• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Depresi yang Bisa Terjadi pada Remaja

Waspada, Ini Bahaya Depresi yang Bisa Terjadi pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Depresi remaja adalah masalah kesehatan mental serius yang dapat menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat secara terus-menerus. Kondisi ini memengaruhi cara remaja berpikir, merasakan, dan berperilaku, dan dapat menyebabkan masalah emosional, fungsional, dan fisik. Meskipun depresi dapat terjadi kapan saja dalam hidup, tapi gejala depresi remaja mungkin berbeda dengan orang dewasa. 

Masalah-masalah seperti tekanan teman sebaya, ekspektasi akademis, dan perubahan tubuh dapat membawa banyak perasaan naik-turun pada remaja. Bagi beberapa remaja, perasaan sedih itu lebih dari sekedar perasaan sementara, dan bisa menjadi gejala depresi. Lantas, apa bahaya depresi pada remaja yang perlu diwaspadai?

Baca juga: Begini Cara Menumbuhkan Empati pada Anak

Dampak Depresi pada Remaja

Depresi pada remaja dapat menimbulkan konsekuensi serius dan membutuhkan pengobatan jangka panjang. Bagi kebanyakan remaja, gejala depresi dapat mereda dengan pengobatan, seperti pengobatan medis dan konseling psikologis. 

Remaja yang mengalami depresi berisiko tinggi mengalami banyak masalah serius karena mereka berjuan untuk mengatasi rasa sakit emosional yang dirasakan.

  • Masalah Perilaku di Rumah

Remaja yang depresi mungkin mulai menarik diri dari anggota keluarga karena sejumlah alasan. Depresi dapat menyebabkan perasaan marah dan mudah tersinggung, yang mengakibatkan sikap negatif yang berkelanjutan atau bahkan pembangkangan. Gejala depresi juga bisa menyebabkan remaja merasa tidak dicintai atau tidak diinginkan. 

  • Merasa Selalu Bersaing dan Mudah Tersinggung

Kelelahan dan kekurangan energi adalah gejala umum depresi. Karena tingkat energi yang rendah, remaja mungkin merasa lebih sulit untuk berkompetisi dalam bidang akademis atau lainnya. Gejala umum lainnya, yaitu mudah tersinggung, kurang percaya diri, dan kesulitan bergaul dengan teman sebaya membuat partisipasi dalam bidang apapun menjadi tantangan. 

Baca juga: Inilah Alasan Anak Lebih Cepat Mengalami Pubertas

  • Prestasi Sekolah Menurun

Depresi dapat membuat remaja sulit fokus dalam bidang akademis. Gejala seperti kesulitan berkonsentrasi, kurang tertarik pada pelajaran, kelelahan, perubahan suasana hati, dan perasaan tidak berharga dan tidak mampu dapat mengganggu kinerja di sekolah. Penurunan nilai akademis terkadang menjadi tanda bahwa remaja mungkin sedang mengalami gejala depresi. 

  • Memiliki Masalah Sosial

Depresi dapat membuat remaja sulit berhubungan dengan orang lain. Ia akan sering merasa tidak berharga atau tidak layak diperhatikan orang lain. Remaja yang depresi juga cenderung menarik diri dari pergaulan, yang menyebabkan perasaan kesepian dan terisolasi. 

  • Penyalahgunaan Zat

Banyak peristiwa dimana remaja beralih ke obat-obatan dan alkohol dalam upaya mengobati diri sendiri dari depresi, mengatasi kesulitan tidur, dan mengatasi pikiran untuk bunuh diri.

Perasaan depresi dapat membuat remaja mencoba obat-obatan atau alkohol, dan penggunaan yang berkelanjutan bisa menyebabkan perasaan depresi yang berkelanjutan juga. 

  • Perilaku Berisiko

Depresi juga meningkatkan perilaku berisiko pada remaja. Tindakan tersebut seperti mengemudi sembarangan atau ugal-ugalan, melakukan hubungan seks bebas, atau terlibat dalam aktivitas ilegal. Konsekuensi dari tindakan ini sering kali dapat menghancurkan sekaligus mengubah hidup remaja. 

Baca juga: Pahami 3 Hal Ini Terkait Psikologi Anak Usia Dini

  • Menyakiti Diri Sendiri

Perilaku melukai diri sendiri yaitu secara sengaja dalam upaya untuk mencoba mengekspresikan atau mengendalikan rasa sakit batin. Tindakan ini seperti melukai diri sendiri, memukul diri sendiri, mencabut rambut, dan mencabut kulit. Perilaku impulsif ini dapat dilakukan berulang kali. 

Itulah bahaya depresi remaja yang tentu ayah dan ibu tidak pernah harapkan. Jika anak menunjukkan gejala depresi, upayakan untuk mendekatinya, menenangkan, dan mencari solusi bersama. Ayah dan ibu juga bisa berdiskusi dengan psikolog anak melalui aplikasi Halodoc mengenai penanganan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. The Dangers of Untreated Depression in Teens
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Teen Depression
Healthline. Diakses pada 2020. Adolescent Depression