan yang Dikonsumsi

Waspada, Infeksi Shigella Bisa Menular dari Makanan yang Dikonsumsi

Halodoc, Jakarta – Infeksi shigella atau shigellosis adalah penyakit usus yang disebabkan oleh keluarga bakteri yang dikenal sebagai shigella. Tanda utama infeksi shigella adalah diare yang sering kali berdarah. Shigella dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan bakteri di tinja.

Shigellosis, (Disentri bacillary atau Marlow syndrome) didefinisikan sebagai penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh infeksi oleh bakteri dari genus Shigella. Organisme penyebab sering ditemukan dalam air yang tercemar kotoran manusia dan ditularkan melalui rute fecal-oral.

Cara penularan umumnya langsung dari orang ke orang dalam pengaturan kebersihan yang buruk di antara anak-anak. Tanda dan gejala Shigellosis dapat berkisar dari ketidaknyamanan perut ringan, hingga disentri penuh yang ditandai dengan kram, diare, dengan tinja berlendir yang konsisten, demam, darah, nanah, dan lendir dalam tinja atau tenesmus.

Baca juga: Ketahui Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Infeksi Shigella

Ini biasa terjadi dalam pengaturan penitipan anak ketika anggota staf tidak mencuci tangan dengan cukup baik setelah mengganti popok atau membantu balita dengan pelatihan toilet. Bakteri shigella juga dapat ditularkan melalui makanan, minuman, atau berenang di air yang terkontaminasi.

Anak-anak antara usia dua dan empat tahun kemungkinan besar mengalami infeksi shigella. Kasus ringan biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu seminggu. Ketika perawatan diperlukan, dokter umumnya akan meresepkan antibiotik.

Tanda dan gejala infeksi shigella biasanya mulai satu atau dua hari setelah kontak dengan shigella, namun mungkin memerlukan waktu hingga satu minggu untuk berkembang. Tanda-tanda dan gejala-gejalanya meliputi:

  • Demam

  • Nyeri perut atau kram

  • Diare sering kali mengandung lendir atau darah

Sementara beberapa orang tidak mengalami gejala setelah mereka terinfeksi shigella, kotoran mereka mungkin terus menular hingga beberapa minggu. Penting untuk menghubungi dokter atau mencari perawatan darurat jika orangtua atau anak mengalami diare berdarah maupun diare yang cukup parah, sehingga menyebabkan penurunan berat badan dan dehidrasi disertai demam 38 derajat Celsius.

Baca juga: 10 Gejala Infeksi Shigella yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Infeksi Shigella yang Perlu Diwaspadai

Infeksi shigella terjadi ketika seseorang secara tidak sengaja menelan bakteri shigella. Contoh penyebab infeksi shigella termasuk yang berikut ini.

  1. Kontak Orang ke Orang Langsung

Kontak orang ke orang adalah cara paling umum penyebaran shigella.

  1. Menelan Air yang Terkontaminasi

Air dapat terkontaminasi baik dari air limbah atau dari orang dengan infeksi shigella yang berenang di dalamnya.

  1. Menyentuh Mulut

Jika orangtua tidak mencuci tangan dengan baik setelah mengganti popok anak yang mengidap infeksi shigella, orangtua mungkin bisa terinfeksi juga.

Infeksi shigella paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia antara dua dan empat tahun. Faktor risiko lain adalah tinggal atau bepergian di daerah yang tidak memiliki sanitasi. Orang-orang yang tinggal atau bepergian ke negara-negara berkembang lebih mungkin untuk tertular infeksi shigella. Faktor risiko tambahan, termasuk tinggal di komplek perumahan.

Baca juga: Jangan Sepelekan, Kenali Cara Penularan Disentri

Tinggal di komplek  perumahan atau berpartisipasi dalam kegiatan kelompok adalah faktor risiko. Kontak dekat dengan orang lain menyebarkan bakteri dari orang ke orang. Wabah shigella lebih umum terjadi di kolam rendam komunitas, pusat penitipan anak, penjara, panti jompo, dan barak militer. Infeksi shigella biasanya sembuh tanpa komplikasi, meskipun mungkin butuh berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum kebiasaan buang air besar kembali seperti biasanya.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai infeksi shigella serta informasi kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.