10 Gejala Infeksi Shigella yang Wajib Diwaspadai

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gejala infeksi shigella

Halodoc, Jakarta - Gangguan infeksi Shigella diketahui mirip dengan E coli, penyebab keracunan makanan yang sangat menular dan umum. Efek samping lainnya adalah penyakit infeksi yang dikenal sebagai shigellosis.

Shigella dapat menular melalui kontak langsung dengan bakteri di dalam feses. Misalnya saat orang dewasa tidak mencuci tangan hingga bersih setelah mengganti popok atau melatih balita menggunakan toilet. Selain itu, bakteri shigella dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau berenang di air yang juga terkontaminasi.

Kamu perlu mengenali gejala saat terjadi infeksi shigella, antara lain diare, demam serta nyeri atau kram perut. Biasanya, pada feses pengidap terdapat darah atau lendir. Gejala tersebut biasanya muncul 2-3 hari setelah pengidap terpapar bakteri shigella. Dalam beberapa kasus, gejala bahkan baru muncul seminggu setelah terjadinya kontak dengan bakteri.

Baca juga: Suka Jajan Gorengan Perhatikan Bakteri Penyebab Disentri

Gejala biasanya berlangsung antara 2-7 hari. Infeksi ringan yang terjadi selama beberapa hari kemungkinan tidak memerlukan pengobatan. Walaupun begitu, kamu tetap perlu menjaga kadar cairan tubuh yang hilang akibat diare. Untuk lebih jelasnya, berikut gejala shigella :

  1. Demam, bisa tinggi pada anak-anak.
  2. Kram perut secara terus-menerus.
  3. Diare.
  4. Mual dan muntah.
  5. Terdapat darah atau lendir pada kotoran.
  6. Rasa nyeri dan kelelahan otot.
  7. Usia. Infeksi shigella biasanya terjadi pada usia 2-4 tahun.
  8. Lingkungan dengan sanitasi buruk. Penduduk di negara berkembang yang kurang memperhatikan sanitasi, rentan terkena infeksi shigella. Begitu juga dengan orang-orang yang bepergian ke negara tersebut.
  9. Tinggal secara berkelompok atau beraktivitas di tempat umum. Wabah infeksi shigella rentan menyebar di pusat penitipan anak, kolam renang umum, panti jompo, penjara, dan barak militer.
  10. Infeksi shigella rentan menyebar melalui hubungan intim anal.

Baca juga: Poop Anak Berdarah, Si Kecil Kena Disentri

Dalam beberapa kasus, infeksi shigella bisa juga tidak mengalami gejala apapun hingga beberapa minggu, tetapi masih dapat menularkan bakteri ke orang lain. Untuk penyebarannya, hanya sedikit kuman yang dibutuhkan shigella untuk membuat seseorang tertular atau sakit. Kuman tersebut ditemukan pada feses orang yang terinfeksi ketika mereka mengalami diare atau hingga dua minggu setelah diare hilang.

Kuman menyebar saat seseorang menyentuh mulut mereka dengan tangan yang telah bersentuhan dengan bakteri shigella atau memakan makanan dengan kuman di atasnya. Ketika terkena infeksi bakteri shigella, bisa saja kasusnya lebih ringan dan hilang tanpa masalah, tetapi komplikasi serius. Pada kasus yang lebih berat, shigella dapat menyebabkan dehidrasi berat, kejang, gagal ginjal, dan kelumpuhan usus besar.

Agar tidak tertular atau mengalami gangguan infeksi shigella, langkah pencegahan yang perlu kamu lakukan adalah:

  • Mencuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah dari toilet, atau setelah mengganti popok.
  • Awasi anak saat mereka mencuci tangannya.
  • Membuang popok bekas dalam kantong yang tertutup rapat.
  • Jangan menyajikan makanan jika sedang diare.
  • Jauhkan anak-anak yang sedang mengalami diare dari anak lain.
  • Sebaiknya hindari menelan air ketika berenang di kolam renang umum atau pun danau.

Baca juga: 5 Macam Penyakit Perut yang Sering Terjadi

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang shigella, kamu bisa berkomunikasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.